Home / Nasional / Warta

Minggu, 28 Februari 2021 - 20:28 WIB

Tolak Perpres Miras, Gus Jazil: Kita Bukan Bangsa Pemabuk, Kita Berketuhanan

Reporter : Progresnews - Telah dibaca 45 kali

Gus Jazil Optimis Gus Yani-Bu Min Akan Jadikan Gresik Lebih Sejahtera.

Gus Jazil Optimis Gus Yani-Bu Min Akan Jadikan Gresik Lebih Sejahtera.

Jakarta, Progresnews.id – Penandatanganan aturan beleid oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Bidang Usaha Penanaman Modal menuai kontroversi. Poin yang menjadi kontroversi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tersebut adalah soal aturan minuman keras (miras).

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menilai Perpres Miras tersebut bertentangan dengan nilai Pancasila dan tujuan bernegara. “Saya selaku wakil ketua MPR RI menolak keras perpres miras sebab itu bertentangan dengan nilai pancasila dan tujuan bernegara, melindungi segenap tumpah darah Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya, Minggu (28/2).

Menurut Wakil Ketua Umum DPP PKB ini, miras lebih banyak kerusakannya (madharat) daripada manfaatnya. “Kita bukan bangsa pemabuk. Kita bangsa yang berketuhanan. Miras itu jalan setan, akan lebih besar kerusakannya daripada manfaatnya,” katanya.

Dikatakan Gus Jazil, investasi miras tidak akan sebanding dengan kerusakan yang akan dihadapi bangsa ini di masa yang akan datang.

“Kita sudah miskin, jangan dimiskinkan lagi dengan miras. Kita tahu Indonesia dalam krisis multidimensi, namun tolong jangan pertukarkan kesehatan jiwa kita dengan nafsu mendapatkan uang dari investasi miras. Celaka menanti kita,” kata politikus asal Pulau Bawean, Gresik ini.

Baca Juga:  Viral!! Video Nenek Tak Terurus di Lamongan Hebohkan Warganet, Begini Reaksi Pemdes Setempat
Seorang Siswi Diduga Bunuh Diri Akibat Belajar Daring, Jazilul Fawaid: Ini Protes Keras Dunia Pendidikan

Diketahui, Presiden Jokowi telah menandatangani aturan beleid Perpres Nomor 10 Tahun 2021 soal Bidang Usaha Penanaman Modal. Perpres tersebut ditetapkan pada 2 Februari oleh Jokowi dan diundangkan pada tanggal yang sama oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.

Dalam lampiran III Perpres ini, mengatur soal daftar bidang usaha dengan persyaratan tertentu. Salah satunya mengatur soal bidang usaha miras.

Dalam Perpres tersebut, disebutkan bidang usaha industri minuman keras mengandung alkohol berlaku dengan sejumlah persyaratan.

Poin (a), untuk penanaman modal baru dapat dilakukan pada Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.

Poin (b) penanaman modal di luar huruf a, dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan gubernur.

Baca Juga:  Sandiaga Salahuddin Uno Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Kedua, bidang usaha industri minuman mengandung alkohol (anggur). Persyaratannya, poin (a) untuk penanaman modal baru dapat dilakukan pada Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.

b) Penanaman modal di luar huruf a, dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan gubernur.

Ketiga, Bidang usaha: industri minuman mengandung malt. Persyaratannya: poin (a) Untuk penanaman modal baru dapat dilakukan pada Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.

b) Penanaman modal di luar huruf a, dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan gubernur.

Keempat, Bidang usaha: perdagangan eceran minuman keras atau alkohol.

  • Persyaratan: Jaringan distribusi dan tempatnya khusus.

Kelima, Bidang usaha: perdagangan eceran kaki lima minuman keras atau alkohol.

  • Persyaratan: Jaringan distribusi dan tempatnya khusus. (*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Peringatan Hari Ibu, Begini Pesan Bijak Gus Jazil

Nasional

Kampus Mengajar Angkatan Pertama, Empat Kampus Telah Mendaftar
Penjual pakaian bekas di sepanjang jalan pantura Kabupaten Lamongan. Foto : Progresmews.id/Ammy.

Lamongan

Bekas Berkualitas, Fenomena Pakaian Bekas Jadi Ajang Adu Gengsi di Lamongan
Penyidik senior KPK menganggap pelaporan atas dirinya tidak masuk akal dan aneh, Jumat (12/2). Foto: antaranews.

Nasional

Cuitannya Meninggalnya Ustaz Maher Dilaporkan, Ini Tanggapan Novel
Suasana evakuasi korban kecelakaan lalu lintas di pertigaan Deket. (Foto: Ammy)

Lamongan

Tewaskan Warga Lamongan, Sopir Truk Trailer Jalani Tes Urine dan Uji Kalayakan Kendaraan

COVID-19

Usulan 3.636 Vaksin Sinovac Dinkes Tuban Belum Final
Video Conference (Vidcon) Seminar Pembangunan dan Call For Paper yang digelar Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI), Minggu 18 Oktober 2020.

Nasional

Capai Pembangunan Maritim, ISRI Gelar Seminar Pembangunan

Tuban

Molor Sebulan, Jembatan Cincin Lama Kembali Dibuka