Home / Jendela

Sabtu, 13 November 2021 - 09:51 WIB

Tebarkan Hikmah Maulid Nabi, KH Agoes Ali Masyhuri Ingatkan Pentingnya Hidupkan Kembali Sunnah Nabi

Jendela, Progresnews.id– Bukan KH Agoes Ali Masyhuri namanya, jika tidak menebar hikmah dengan energi positif dan selera humor tinggi. Ceramahnya yang jenaka dan bahasa ringan dengan wawasan luas dirindukan pendengarnya.

Pemangku Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidorajo ini semalam, Jumat (12/11) mengisi ceramah di Masjid Al Hidayah Sambipondok dalam rangka Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

“Tidak ada gubahan sastra, tidak ada bentuk syair, dan tidak ada susunan kata yang dapat menggambarkan tentang keagungan dan kebesaran Kanjeng Nabi Muhammad secara pas dan klop, saking agunge saking mulyane Rasulullah SAW” dawuh Kiai Ali Masyhuri, mengawali pengajian umumnya.

Kiai Ali Masyhuri menegaskan, sebab semesta ini pun dipersiapkan sedemikan rupa oleh Allah SWT, karena menyambut kehadiran Rasulullah Muhammad SAW.

Demi mempermudah pemahaman para hadirin, Gus Ali kemudian memberikan tamsil sederhana. Ia mengatakan bahwa kedatangannya malam itu misalnya, diikuti dengan berbagai kesiapan dan perubahan keaadaan.

“Logikae sebelum saya hadir di sini, apa ada banner ini? Apa ada kipas angin di sini? Apa ada babut bagus seperti ini? Apa ada terop?,” Tanyanya kepada hadirin. Sontak semua dengan tertawa menyatakan, “Tidak ada”. Pasalnya, memang karena pengajian semua dipersiapkan sedemikian rupa.

Baca Juga:  Manfaatkan Era Digital, Forkopimda Provinsi Jatim Bersama Kabupaten Gresik dan Santri Peringati Maulid Nabi

Ajak Sibukkan Dengan Kebaikan

Dengan suaranya yang khas, Kiai Ali Masyhuri mengatakan sebagai umat Rasulullah SAW, diperlukan niat dan tekad kuat dalam mengisi kehidupan yang singkat ini.

“Sebab hidup ini sebenarnya merupakan pergulatan antara kebenaran dan kebatilan. Jika anda tidak menyibukkan diri pada kebenaran, pasti anda disibukkan dengan kebatilan,” tuturnya.

Dari peribahasa yang populer tentang gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, Kiai Ali menuturkan jika sebagai umat nabi perlu memberikan catatan hidup yang baik. Istiqomah dalam iman, istiqomah dalam ketaatan, istiqomah dalam tauhid.

“Masak kita mati hanya meninggalkan janda dan hutang? Semoga kita mati dengan meninggalkan nama baik, prestasi, dan prasasti,” harapnya.

Empat Kunci Kebahagiaan

Kiai Ali Masyhuri mengungkap petuah dari ahli mengatakan jika mencintai Rasulullah merupakan pondasi. Iman kepada  rasulullah merupakan bagian pertama meraih kunci kebahagiaan dunia dan akhirat.

Baca Juga:  Belajar Otodidak, Pasutri ini Turut Lestarikan Batik Gresik

Kedua, dalam mencapai kebahagian mengagungkan Rasulullah SAW. “Mboten sekedar moco sholawat lan salam, mboten sekedar memperingati hari kelahirane, tapi ngagungano sing utama dan pertama yoiku urip-urip sunnahe Rosulullah, lebih-lebih bila sunnah itu dimatikan kebanyakan manusia,” tuturnya.

Disebutkan Kiai Ali Masyhuri, sunnah nabi yang mulai dimatikan lebih-lebih di era digitalisasi salah satunya yakni silaturrahmi. “Silaturrahmi iku siji jembarno rezeki, sing nomer loro ndowokno umur,” ungkapnya.

Yang Ketiga, membela rasulullah. “Sing dimaksud mbelo kanjeng nabi, yo iku mbelo agamane Allah sing dibeto kanjeng nabi, yang berupa Gelem mikire madrosah, gelem mikiri TPQ, gelem mikirimadin, gelem mikiri pondok pesantren, gelem mikiri gerakan-gerakan sosial keagaman. Sing sopone wong bah wis sholat, bah wis haji tapi gak berjuang, gak gelem mikiri rubuh tangine agamane Allah, nyuwun sewu-cek matek sakwayah-wayah sik nggowo cuilane munafek,” tandasnya.

Menjelang akhir ceramah agamanya, KH Agoes Ali menyampaikan poin yang keempat, yakni kebahagiaan dunia dan akhirat dapat diraih manusia yakni dengan mengikuti petunjuk Al Quran. [Chidir]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Mustakim saat ditemui di Cafe Cliff, Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, Selasa (5/10). Foto: Ipung/Progresnews.id.

Jendela

Mustakim, Ninja Monjali yang Tak Pernah Lelah Mengabdi
Picture by gettyimages

Jendela

27 November Sebagai Hari Tanpa Belanja, Apa Itu?
Ilustrasi Pelangi: Getty Images.

Jendela

Mengapa Menaruh Harapan Lebih kepada Pelangi? Ia Tidak Selalu Datang Setelah Hujan
Mbah Mat Kauli Gresik Pelestari Seni Tradisi Macapatan Khas Gresik

Jendela

Siapa Mbah Mat Kauli Gresik? Berikut Fakta-faktanya
Ilustrasi 5 Alasan Program Guru Penggerak Penting Bagi Pendidik. Ilustrasi: Kemendikbud.

Jendela

5 Alasan Program Guru Penggerak Penting Bagi Pendidik
Forum webinar dengan pembahasan Seni Thak-Thakan dari Desa Kenanti yang diikuti oleh Dosen Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang, Dr. Robby Hidajat, M.Sn.

Hiburan

Seni Thak-Thakan dari Tambakboyo yang Menyita Perhatian Budayawan Malang
Sisa-sisa pohon kelapa di sekitar bekas Pasar Legi Kaliwot Bungah. Foto: Ipunk/Progresnews.id.

Gresik

Sejarah Desa Bungah yang Bergelimang Pohon Kelapa
Twitter Team Trees Official.

Jendela

Hari Menanam Pohon Indonesia, Apa Sih Manfaat Menanam Pohon?