Home / Lamongan / Sepak Bola / Warta

Kamis, 30 September 2021 - 17:39 WIB

Usai Kalahkan Persiraja, Iwan Setiawan Fokus Koreksi Kekurangan Tim Asuhannya

Pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan. Foto : Ist

Pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan. Foto : Ist

Lamongan, Progresnews.id — Seusai meraih hasil impresif saat meladeni Persiraja Banda Aceh, Pelatih Persela Lamongan Iwan Setiawan jadikan momen kemenangan timnya sebagai bahan koreksi.

Menurut Iwan, penampilan Persela masih memiliki banyak kekurangan. Terbukti dalam tiga pertandingan Persela mengalami kekalahan, yaitu saat berhadapan dengan PSIS Semarang, Persita Tangerang dan Persija Jakarta.

“Kalau boleh kita sesalkan, ada pertandingan-pertandingan yang semestinya kita dapat poin, seperti halnya kita lawan PSIS. Tapi kita kebobolan di injury time,” kata Iwan, Kamis (30/9).

Kekalahan atas PSIS tersebut memang terasa begitu menyakitkan, sebab sepanjang pertandingan Persela mampu mengimbangi permainan PSIS dan beberapa kali mampu menciptakan peluang. Sedikit kelengahan di penghujung laga membuat Persela gagal meraih poin di laga perdananya.

Baca Juga:  Jelang Lanjutan Shopee Liga 1, Persela Lamongan Genjot Latihan

“Pada saat kita harus kehilangan poin saat melawan Persita Tangerang, kita bermain dengan jumlah orang yang lebih, dimana kita juga sangat dominan,” tambahnya.

Masalah konsentrasi pemain juga kembali terulang saat menghadapi Persita pada pekan ketiga dan Persija pada pekan keempat. Di dua laga tersebut Persela harus menerima kekalahan, meski tampil lebih dominan.

“Terus pada saat kemarin kita lawan Persija kita kalah, itu kita luar biasa. Kita sama-sama tahu bahwa Persija sangat kuat sekali dalam bermain dengan gaya possesion. Tapi pada saat bertanding melawan kita kemarin, malah kita yang lebih dominan possesion-nya. Kalau nggak salah 60 banding 40 persen,” ucapnya.

Baca Juga:  Liga 1 Belum Jelas Bergulir, Persela Terpaksa Tunda Latihan

Selain masalah konsentrasi pemain, faktor lain yang membuat Persela kehilangan poin dari tiga pertandingan tersebut adalah buruknya penyelesaian akhir.

“Ini akan menjadi semacam cambuk, bahwa jangan mengulang. Jadi untuk kedepannya kami tidak boleh lagi mengulangi kesalahan ini, supaya bisa maksimal, sehingga Insya Allah akhir kompetisi kita berhenti di papan atas, sesuai dengan mimpi kita,” pungkasnya.

Kontributor : Ivan A.

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Olahraga

Cetak Dua Gol Saat Bersua Udinese, Ronaldo Lewati Gol Pele
Kantor PMI Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Kontrol Stok Darah Selama Ramadan, PMI Lamongan Ajak Keluarga Penerima Jadi Pendonor Darah
Perwakilan Rekor MURI Indonesia menyerahkan sertifikat Rekor MURI kepada Ketua RMI-PBNU Abdul Ghofar Rozin dengan disaksikan Ketua PBNU Said Aqil Siradj pada Malam Puncak Amanat Hari Santri 2021, Jumat (22/10). Foto: Istimewa.

Nasional

Luar Biasa, Jaya Suprana Sebut NU Pecahkan Rekor Dunia
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, Direktur Eksekutif Perkumpulan Terbatas untuk Pengakajian Masyarakat Adat (PtPPMA) Papua Naomi Marasian, dan Sely Martini dari The Reform Initiatives (TRI) dalam Podcast Seri 3: Belajar Dari Penerapan TAKE Kabupaten Jayapura, Selasa (5/10).

Nasional

TAKE Jayapura Untuk Melindungi Masyarakat Adat dan Lingkungan
Ilustrasi Pam Swakarsa. Foto: istimewa

Sospol

KNPI Tuban Soroti Wacana Reaktivasi Pam Swakarsa yang Digagas Kapolri
Juventus Dekati Ayah Lionel Messi Secara Pribadi

Olahraga

Juventus Dekati Ayah Lionel Messi Secara Pribadi
Ratusan massa aksi yang memadati halaman DPRD Lamongan. (Foto: Ammy)

Lamongan

Ratusan Massa Tuntut Banjir Segera Diatasi, DPRD: Dinas Terkait Tidak Punya Rencana Matang

Tuban

Ban Kempes, Dump Truck Terjun ke Jurang Sedalam 20 Meter