K-Pop  

Yang Muda Yang Berkarya, Grand Final KPop Dance Competition Berhasil Mengguncang Gress Mall

Grand Finalist dalam acara Grand Final Kpop Dance Competition. Foto: Nadia/Progresnews.id.
Grand Finalist dalam acara Grand Final Kpop Dance Competition. Foto: Nadia/Progresnews.id.

Gresik, Progresnews.id – Acara Grand Final Kpop Dance Competition rupanya sanggup membuat heboh Gress Mall pada hari Minggu (18/10). Teriakan riuh rendah dari para penggemar Kpop berhasil membuat suasana Battle Dance tersebut semakin hidup.

Terdapat sembilan finalis yang lolos dalam Grand Final tersebut. Mereka adalah FYODR, CLASSY, DIAMOND BOYZ, BLANX, MAXX’FIVE, MARINDA, CLEOPATRA, STARFATE, dan PEACHY.

Acara tersebut juga menggandeng Event Organizer asal Gresik khusus K-Pop yang baru saja menggelar acara bersama Icon Mall pada malam hari sebelumnya. Tentu saja ini menarik dan merupakan sebuah terobosan mengingat masih minimnya Event Organizer yang menggelar pagelaran modern di luar konteks yang sudah terlalu sering dipakai.

Para peserta merupakan para dancers profesional yang sering mengikuti lomba/Nadia/Pogresnews.id.

Meskipun demikian, acara yang digelar di Atrium Gressmall, Lt. G tersebut tetap mematuhi protokol Covid-19 sehingga berhasil dengan lancar. Tidak ada satupun pelanggaran protokol kesehatan selama perhelatan yang digelar mulai dari jam 14.00 tersebut. Tak hanya itu, penyelenggara juga menjanjikan hadiah istimewa bagi peserta yang dinilai paling patuh dalam menaati protokol Covid-19.

Selain dari segi keamanan, mereka juga menunjukkan dari segi kualitas. Menggandeng juri-juri ternama seperti, Dhina yang merupakan Coach Dance D.O.S 2nd Generation, Sita yang juga bagian dari Stylist sekaligus Dancer D.O.S,  dan yang terakhir ialah Febry yang merupakan salah satu Dancer kelas Internasional dari Best Young Evolution entertainment Surabaya.

Dari sembilan Grand Finalist tersebut juara pertama dipegang oleh CLEOPATRA.

Cleopatra memiliki fan base paling besar selama acara/Nadia/Progresnews.id.

Cleopatra tidak hanya sekali ini menjadi juara satu. Pada kontes-kontes sebelumnya mereka juga selalu menyabet gelar juara pertama. Grup binaan Dance Over Team dari Surabaya ini sudah lima kali menyabet gelar juara satu dalam lomba Cover Dance di berbagai kota.

Acara ini tentu saja memberikan inspirasi bagi peserta yang rata-rata belia. Banyak sekali dari mereka yang sangat menggandrungi negeri ginseng tersebut berawal dari kecintaan mereka terhadap Kpop.

“Seneng banget sih kak ada acara kaya gini. Di Gresik ini kan kurang wadah untuk menampung kita-kita yang suka dengan Korea Selatan. Gak cuman Kpop ajah sih kak. Misal kaya les Bahasa Korea gitu kan susah dan masih harus ke Surabaya. Jadi, waktu ada event kaya gini hype banget,” ujar Laras, yang merupakan penggemar Kpop.

Tentu saja, apa yang dikatakan oleh para muda belia ini juga merupakan salah satu hal yang disoroti. Pengembangan budaya ke arah positif merupakan hal yang harus di tengah era global seperti sekarang atau pemuda-pemuda kita akan tergerus oleh jaman.

“Harapan ke depannya banyak apresiasi buat kita-kita yang suka sama korsel. Ya kan gak ada bedanya sama suka film barat atau blockbuster. Gak ada bedanya juga sama belajar Bahasa Inggris. Tidak ada salahnya kita mengembangkan kemampuan kita seperti Dance, belajar Bahasa Korea, dan juga memahami budaya asing yang positif,” sambung Laras dengan kritis, dan teman-temannya juga mengangguk mengiyakan.

Setelah acara berakhir pada pukul 22.00 WIB, banyak audience yang tak sungkan-sungkan untuk mendekati grup cover dance favorit mereka. Mereka tampaknya juga tertarik ingin bergabung dengan olahraga jenis baru tersebut. Tentu saja ini membuka sorotan luas bagi kita semua untuk mulai membuka diri terhadap perkembangan jaman dengan tetap menyaring hal yang negatif dan positif. (Nadia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.