Home / Nasional / Warta

Sabtu, 25 Desember 2021 - 16:26 WIB

Terima Remisi Natal, Ditjenpas bebaskan 79 Narapidana

Ilustrasi: Irfan Hidayat/Progresnews.id.

Ilustrasi: Irfan Hidayat/Progresnews.id.

Jakarta, Progresnews.id – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) memberikan Remisi Khusus (RK) Natal 2021 terhadap 12.641 narapidana yang beragama Kristen dan Katolik.

Dari 12.641 narapidana yang menerima RK, 12.562 orang mendapat pengurangan sebagian atau RK I, sedangkan 79 orang lainnya mendapatkan vonis bebas atau RK II.

“Remisi Natal ialah hak narapidana yang memenuhi syarat substantif dan administratif, sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tetapi, Remisi itu bukan hanya pengurangan masa hukuman. Hal itu juga diharapkan dapat meningkatkan keimanan serta motivasi narapidana untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” jelas Rika Aprianti selaku Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjenpas melalui keterangan tertulis, seperti dilansir ditjenpas.go.id, Sabtu (25/12).

Baca Juga:  3 Tanggul Air di Lamongan Jebol, TNI dan Polri Bantu Warga Lakukan Perbaikan Secara Swadaya

Menurut Rika, narapidana yang memeluk agama Kristen dan Katolik di seluruh Indonesia berjumlah 19.609 orang. Rinciannya ialah dari 12.562 narapidana penerima RK I, 2.296 orang di antaranya mendapatkan pengurangan 15 hari masa pidana, 7.884 orang mendapatkan pengurangan 30 hari, 1.854 orang pengurangan 45 hari, serta 528 orang pengurangan 60 hari.

Di samping itu, dari penerima RK II yang berjumlah 79 orang, 28 orang di antaranyabmendapat Remisi 15 hari, 34 orang mendapat Remisi 30 hari, 15 orang mendapat Remisi 45 hari, dan 2 orang mendapat Remisi 60 hari sebelum seluruhnya dibebaskan.

Baca Juga:  Maraknya PHK Sepihak di Industri Media, AJI Nyatakan Sikap Tegas

Sementara itu, berdasarkan persebaran wilayah, narapidana yang menerima RK Natal paling banyak berasal dari wilayah Sumatera Utara yaitu 2.456 orang, kemudian dari Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 1.756 orang, serta Papua sebanyak 1.158 orang.

Rika menambahkan, proses pemberian Remisi digelar secara online dengan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP).

Ia menjelaskan, remisi tersebut dapat menghemat anggaran makan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Menurutnya, dari penerima remisi secara keseluruhan, telah berhasil menghemat anggaran makan narapidana sebesar Rp6,6 miliar.

“Yang belum mendapatkan Remisi supaya bersabar dulu serta terus melakukan perbaikan diri, pada kesempatan selanjutnya agar bisa menikmati hal serupa,” imbuh Rika. [irf]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Daerah

Peringati Harlah Ke-92, LP Maarif NU Gresik Gelar Doa Bersama dan Potong Tumpeng

Nasional

Nekat Beroperasi Saat PPKM, Tempat Karaoke di Surabaya Kembali Disegel
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto , dalam Bimtek dan Pendampingan Penyelenggaraan Program Diploma Dua Jalur Cepat. Sumber Foto: Situs resmi Kemendikbud.

Nasional

Kemendikbud Buka Program D2 Jalur Cepat Tahun 2022/2023
Vaksin Covid-19 tiba di Puskesmas Gaji dengan pengawalan ketat aparat gabungan TNI dan Polri, Kamis (28/1).

COVID-19

Dinkes Tuban Distribusikan 1.307 Vaksin Bagi Tenaga Kesehatan di Tuban

Nasional

Puluhan Ribu Korban Banjir Sintang Mengungsi, Gus Muhaimin Perintahkan Kader PKB Berikan Bantuan
Bupati Kabupaten Fakfak Untung Tamsil saat menjadi pembicara pada acara puncak Festival Torang Pu Para Para dengan tema Memperkuat Kolaborasi Pasar untuk Pengembangan UMKM di Tanah Papua, Jumat (27/8).

Nasional

Bupati Jayapura dan Bupati Fakfak Dukung Pengembangan UMKM
Kantor DPU Bina Marga Lamongan. Foto: Ammy.

Lamongan

DPU Bina Marga Lamongan Beberkan Alasan Perbaiki Jalan Rusak di Pucangro Dengan Pedel

Nasional

Komnas HAM Layangkan Surat Panggilan kepada Kabareskrim Mabes Polri