Home / Lamongan / Warta

Selasa, 1 Juni 2021 - 15:49 WIB

Tak Ada Peringatan Hari Lahir Pancasila di Desa Pancasila, Kok bisa?

Reporter : Adyad Ammy Iffansah

Situasi di salah satu jalan kampung Desa Balun Kecamatan Turi. Foto : Ammy.

Situasi di salah satu jalan kampung Desa Balun Kecamatan Turi. Foto : Ammy.

Lamongan, Progresnews.id — Dikenal dengan branding Desa Pancasila, momentum Hari Lahir Pancasila di Desa Balun Kecamatan Turi malah tak dirasakan warganya.

Desa yang dikenal rukun dengan keberadaan tiga agama dalam satu kawasan tersebut terlihat sepi tanpa adanya aktifitas peringatan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia tersebut.

Menurut pantauan Progresnews.id, hanya sedikit warga yang diketahui memasang bendera merah-putih di halaman depan rumah mereka, naman banyak diantaranya yang terlihat sepi tanpa adanya atribut kebangsaan di pemukiman warga.

Bahkan, sepintas aktifitas warga Desa Pancasila berjalan seperti tak mengetahui jikalau tiap 1 Juni di peringati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Baca Juga:  Semarak Bulan Bung Karno, GMNI Lamongan Adakan Kegiatan Monumental, Libatkan Pelajar dan Warga

Saat di telusuri, di Balai Desa setempat hanya ditemui beberapa orang saja dan enggan menjawab terkait perayaan Hari Lahir Pancasila di Desa Balun.

“Wah saya kurang tau mas, sekarang juga kan tanggal merah balai desa sepi libur semua, pak kades juga istirahat di rumah,” ungkap salah satu warga di Balai Desa Balun yang enggan di sebutkan namanya. Selasa (1/6).

Sontak hal tersebut, membuat rasa penasaran semakin menggebu-nggebu. Bagaimana bisa desa yang di tetapkan sebagai destinasi wisata religi sejak tahun 2019 lalu itu melupakan tonggak sejarah berdirinya bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Multitafsir, Gus Jazil Setuju Keinginan Jokowi Merevisi UU ITE

Sedangkan saat mencoba menemui Kades Desa Balun, Kusyairi di rumahnya beliau tidak bisa ditemui dengan dalih sedang beristirahat.

Meski begitu, pesona Desa Balun dengan beragam fakta mengenai kerukunan dan kemajemukan di tengah warganya tak bisa dilepaskan begitu saja.

Desa dengan tiga penganut agama, diantaranya Islam, Kristen, dan Hindu tersebut telah sukses manjadi potret desa dengan indeks kerukunan yang sangat tinggi.

Share :

Baca Juga

Suasana sidang gugatan praperadilan yang diajukan keluarga Alm. M. Suci Khadavi, Selasa(9/2). Foto: detikcom.

Hukum dan Kebijakan

Tok! Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Keluarga Khadavi Laskar FPI
Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Rusdi Hartono menyampaikan bahwa Polri akan menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, Kamis (11/2). Foto: sindonews.

Nasional

Komentari Kematian Ustaz Maaher, Novel Baswedan Dilaporkan ke Bareskrim

Lamongan

Taekwondo Indonesia Perluas Jaringan Hingga Ke Lamongan, Punya Komitmen Harumkan Nama Kota Soto
Kabag Kesra Setda Tuban, Eko Yulianto saat mencoba alat rukyatul hilal, Selasa (26/1).

Tuban

Dapat Hibah, Pemkab Tuban dan Kemenag Jajal Alat Rukyatul Hilal
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat, Irjen Pol Argo Yuwono. Foto: ANTARA.

Nasional

6 Oknum Polisi Penganiaya Herman Ditetapkan Sebagai Tersangka
IPNU Canggan menggelar Diskusi Teoritis & Skill di musala TP. Ihyaul Ulum pada Jumat (26/2).

Gresik

Dorong Kemandirian Ekonomi, IPNU Cangaan Gelar Diskusi Teoritis & Skill
Foto: Twitter Sekretaris Kabinet.

Nasional

Mendikbud Pastikan Dana BOS Papua Barat Meningkat 30 Persen di Tahun 2021

COVID-19

Kasus Berita Hoax Kasdim 0817 Meninggal Usai Divaksin, Polres Gresik Segera Usut Dalangnya