Tertib Aturan Pancasila, Generasi Muda Berusaha Membasmi Korupsi

Webinar Online pendidikan anti korupsi, Foto: Hidayah Nur Komariyah/Progresnews.id
Webinar Online pendidikan anti korupsi, Foto: Hidayah Nur Komariyah/Progresnews.id

Jakarta, Progresnews.id – Dalam rangka memberikan penghargaan atas Ideologi negara Indonesia yaitu Pancasila, Kemendikbud RI menyelenggarakan webinar online sebagai kemajuan untuk menggerakkan generasi muda agar selalu tetap aktif memberantas korupsi. Webinar ini diselenggarakan pada 6 Desember 2020, dihadiri oleh empat pemateri terhandal dari berbagai profesi, serta dihadiri 100 lebih peserta di seluruh indonesia. Tema yang di angkat kali ini adalah “Pendidikan Antikorupsi Sebagai Upaya Memperkuat Karakter Bangsa”.

Korupsi yang saat ini masih merajalela di muka negeri Indonesia, memberikan kericuhan dalam ketenangan hidup baik dalam ekonomi, sosial, budaya, maupun politik. Maka dengan adanya webinar online kali ini diharapkan agar generasi muda selalu aktif belajar, dan berusaha mengamalkan nilai-nilai pancasila sebagai salah satu bentuk anti korupsi.

Webinar online dihadiri oleh empat narasumber inspiratif diantaranya. Chatarina Muliana Girsang Inspektur Jendral Kemendikbud, Ratih Ibrahim Psikologi Klinis dan CEO Personal Growth, Nurul Gufron Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi, terakhir Okky Madasari Sastrawan dan Kandidat PHD Nasional University Of Singapore.

Sebagai generasi muda masa depan indonesia gemilang, diwajibkan bagi mereka untuk selalu tetap aktif beretika dalam lingkungan hidup mereka baik luar maupun dalam tanpa terkecuali. Karena sebagian dari akibat korupsi bukan saja dari segi uang, tetapi juga SDM bahkan karakter bangsa yang hancur.

Terlepas itu juga dalam penilaian pancasila yang di dalamnya terdapat nilai-nilai karakter yang harus bisa diapresiasikan oleh masyarakat indonesia, khususnya generasi muda berharap dapat mewujudkan nilai-nilai tersebut.

Selanjutnya perlu diketahui bahwa banyak perbedaan atas berbagai macam variasi dari suku, budaya maupun agama, dan dari keragaman tersebut sikap yang ditunjukkan haruslah berusaha memberikan pengayoman untuk negeri indonesia.

Salah satu narasumber, Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi Nurul Gufron menyampaikan inspirasinya dalam penyampaian materi webinar online kali ini.

Ia berkata “pendidikan adalah hal yang utama untuk tindak pidana korupsi, tergambar dari anak bangsa yang berkarakter, kalau karakternya bagus insyaallah masalah sosial termasuk KPK akan selesai, sebaliknya kalau dunia pendidikannya tidak berupaya mencetak karakter maka itu akan menuai masalah.” Tuturnya saat pemaparan materi, pada Minggu (6/12/20).

Melansir dari dampak-dampak korupsi dalam UU No 7 tahun 2006 yaitu, salah satunya adalah rusaknya demokrasi sebagai contoh dalam pemilihan pilkada yang awalnya dipilih oleh rakyat untuk rakyar, tapi faktanya kali ini beberapa demokrasi rusak karena malpolitik.

Runtuhnya hukum, sebagai salah satu karakter masa depan yang tidak mampu kembali menjamin keadilanya, rusaknya pasar harapanya diperlakukan adil dalam harga tanpa pengurangan timbangan, pelanggaran HAM, serta penyalagunaan wewenang, dan masih banyak lagi.

Dari berbagai masalah tersebut mampukah warga masyarakat Indonesia dapat berjuang mempertahankan pembelaan Negara mereka, serta generasi muda yang memperjuangkan nilai-nilai pancasila. Atau malah sebaliknya?!.

Editor : Kholis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.