Home / COVID-19 / Lamongan / Warta

Kamis, 11 Februari 2021 - 14:17 WIB

Vaksinasi Tahap Pertama di Lamongan Ternyata Menyisakan 1900 Tenaga Kesehatan

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 362 kali

Vaksinasi dosis kedua kepada tenaga medis di Puskesmas Mantup. Foto: Ammy.

Vaksinasi dosis kedua kepada tenaga medis di Puskesmas Mantup. Foto: Ammy.

Lamongan, Progresnews.id — Komitmen percepatan vaksinasi di Kabupaten Lamongan nampaknya belum terlaksana. Buktinya, sebayak 1900 nakes diketahui belum terima vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan dr. Taufik Hidayat membenarkan jika pihaknya masih menyisakan 1900 tenaga kesehatan.

“Ada 1900 nakes Lamongan yang akan ikut nanti saat vaksinasi yang ditargetkan untuk para tenaga pelayanan publik,” kata Taufik, Kamis (11/2).

Tidak masuknya para nakes dalam daftar vaksinator tahap pertama bukan karena skema, namun, tersisanya 1900 nakes tersebut sudah terlambat dan telat dalam antrian vaksinator.

Meski begitu, para nakes tersebut akan diikutsertakan pada vaksin tahap berikutnya. Untuk pelaksanaan vaksinasi tahap kedua, Taufik mengungkapkan belum tau kapan vaksin Covid-19 akan tiba di Lamongan.

Baca Juga:  Museum Sunan Giri Gresik Semakin Sepi di Tengah Pandemi

“Kapan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua, kami belum tahu, karena masih menunggu pemberitahuan dari pusat,” ungkapnya.

Sementara, vaksinasi di kabupaten sudah dilakukan penyuntikan untuk dosis yang kedua yang dijadwalkan kemarin Rabu (10/2) dan rencananya selesai 5 hari ke depan.

“Realisasi vaksinasi di Lamongan sudah terselesaikan 100 persen. Untuk dosis kedua ini bisa lebih cepat jika dibandingkan dengan dosis pertama,” tutur Taufik.

Taufik mengaku jika pelaksanaan vaksinasi dosis kedua tidak menemukan kendala seperti pada pemeberian dosis pertama.

Baca Juga:  Relawan PAS Dukung Moeldoko Jadi Capres, BMI Jatim: Pandemi Kok Ngomong Pilpres

“Kemarin ada beberapa kendala seperti pendataan sasaran, pelayanan yang terkendara karena adanya komorbid, serta pelaporan elektronik yang juga bermasalah,” akunya.

Dari data yang dihimpun Dinkes Lamongan, penyelesaian vaksinasi sudah selesai 100 persen dengan 5340 nakes yang sudah disuntik vaksin.

Sebagai upaya keseriusan tangani Covid-19, Taufik bersikukuh pelaksanaan vaksinasi khususnya di Lamongan bisa dilakukan secepat mungkin.

“Berapa pun vaksin yang dikirim pada tahap kedua, kami siap, karena Lamongan benar-benar ingin bebas dari Corona,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Komisi IV DPRD Tuban saat mengunjungi Dispendik Tuban. Foto: ist.

Tuban

Tahun 2021, Honorarium PTT di Tuban Mengalami Kenaikan

Surabaya

Diskon Ramadan Oleh Pemprov Jatim Bagi Pemilik Kendaraan Bermotor
NU Care Lazisnu Petiyintunggal Usung Proker Kembangkan Masyarakat.

Gresik

NU Care Lazisnu Petiyintunggal Usung Proker Kembangkan Masyarakat
Anggota DPRD Jatim, Muhammad Bin Muafi Zaini ditemui di DPRD Jatim. Foto: Kominfo Jatim.

COVID-19

Kiai dan Ulama Jatim Diharapkan Jadi Prioritas Penerima Vaksin
Lobi Museum Sunan Giri Gresik dilengkapi handsanitizer untuk pengunjung selama pandemi. Foto: Nufus/Progresnews.id.

Gresik

Museum Sunan Giri Gresik Semakin Sepi di Tengah Pandemi
Wakil Bupati Gresik Muhammad Qosim bersama jajaran Forkopimda saat serah terima vaksin Covid-19 sinovac

COVID-19

Ribuan Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Gresik, Distribusi Mulai 15 Januari 2021
Kaver hasil temuan survei SMRC.

Nasional

Survei SMRC: Masyarakat Sering Takut Ikut Berorganisasi Meningkat

Lamongan

Dapat Bantuan Bedah Rumah, Warga di Lamongan Malah Kecewa, Kenapa?