Umrah Perdana di Masa Pandemi, Sekjend Amphuri: Lebih Banyak Berasal dari PPIU

Pelepasan Umrah perdana oleh Dubes Saudi Arabia dan DPP AMPHURI, pada Ahad (1/11/2020), Foto: amphuri.org
Pelepasan Umrah perdana oleh Dubes Saudi Arabia dan DPP AMPHURI, pada Ahad (1/11/2020), Foto: amphuri.org

Gresik, Progresnews.id- Sebanyak 360 jamaah umrah perdana asal Indonesia secara resmi dilepas oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI).

Farid Aljawi serta Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi mengantarkan jamaah Umrah tersebut di Gate 8 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Ahad (1/11). Dengan menggunakan maskapai Saudia Airlines SV 817 dan SV 816.

Seperti dikutip dalam amphuri.org, Sekjen Amphuri Farid Aljawi mengatakan, jika umrah kali ini terbatas untuk kuota dan untuk jamaah umrah. Jamaah umrah perdana kali ini lebih banyak berasal dari pemilik maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU).

Farid menambahkan bahwa pihaknya telah mengagendakan untuk berangkat pada 8 November mendatang beserta para pengurus baik pusat maupun daerah dan para pimpinan PPIU dibawah naungan Amphuri.

Sementara itu, Kabid Umrah Amphuri Zakaria mengatakan, bahwa untuk persyaratan pemberangkatan umrah ini, calon jamaah harus bersedia mengikuti Swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR) sebelum atau maksimal 72 jam sebelum keberangkatan.

Terbitnya visa umrah untuk Indonesia sejak Jumat (30/10) menandakan bahwa Saudi Arabia telah mengizinkan jamaah umrah dari Indonesia untuk melakukan ibadah mulia tersebut dengan catatan pelaksanaan umrah dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan tertib dan disiplin.

Saat tiba di Saudi, calon jamaah diwajibkan karantina di hotel Mekkah selama tiga hari, serta hanya boleh melakukan satu kali ibadah umrah. Untuk usia pun hanya sekitar 18-50 tahun.

Editor: Nashir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.