Terangi Semangat Literasi, Komunitas Lapak Buku Lentera Rutin Gelar Lapak Baca Buku Gratis

Komunitas Lapak Baca Lentera dalam menggalakkan literasi di masyarakat luas, Rabu (21/10). Foto: ans/Progresnews.id.
Komunitas Lapak Baca Lentera dalam menggalakkan literasi di masyarakat luas, Rabu (21/10). Foto: ans/Progresnews.id.

Tuban, Progresnews.id – Kita semua tahu, buku adalah jendela dunia. Seperti apa yang dikatakan Buya Hamka, membaca buku-buku yang baik berarti memberi makanan rohani yang baik. Hal inilah yang menjadi alasan utama Komunitas Lapak Baca Lentera dalam menggalakkan literasi di masyarakat luas.

Ketua Lapak Baca Lentera, Rifan Maulana Putra mengungkapkan, ia mengaku gelisah dengan minat baca masyarakat yang rendah, baik itu mereka yang masih menempuh pendidikan ataupun masyarakat umum.

“Alasan kami mendirikan komunitas ini karena kami sangat prihatin terhadap minat baca di Indonesia,” kata Rifan yang juga aktivis PMII, Rabu (21/10).

Komunitas Lapak Baca Lentera dalam menggalakkan literasi di masyarakat luas, Rabu (21/10). Foto: ans/Progresnews.id.

Ia menambahkan, dirinya mengaku senang apabila pemuda desa juga ikut meramaikan kegiatan yang diselenggarakannya.

“Saya senang sekali melihat semangat para pengunjung yang selalu ramai saat kita ‘melapak’ di pinggiran jalan pantura,” tambahnya

Berdasarkan data dari UNESCO, tingkat minat baca masyarakat Indonesia sungguh memprihatinkan, yakni sebesar 0,001%. Yang berarti, dari 1.000 orang di Indonesia, hanya 1 orang memiliki ketertarikan dalam membaca.

Selain itu, Riset bernama World Most Literate Nations Ranked yang diselenggarakan oleh Central Connecticut State University 2016 lalu. Indonesia berada dalam peringkat ke-60 dari 61 negara untuk urusan membaca, dan masih dibawah Thailand dan Bostwana yang masing-masing menduduki peringkat 59 dan 61. Padahal dari tingkat infrastuktur, Indonesia berada di atas beberapa negara Eropa. [ans]

Editor: Alek Salim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.