Home / Warta

Minggu, 21 November 2021 - 23:43 WIB

Wagub Emil: Padatnya Penduduk Jatim Mutlak Membutuhkan Industri

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat hadir dalam Dialog Terbatas yang digelar Komunitas Wartawan Gresik, Sabtu (20/11). Foto : Tangkapan Layar Zoom/Progresnews.id

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat hadir dalam Dialog Terbatas yang digelar Komunitas Wartawan Gresik, Sabtu (20/11). Foto : Tangkapan Layar Zoom/Progresnews.id

Gresik, Progresnews.id – Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengemukakan pendapatnya berkaitan dengan arus industri yang dibutuhkan kehadirannya untuk menjawab kepadatan penduduk di Jawa Timur.

Fakta yang menarik ini disampaikan Emil, kala memberikan paparan dalam dialog terbatas Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Tengah Pandemi, yang digelar Komunitas Wartawan Gresik, di Hotel Aston In Gresik, Sabtu (20/11) kemarin.

Dalam paparan, Emil menguraikan profil Jawa Timur dengan jumlah kabupaten dan kota terbanyak di Indonesia, yakni 38 Kabupaten/Kota. Dengan luas 48 ribu kilometer persegi. Hampir seluas negara Belanda. Namun bedanya, kata Emil, Belanda berpenduduk 17 juta, sedangkan Jawa Timur sebanyak 39 juta penduduk.

“Kita padatnya luar biasa, kepadatan kita sangat luar biasa di Pulau Jawa, termasuk di Jawa Timur. Ini menjadi tantangan, kita tidak bisa mengandalkan sumber daya alam untuk menghidupi masyarakat kita. Ini menjadi tantangan. Maka industri, perdagangan ini sudah mutlak harus kita kembangkan,” ungkap Emil dalam dialog hybrid tersebut.

Baca Juga:  Hasil Otopsi Belum Keluar, Identitas Mayat Bocah di Kubangan Bukit Jamur Belum Terungkap

Lebih lanjut, Emil mengungkap konteks perekonomian Jawa Timur harus dapat menopang hal tersebut. Logika sederhana berkaitan dengan tantangan menyejahterakan warga Jawa Timur melalui pengembangkan industri dan perniagaan.

“Satu hektar lahan sawah menghidupi berapa orang? Satu hektar industri menghidupi berapa orang? Kalau dihitung kadang-kadang kalah lah sawah.” lanjutnya.

Kendati demikian, kata Emil, logika itu tidak bisa dipakai secara terus menerus sebab akan beresiko kehilangan kedaulatan pangan. Apalagi keberadaan Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan Nasional. Maka Pemerintah menjaga keseimbangan.

Baca Juga:  Intip Pesona Kuliner Khas Lamongan Yang Diburu Pemudik

“Dengan cara menjaga lahan pangan berkelanjutan. Ada perda lahan pangan berkelanjutan. Maka tidak semuanya dikonversi. Tidak semuanya serta merta disilangkan,” katanya.

Untuk diketahui, arus industri di Kabupaten Gresik kini semakin menjadi perhatian publik. Terlebih setelah Presiden Joko Widodo meresmikan Smelter Freepot di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK JIIPE), yang berlokasi di wilayah Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik Jawa Timur, pada 12 Oktober 2021 lalu.

Lain itu, beberapa waktu lalu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani terbang ke Ibu Kota Jakarta, dengan agenda audiensi di kediaman Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin. Dalam kesempatan itu, Wapres KH Ma’ruf Amin, mendukung Kawasan Industri Halal (KIH) yang juga rencananya akan hadir di Kabupaten Gresik. [Chidir]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

IPNU IPPNU Desa Jono melakukan Bersih-bersih mushola, Minggu (11/4).

Bojonegoro

Sambut Ramadan, PR IPNU IPPNU Jono Adakan Kegiatan Bersih-bersih Musala
Pidato Presiden Joko Widodo dalam rangka Laporan Tahunan Ombudsman di Istana Negara, Senin (8/2/2021). Foto: Sekretariat Kabinet.

Nasional

Jokowi Minta Dikritik, Pakar Kebijakan Publik: Cuma Pidato Normatif

Warta

Gus Yani Tunjuk Sekda Pimpin OPOP Kabupaten GRESIK
Susana acara lomba yang di selenggerakan DPC GMNI Lamongan. Foto : Ist

Lamongan

Semarak Bulan Bung Karno, GMNI Lamongan Tanamkan Semangat Juang Bapak Bangsa ke Pelajar

Warta

Terpilih Aklamasi, KH Mulyadi Memangku PCNU Gresik Periode 2021-2026
Artis Indonesia Rizky Nazar. Foto: Instagram @rizkynazar20.

Nasional

Polisi Amankan 1 Gram Ganja dalam Penangkapan Artis Rizky Nazar
Para pemateri dalam acara Seri Diskusi Pengelolaan Produk Inovatif Pangan Papua: Festival Torang Pu Para Para, Senin (16/8).

Nasional

Lestarikan Hutan dan SDA Papua, Program PAPeDA Ciptakan Produk Inovatif Berbahan Sereh Wangi
Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana saat ditemui usai mengikuti vaksinasi tahap pertama, Rabu (27/1).

COVID-19

Pelaksanaan Vaksinasi Tahap Pertama di Tuban Diiringi Perpanjangan PPKM