Viral!! Video Nenek Tak Terurus di Lamongan Hebohkan Warganet, Begini Reaksi Pemdes Setempat

Kondisi saat ini nenek Mutiah.
Kondisi saat ini nenek Mutiah.

Lamongan, Progresnews.id – Warganet di Lamongan Jawa Timur ramai. Hal tersebut lantaran setelah muncul tayangan video yang menampakan seorang nenek yang terlihat tak terurus dan viral di media sosial.

Nenek yang menyita perhatian itu diketahui bernama Muntiah berumur 80 tahun, warga Desa Pangkat Rejo Kecamatan Sugio Lamongan.

Video yang beredar itu menampakan nenek Mutiah yang tertidur dilantai dengan menggunakan pakaian yang tak layak, hal tersebut diperparah dengan kondisi sang nenek yang lumpuh dan kurus, ditambah keadaan rumah yang juga tidak layak huni.

Video berdurasi 2 menit 22 detik itu menyita perhatian hingga ke luar daerah seperti Gresik banyak warganet yang meminta untuk pemerintah sekitar bertindak hingga banyak pula yang mengadakan aksi galang dana.

Nenek Mutiah hidup sebatang kara, setelah ditinggal suaminya meninggal dan tidak memiliki anak. Saat ini, nenek Mutiah dirawat oleh keponakanya, bernama Islama yang juga diketahui warga miskin. Karena bekerja sebagai butuh tani, Islama mengaku tak tinggal serumah dengan nenek Mutiah hingga tak fokus memperhatikan nenek Mutiah.

“Mbahnya ini sudah pikun. Usianya sudah 80 tahun. Biasanya rumah saya kunci dengan tali karena Si Mbah sering merangkak sendiri pengen keluar rumah,” tutur Islama dalam bahasa jawa, Minggu, (24/01).

Sementara itu, Kepala Desa Pangkat Rejo, Usmin bergeming, pihaknya sudah memberikan sejumlah bantuan, termasuk memasukkannya dalam daftar penerima bantuan sosial dari pemerintah.

“Tahun 2018 sudah kita uruskan kependudukan di Desa Pangkat Rejo, karena sebelumnya warga Lawangan Agung. Setiap bulannya sudah mendapatkan bantuan,” akunya.

Setelah diunggah oleh akun Instagram @poernomo_dtt, video nenek Mutiah viral dan saat ini rumah nenek Mutiah ramai didatangi warga. Banyak yang membantu dengan memberikan bantuan material sembako.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.