Tantangan Tim Keamanan Pilkada Gresik Di Tengah Pandemi

Tantangan Tim Keamanan Pilkada Gresik Di Tengah Pandemi
Wakapolda Gresik Slamet H.S memberikan keterangan terkait Pilkada. Foto: A.R Badruzzaman/Progresnews.id.

GRESIK – Kapolres Gresik AKBP Arief  Fitrianto pada hari Rabu (30/9) memberikan penjelasan terkait persiapan pilkada jelang pandemi.

Positifnya respons masyarakat untuk berpartisipasi pada pemilu yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang terus naik. Untuk saat ini sudah terdapat 77.5% partisipan yang akan mengikuti pilkada.

Jumlah tersebut memang lebih rendah dari tahun 2019 yang mana tingkat partisipasi warga sebanyak 85.18%. Namun, Polres Gresik yakin jika partisipasi tahun ini juga akan melampaui target partisipan tahun kemarin.

Kondisi pandemi saat ini juga menjadi tantangan bagi penyelenggara pilkada. Tentu hal tersebut mengubah skema pilkada yang sudah biasa dilaksanakan bertahun-tahun.

Jika biasanya warga akan berkumpul dan ramai dalam menyambut pilkada, di tengah pandemi ini warga harus tertib dan menaati protokol kesehatan, mulai dari mengurangi jumlah orang yaang berkumpul, tidak berkerumun, serta mengadakan bimbingan teknis kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Selain itu, Polres Gresik pada hari Rabu (30/9) melakukan pengecekan kesehatan jelang pilkada Gresik.

Sesuai perintah dari Polri, Kapolres Gresik juga akan membubarkan apabila terdapat masa paslon tertentu yang berkerumun saat pilkada.

Ia mengimbau agar masing-masing calon tidak membawa masa dalam jumlah banyak demi menjadi pendukung mereka. Jika terbukti melanggar maka yang bersangkutan tentu akan diberikan sanksi.

Hal tersebut sudah tertuang dalam undang-undang yang baru terkait dengan wabah Corona Disease. Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Non Alam Corona Virus Disease 2019.  Semua pihak diharapkan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetap oleh pemerintah pusat.

“Semua anggota Polres ditekankan untuk dapat bertindak professional dalam menjaga keamanan dan sesuai perintah Kapolri semua diwajibkan bergerak netral dan tetap kondusif, sehingga Pilkada Gresik berjalan aman, lancar, damai, dan sehat,” Ujar AKBP Arief Fitrianto.

Jajaran kepolisian di Gresik siap menindak tegas pelanggar protokol kesehatan selama pilkada 2020 berlangsung. Penyelanggaraan pilkada mesti dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Pihak kepolisian akan bersinergi dengan KPU Bawaslu dalam melakukan pengawasan terhadap tahapan pilkada salah satunya pada pelaksanaan kampanye. Hal ini dilakukan sesuai dengan peraturan KPU nomor 13 tahun 2020 dan diimbangi Maklumat Kapolri nomor : MAK/3/IX/2020, tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Serentak 2020.

“Pasangan calon dan pendukung harus menerapkan protokol kesehatan dalam tiap tahapan. Sesuai dengan peraturan yang ada seluruh jajaran kepolisian siap menjaga agar penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat,” Kata Wakapolda Slamet H.S, mendukung pernyataan AKBP Arief Fitrianto.

Guna menjaga kesehatan masyarakat di tengah berlangsungnya pesta pilkada, seluruh pihak diharapkan bersinergi untuk menjaga penerapan protokol kesehatan. Jika menemui pelanggar, diharapkan masyarakat yang tahu segera lapor ke tim keamanan. [nadia]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.