Usung Semangat Lawan Segala Bentuk Penindasan, Aliansi Mahasiswa Gresik Gelar Aksi Damai Memperingati International Students Day

Masa saat melakukan aksi di bundaran sentolang Gresik. Foto : Progresnews.id/Nufus

Gresik, Progresnews.id – Aliansi Mahasiswa Gresik kembali menggelar aksi demonstrasi menolak Undang Undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker) dengan mengusung tagar #MosiTidakPercaya.

Aksi yang dilakukan di Tugu Sentolang Kabupaten Gresik pada Selasa, (17/11) kemarin, dalam rangka memperingati International Students Day atau Hari Mahasiswa Internasional, dalam aksinya tersebut massa aksi membawa beberapa tuntutan.

Maksum salah satu peserta aksi mengatakan, ia melakukan aksi tersebut bukan bertujuan untuk mengganggu ketertiban umum atau melakukan kekerasan.

Masa saat melakukan aksi di bundaran sentolang Gresik. Foto : Progresnews.id/Nufus

“Kita di sini melakukan aksi bukan menuju kekerasan tetapi kita di sini menunjukkan, dan meminta penjelasan dari pemerintah karena permainan politik yang tidak logis,” kata Maksum.

Selain melakukan orasi, massa aksi juga menyebarkan selebaran di setiap lampu merah yang berisi seruan dan pengetahuan internasional Students Day 2020.

Dalam selebaran tersebut, Aliansi Mahasiswa Gresik menyebutkan bahwa pendidikan tidak lagi diposisikan sebagai bagian dari tanggung jawab negara atau pemerintah untuk menyelenggarakannya. Pendidikan menjadi bagian dari sasaran bisnis dan investasi serta untuk menopang kepentingan perusahaan besar melalui riset-risetnya.

Selebaran ajakan dalam rangka memperingati Internasional Students Day. Foto: Progresnews.id/Nufus

Karena itu, Aliansi Mahasiswa Gresik menyerukan untuk melawan segala bentuk pembungkaman dan kriminalisasi di dunia pendidikan serta menyerukan untuk mewujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat.

Sementara itu, Ilham koordinator aksi mengatakan, pihaknya tetap berjuang untuk menolak Omnibus Law.

“Semangat yang berusaha kami warisi dan kobarkan dalam perjuangan hari ini adalah menolak Omnibus Law dan semua penindasan serta kesewenangan yang dilegalkan,” Ucap ilham.

Masa saat melakukan aksi di bundaran sentolang Gresik. Foto : Progresnews.id/Nufus

Dia juga mengatakan International Students Day sendiri merupakan hari untuk memperingati perjuangan mahasiswa dan buruh dalam aksi demonstrasi anti-fasis dan anti-imperialis di Cekoslovakia pada tahun 1939. Namun, aksi tersebut direpresi oleh kaum fasis Nazi. Saat itu, lebih dari 1.200 pelajar dan mahasiswa ditangkap dan dikirim ke kamp-kamp konsentrasi Nazi. Sebanyak 9 mahasiswa serta dosen atau pengajar dihukum mati tanpa pengadilan pada 17 November 1939. Tidak terkecuali seorang buruh, Václav Sedláček, ikut menjadi korban dengan ditembak mati dalam peristiwa tersebut.

“Makanya, Hari Pelajar Internasional ini secara hakiki mengandung semangat perjuangan melawan penjajahan, kesewenangan, dan segala bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Terutama di Indonesia,” tandasnya.

Editor: Elsalim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.