Home / Nasional / Warta

Jumat, 26 Maret 2021 - 20:43 WIB

Wahid Foundation Keluarkan Rekomendasi Panduan Protokol Pencegahan Intoleransi di Lingkungan Sekolah

Reporter : Alfa Kamila

Jumeri, Dirjen PAUD DIKDAS dan DIKMEN dalam Diskusi Publik Sekolah Merdeka Intoleransi, Protokol Pencegahan Intoleransi di Lingkungan Sekolah, Jumat (26/3).

Jumeri, Dirjen PAUD DIKDAS dan DIKMEN dalam Diskusi Publik Sekolah Merdeka Intoleransi, Protokol Pencegahan Intoleransi di Lingkungan Sekolah, Jumat (26/3).

Jakarta, Progresnews.id – Wahid Foundation meluncurkan sebuah program pendidikan bernama Sekolah Merdeka Intoleransi (SEMAI) beserta rekomendasinya yang terhimpun dalam Protokol Pencegahan Intoleransi di Lingkungan Sekolah, pada Jumat (26/3).

Alamsyah M Djafar, Peneliti Senior Wahid Foundation mengatakan, bahwa program dan protokol ini merupakan bagian dari refleksi terkait pengalaman sebelumnya dalam membuat sekolah damai sejak tahun 2017 lalu. Hingga saat ini, Wahid Foundation telah mendampingi sebanyak 20 sekolah damai negeri setingkat SLTA.

Data-data rekomendasi yang ada di dalamnya diperoleh dari informasi dan hasil diskusi bersama 18 oramg dari perwakilan pemerintah, sekolah, organisasi masyarakat sipil, kajian literatur, dan dokumen kebijakan yang relevan.

Baca Juga:  Inisiatif Perempuan Papua dalam Menjaga Hutan Tetap Lestari

Utamanya, lanjut Alamsyah, rekomendasi ini ditujukan kepada Kemendikbud di tingkat nasional dan suku dinas atau Dinas Pendidikan di tingkat lokal

“Rekomendasi adanya protokol ini telah melalui proses yang sangat panjang, dengan harapan bisa menekan kasus intoleransi yang terjadi di sekolah,” ujarnya.

Dalam rekomendasi SEMAI tersebut, terdapat 16 muatan, yaitu

  1. Mengapa sekolah harus merdeka dari intoleransi?
  2. Mengapa protokol pencegahan?
  3. Tujuan
  4. Prinsip-prinsip
  5. Dasar kebijakan
  6. Istilah-istilah
  7. Mengenal intoleransi
  8. Menentukan bobot intoleransi
  9. Mekanisme pelaporan
  10. Pelaksanaan protokol
  11. Implementasi protokol
  12. Pendanaan
  13. Monitoring
  14. Evaluasi
  15. Pelaporan
  16. Elemen kunci efektivitas implementasi

Menanggapi rekomendasi yang dikeluarkan Wahid Foundation, Jumeri, Dirjen PAUD DIKDAS dan DIKMEN menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi. Bersama dengan berbagai program pendidikan yang dicanangkan Kemendibud, Jumeri mengungkapkan bahwa semua itu adalah bagian dari ikhtiar untuk melawan dan mengurangi ‘dosa-dosa’ besar dalam pendidikan.

Baca Juga:  Mendikbud Putuskan Tetap Menjatah Kuota Gratis Pada Maret Mendatang
Alamsyah M Djafar, Peneliti Senior Wahid Foundation, saat memaparkan rekomendasi Protokol Pencegahan Intoleransi di Lingkungan Sekolah, dalam Diskusi Publik Sekolah Merdeka Intoleransi, Protokol Pencegahan Intoleransi di Lingkungan Sekolah, Jumat (26/3).

‘Dosa-dosa’ besar dalam dunia pendidikan yang disebutkan Jumeri adalah meliputi Intoleransi, Kekerasan Seksual, dan Perundungan.

“Ini memang adalah PR kita, PR kita sangat bamyak untuk bisa memastikan pendidikan kita bebas dari dosa-dosa tersebut,” ungkap Jumeri

Selain itu, Jumeri juga menyampaikan bahwa Kemendikbud akan terus melakukan sosialiasi di sekolah-sekolah agar bisa menjadi budaya yang baik, hingga nanti terciptanya sekolah-sekolah yang toleran.

Share :

Baca Juga

Nasional

Ekonomi Serba Sulit akibat Pandemi, Gus Muhaimin Minta Semua Pihak Waspada

Lamongan

Lesbumi Paciran Lamongan Mulai Bedah isi Manuskrip Peninggalan Sunan Drajat
Deputy Representative The Asia Foundation (TAF), Sandra Hamid saat membuka webinar bertajuk Memperkuat Kolaborasi Pasar untuk Pengembangan UMKM di Tanah Papua, Jumat (27/8).

Nasional

4 Strategi Program PAPeDA dalam Pengembangan Produk Lokal Papua

Nasional

Nekat Beroperasi Saat PPKM, Tempat Karaoke di Surabaya Kembali Disegel

Hukum dan Kebijakan

KPK Tetapkan 7 Orang Tersangka Termasuk Menteri KKP Edhy Prabowo

Nasional

Targetkan 100 Kursi DPR, PKB Mulai Safari Coaching Clinic DPC se-Indonesia

Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Ekspor Produk Senilai 23,75 Triliun ke Pasar Global
Eksportir Kakao yang juga sebagai penggerak Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Makassar, Asdar Marzuki saat menjadi pemateri dalam Market Gathering bertajuk Membangun Kolaborasi Pasar UMKM bersama “ASMAT”, Selasa (24/8).

Nasional

Kakao Lembah Grime, Produk Lokal Berkualitas Ekspor