Home / Nasional / Warta

Rabu, 6 Oktober 2021 - 04:34 WIB

TAKE Jayapura Untuk Melindungi Masyarakat Adat dan Lingkungan

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, Direktur Eksekutif Perkumpulan Terbatas untuk Pengakajian Masyarakat Adat (PtPPMA) Papua Naomi Marasian, dan Sely Martini dari The Reform Initiatives (TRI) dalam Podcast Seri 3: Belajar Dari Penerapan TAKE Kabupaten Jayapura, Selasa (5/10).

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, Direktur Eksekutif Perkumpulan Terbatas untuk Pengakajian Masyarakat Adat (PtPPMA) Papua Naomi Marasian, dan Sely Martini dari The Reform Initiatives (TRI) dalam Podcast Seri 3: Belajar Dari Penerapan TAKE Kabupaten Jayapura, Selasa (5/10).

Jakarta, Progresnews.idBupati Jayapura Mathius Awoitauw mengapresiasi penerapan skema Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologis (TAKE) yang sudah berjalan dan mulai menjadi kekuatan Papua di masa depan.

“Saya memberikan apresiasi yang besar, bahwa TAKE ini akan menjadi kekuatan di masa depan untuk Papua dan mungkin juga ntuk seluruh Indonesia,” kata Mathius saat mengikuti “Kebijakan itu untuk melindungi masyarakat adat dan juga lingkungan. Karena itu sudah jadi satu. Tidak bisa dipisahkan.” Imbuhnya saat mengikuti Festival Inovasi Ecological Fiscal Transfer (EFT), Podcast Seri 3: Belajar Dari Penerapan TAKE Kabupaten Jayapura, Selasa (5/10).

Hal itu terlihat dalam PON XX 2021, promosi-promosi kreativitas dari lokal dan komoditas lokal gencar dilakukan berkat pemanfaatan transfer anggaran itu. Selain itu terdapat juga Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM) di kampung-kampung, yang itu dapat membuat banyak lowongan pekerjaan tercipta.

“Banyak orang yang mengapresiasi PON ini, terutama tentang penguatan kapasitas dan pemberdayaan kampung yang saat ini sedang berlangsung,” imbuhnya.

Selain itu, dalam gelaran PON XX, lanjut Bupati Mathius, banyak orang (termasuk para pejabat negara seperti Gubernur Jawa Tengah Gandjar Pranowo) yang mengapresiasi kampung-kampung di Jayapura.

Baca Juga:  FITRA Riau Dorong Penerapan TAKE Sebagai Inovasi Kebijakan

“Bahwa anak-anak muda sekarang ini lebih kreatif. Dan kemarin ada sejumlah menteri yang datang mereka langsung ke kampung dan mereka sudah punya komunikasi lewat media sosial dengan sejumlah pejabat. Dan mereka semua kreatif,” ungkapnya.

Kabupaten Jayapura merupakan pionir dan kabupaten pertama yang menerapkan skema TAKE di Indonesia, sebagaimana termaktub dalam Peraturan Bupati Jayapura No. 11 Tahun 2019 tentang Alokasi Dana Kampung Kabupaten Jayapura.

“Kebijakan itu untuk melindungi masyarakat adat dan juga lingkungan. Karena itu sudah jadi satu. Tidak bisa dipisahkan.” Imbuhnya.

Bupati Mathius juga mengapresiasi para generasi muda di Jayapura yang turut serta membantu menjaga tanah dan lingkungan mereka, sekaligus mengembangkan kreativitas mereka.

“Hal-hal unik yang dilakukan anak muda itu bisa dikembangkan. Anak muda bisa berkomunikasi dengan siapapun untuk mengembangkan kreativitasnya. Mereka sangat menghargai lingkungan, hutan dan dusun,” terangnya.

Karena itu, Bupati Mathius ingin agar pemerintah Jayapura mendukung dan mengembangkan kreativitas para anak muda tersebut.

Baca Juga:  TAPE Kalimantan Utara Beri Manfaat Nyata Bagi Kabupaten Tana Tidung

“Mereka lebih cepat untuk mengikuti perkembangan sistem yang ada. Tapi itu semua harus kita dukung dengan transfer-transfer dana yang tidak menyulitkan mereka, yang tidak melalui birokrasi yang sulit. Itu harus kita dorong, tapi bukan kita mengintervensi,” katanya.

Formula Alokasi Dana Kampung (ADK) yang digunakan di Kabupaten Jayapura berbeda dengan formula ADK pada umumnya yang biasanya memberikan alokasi dasar dan alokasi proporsional. Di ADK Jayapura, ditambahkan juga proporsi alokasi insentif dan alokasi afirmasi.

“Untuk teknisnya, kita sudah punya di peraturan-peraturan. Di aturan itu, diatur bagaimana peraturan keuangan kampung dengan alokasi-alokasi yang sudah kita lakukan. Selain alokasi umum, ada alokasi afirmasi, alokasi insentif dan sebagainya,” jelas Mathius.

Dengan demikian, dana yang didapatkan dari skema TAKE ini bisa digunakan oleh pemerintah kampung untuk mendukung peningkatan kapasitas pemerintahan kampung, pemenuhan layanan dasar, penanggulangan kemiskinan kampung, peningkatan ekonomi kelompok masyarakat dan perlindungan lingkungan hidup.

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Penyerahan suplemen dari perwakilan SD Muhammadiyah 1 GKB kepada Petugas Operasi Yustisi yang bertempat di GKB, Senin (18/1). Foto: Nufus/Progresnews.id.

Gresik

SD Muhammadiyah 1 GKB Bagikan Suplemen
Para pemateri dalam acara Seri Diskusi Pengelolaan Produk Inovatif Pangan Papua: Festival Torang Pu Para Para, Senin (16/8).

Nasional

Lestarikan Hutan dan SDA Papua, Program PAPeDA Ciptakan Produk Inovatif Berbahan Sereh Wangi
AKBP Miko Indrayana, Kapolres Lamongan.

Lamongan

Jangan Langgar Aturan di Jalan Ini, Jika Tak Mau Kena Sanksi E-Tilang
Ratna Mutia Marhaeni, Sosok Kartini masa kini. Sukses menjadi politisi muda di DPRD Lamongan dan ketua F-Partai PDI Perjuangan.

Lamongan

Agungkan Derajat Wanita dan Humanisme, Ratna Mutia Marhaeni Cerminan Kartini Masa Kini
Ratusan massa aksi yang memadati halaman DPRD Lamongan. (Foto: Ammy)

Lamongan

Ratusan Massa Tuntut Banjir Segera Diatasi, DPRD: Dinas Terkait Tidak Punya Rencana Matang
Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) meluncurkan Gerakan Pesantren Asuh di puncak rangkaian perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Minggu (31/10). Foto: Dok. TV9.

Nasional

3 Himbauan RMI PBNU Saat Launching Gerakan Pesantren Asuh
73 tahun bergelut dengan Macapat, Mat Kauli diganjar Penghargaan Dewan Kesenian Jatim, Sabtu (13/11). Foto: Tangkapan Layar Youtube ATV

Tokoh

73 Tahun Bergelut Dengan Macapat, Mat Kauli Diganjar Penghargaan

Nasional

Targetkan 100 Kursi DPR, PKB Mulai Safari Coaching Clinic DPC se-Indonesia