Home / Gresik

Rabu, 9 Juni 2021 - 16:47 WIB

Utamakan Kualitas, Ponpes Sunanul Muhtadin Lakukan Seleksi Ketat Tenaga Pengajar

Reporter : Progresnews

Utamakan Kualitas, Ponpes Sunanul Muhtadin Lakukan Seleksi Ketat Tenaga Pengajar

Utamakan Kualitas, Ponpes Sunanul Muhtadin Lakukan Seleksi Ketat Tenaga Pengajar

GRESIK, Progresnews.id.– Perkembangan zaman yang serba modern saat ini menuntut kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul sehingga bisa mengikuti kemajuan zaman. Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, tantangan zaman saat ini berbeda dengan era dulu.
 
 
”Hari ini tantangan perjuangan berbeda dengan zaman dulu, termasuk bagi kalangan santri. Dulu belum ada media sosial (medsos), sekarang medsos luar biasa sehingga kita harus bisa beradaptasi. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan SDM,” ujar Gus Jazil–sapaan akrab Jazilul Fawaid–saat melakukan seleksi tenaga pengajar SMP Modern Al-Maajid The Islamic Boarding School di Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Dusun Sidorukun, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (8/6/2021).
 
 
Dikatakan Gus Jazil yang juga Pembina Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, di era perjuangan dulu, santri umumnya berada di kelas menengah karena mereka menguasai perdagangan. Saat ini, umumnya santri justru berada di kelas bawah karena perdagangan saat ini justru tidak dikuasai kalangan santri. Karena itu, dirinya terpacu untuk mendirikan Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin yang mengombinasikan pendidikan modern dan keagamaan.
  
 
Menurutnya, pesantren yang didirikannya akan menekankan pada penguatan bahasa asing, khususnya Inggris dan Arab. Selain juga hafalan Alquran. Untuk menunjang kualitas pendidikan, pihaknya mendatangkan pengajar Bahasa Inggris langsung dari Basic English Course (BEC) Pare, Kediri yang merupakan pusat pengembangan Bahasa Inggris yang terbukti kualitasnya. ”Kita minta lulusan-lulusan dari BEC di Kampung Inggris Pare karena kualitasnya sudah teruji dalam pengembangan Bahasa Inggris,” katanya.
 
 
Sementara untuk pengembangan Bahasa Arab menggunakan Metode Amsilati untuk menopang pemahaman Bahasa Arab, khususnya dalam pengajaran kitab kuning.

Baca Juga:  Gus Yani dan Bu Min Resmi Dilantik, Forsis Gresik: Kami Akan Kawal Jargon Manut Kyai-nya

 
Menurutnya, ada empat hal yang harus dimiliki para santri. Pertama, mereka harus dibekali dengan Ilmu Etika. ”Seorang anak harus punya etika, ilmu tata krama. Bagaimana cara bergaul sesuai ilmu agama,” katanya.

 
Kedua, santri harus diberikan pemahaman ilmu matematika yang mumpuni. Ketiga adalah penguasaan bahasa asing, minimal dua bahasa internasional yakni Bahasa Inggris dan Arab. ”Keempat, anak ahrus dibekali ilmu mantek, ilmu logika. Ini sangat penting,” tutur Gus Jazil.
 
 
Dikatakan Gus Jazil, pesantren yang didirikannya memiliki visi untuk mencetak lulusan yang memiliki ilmu pengetahuan dan akhlaq. Karena itu, seleksi pengajar dilakuka secara ketat dengan melibatkan tim asesor dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
 
 
Sementara itu, Ketua Satuan Merdeka Belajar Unesa Dr Muhamad Sholeh yang menjadi salah satu tim penguji kandidat pengajar SMP Al-Maajid meyakini bahwa SMP Modern Al-Maajid akan menjadi sekolah unggul yang berkembang cepat. ”Saya optimistis pesantren ini akan berkembang dengan sangat cepat karena dengan proses manajerial yang dilakukan ini, mulai proses penyaringan tenaga pengajarnya yang sangat ketat, saya yakin yang mendaftar ini calon-calon terbaik,” tuturnya.
 
 
Menurutnya, Tim Unesa akan mendukung secara penuh pengembangan pendidikan di Ponpes Modern Sunanul Muhtadin. ”Kami dari Unesa akan melakukan standarisasi kompetensi pedagogik, materi ujinya dan micro teaching-nya terstandarisasi,” katanya.
 
 
Dalam proses seleksi guru, lebih dari seratus kandidat pengajar ikut mendaftar. Mereka diseleksi secara ketat hingga nantinya terseleksi tenaga-tenaga muda terbaik yang memiliki kompetensi untuk menjadikan SMP Modern Al-Maajid sebagai sekolah modern yang unggul. (*)

Share :

Baca Juga

Gresik

Santri Baru Sunanul Muhtadin Mulai Masuk Asrama, Gus Jazil: Akan Saya Didik seperti Anak Sendiri
Gus Yani dan Bu Min saat di temui media usai ditetapkan oleh KPU.

Gresik

HPN ke-75, Gus Yani-Bu Min Ungkap Harapan Agar Pers Indonesia Anti Hoaks
Sisa-sisa pohon kelapa di sekitar bekas Pasar Legi Kaliwot Bungah. Foto: Ipunk/Progresnews.id.

Gresik

Sejarah Desa Bungah yang Bergelimang Pohon Kelapa

COVID-19

Kasus Berita Hoax Kasdim 0817 Meninggal Usai Divaksin, Polres Gresik Segera Usut Dalangnya

Gresik

Momen HUT RI, GP Ansor Bungah Ziarahi Makam Pahlawan dan Muassis NU
Salah satu upaya dalam pemberlakuan PPKM adalah gencar lakukan operasi yustisi yang dilakukan oleh TNI-Polri serta Satpol PP.

COVID-19

PPKM Gresik Diperpanjang, Ini Ketentuannya

Gresik

Gus Jazil dan Bupati Gresik Beri Motivasi Guru dan Santri Sunanul Muhtadin

Daerah

Peringati Harlah Ke-92, LP Maarif NU Gresik Gelar Doa Bersama dan Potong Tumpeng