Home / Lamongan / Warta

Selasa, 27 April 2021 - 03:13 WIB

Wafat Susul Sang Ibunda, Kisah Awak KRI Nanggala 402 Asal Lamongan Ini Bikin Terenyuh

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 874 kali

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi seusai melawat ke rumah duka. Foto: Ammy.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi seusai melawat ke rumah duka. Foto: Ammy.

Lamongan, Progresnews.id — Menjadi bagian dari KRI Nanggala 402 yang mengalami musibah, Almarhum Kopda (ANM) Edi Siswanto tutup usia di waktu jelang 100 hari wafatnya sang ibunda.

Setelah dinyatakan gugur beberapa waktu lalu, insiden menghilangnya KRI Nanggala 402 seakan menjadi kabar duka di seantero negeri.

Namun, selalu ada kisah dibalik gugurnya para prajurit yang gagah perkasa, satu diantaranya terdapat di Lamongan.

Siapa sangka, Kembalinya Edi Siswanto ke pangkuan Sang Khaliq rupanya menghantarkan beliau kepada kehidupan yang kekal bersama sang ibunda yang diketahui sangat ia cintai.

Kisah ini seakan jadi napak tilas kehidupan anak manusia yang bekerja demi ibunya, menggeluti serta mencintai pekerjaanya atas dasar ibudanya, hingga berakhir dengan petuah dan semangat sosok seorang ibu.

Kakak Almarhum Kopda Edi Siswanto, Kirman mengungkapkan, jika almarhum sangat menyangi ibunya, bahkan cita-citanya sebagai TNI merupakan cara almarhum membanggakan keluarga.

“Adik mulai 2013, dulu penempatan di Surabaya. Setelah itu di pindah tugaskan ke Ambon selama 3 tahun. Ia masuk TNI mula-mula mengikuti jejak saya dan itu dilakulanya untuk membanggakan ibu,” ungkap sang Kakak, Kirman, yang juga anggota TNI. Senin (26/4).

Baca Juga:  UU Ciptaker Rugikan Generasi Muda, Mahasiswa dan Serikat Buruh Gelar Aksi Protes di DPRD Gresik

Disertai nada haru, Kirman mengatakan, jika sang adik memutuskan mengikuti seleksi anggota kapal selam di Surabaya karena ingin lebih dekat dengan sang ibunda.

“Dia ikut seleksi tujuanya ingin mengharumkan nama orang tua, karena waktu itu tinggal ibu dan bapak sudah tiada sejak kami kecil, dia ingin merawat ibu karena tempat tugasnya lebih dekat,” katanya.

Saat mengetahui saudaranya termasuk dalam nama anggota awak kapal KRI Nanggala 402, keluarga syok bahkan tak percaya lantaran belum tepat 100 hari sang ibunda wafat Kopda Edi menyusul dengan cara syahid.

“Lebaran besok 100 harinya ibu, tapi adik saya sekarang seperti ini. Jadi kami sangat terpukul,” ucapnya.

Dari segala bentuk upaya pencarian, Kirman masih berharap adik kesayanganya masih hidup, ia berharap apabila tutup usia minimal jasadnya bisa ditemukan.

Baca Juga:  Mendikbud Pastikan Dana BOS Papua Barat Meningkat 30 Persen di Tahun 2021

“Meski dinyatakan gugur, tapi masih belum tahu jasadnya kan, jadi kita masih berharap. Kalaupun gugur ya kita pingin jasadnya ada. Kemabali ke sini dan dimakamkan di sini. Kita masih tunggu informasi nanti seperti apa,” tuturnya.

Hingga hari ini, karangan bunga tanda duka cita masih terus berdatangan ke rumah duka di Desa Sumberaji Kecamatan Sukodadi Lamongan Jawa Timur.

Para pelayat, seperti pejabat publik, TNI, Polri juga siling berganti datang meski hanya sekedar memberi doa dan semangat ke pihak keluarga.

Suasana rumah duka saat dikunjungi Forkopimda Lamongan. Foto : Ammy

Seperti layaknya, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengutarakan jika ia bersama Dandim dan Kapolres turut berbela sungkawa atas gugurnya Almargum Edi.

“Saya kesini bersama pak Dandim dan Pak Kapolres, tentunya kami menyampaikan suport doa dan dukungan ke pihak keluarga,” ujarnya saat melawat ke rumah duka.

Share :

Baca Juga

Warta

Usai Dikukuhkan, Aliansi BEM Kediri Raya Siap Menjadi Mitra Kritis Pemerintah

COVID-19

Tak Terapkan PPKM, Satgas Covid-19 Tuban Minta Masyarakat Patuhi Prokes
Tersangka penipuan yang mengaku sakti saat digelandang petugas, Foto : Progresnews.id/Ammy.

Lamongan

Pandai Bersilat Lidah, Kakek di Lamongan Lancarkan Aksi Penipuan Hingga Raup Ratusan Juta
Suasana sidang gugatan praperadilan yang diajukan keluarga Alm. M. Suci Khadavi, Selasa(9/2). Foto: detikcom.

Hukum dan Kebijakan

Tok! Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Keluarga Khadavi Laskar FPI

Lamongan

Pemanfaatan Bengawan Mati Jadi Keramba Ikan di Lamongan Berpotensi Timbulkan Polemik
Ilustrasi: Freepik.

Pendidikan

Mendikbud Putuskan Tetap Menjatah Kuota Gratis Pada Maret Mendatang
Ketua Dewan Pers memberi sambutan pada Konvensi Nasional Media Masa "Pers Nasional Bangkit dari Krisis Akibat Pandemi Covid-19 & Tekanan Disrupsi Digital", pada sesi pertama, Senin (8/2).

Nasional

Tiga Pesan Penting M. Nuh Untuk Insan Pers Indonesia
Mama Asnat dan Mama Rahma saat memberikan testimoni dalam webinar "Memperkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Pengelolaan SDA dan Ketahanan Ekologis di Indonesia", Kamis (25/3).

Nasional

Testimoni Lima Perempuan Pemimpin, Sama-sama Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemerintah