Home / Pupuk / Tuban / Warta

Kamis, 7 Januari 2021 - 10:08 WIB

Tahun 2021, Harga Pupuk Subsidi Mengalami Kenaikan

Reporter : Alfan Niam Sofi - Telah dibaca 236 kali

Kabid Tanaman dan Pertanian Dispertan Tuban, Darmadin Noor. Foto: Progresnews.id/Ans

Kabid Tanaman dan Pertanian Dispertan Tuban, Darmadin Noor. Foto: Progresnews.id/Ans

Tuban, Progresnews.id – Tahun 2021, pupuk bersubsidi mengalami kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) usai ditetapkannya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49/2020 tentang alokasi dan HET Pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2021.

Dalam rilis resmi pada surat nomor 0025/B/SA.04.03/24/DR/2021 terkait dengan penyaluran pupuk bersubsidi tahun anggaran 2021, harga yang harus ditebus distributor kepada Petrokimia Gresik ataupun kios menebus pada distributor akan disesuaikan dengan empat jenis pupuk yang mengalami kenaikan HET. Yakni SP-36, organik granul, Urea, dan ZA.

Baca Juga:  Bercermin Kejadian Polsek Astanaanyar yang Gunakan Narkoba, Polres Lamongan Gelar Tes Urine Dadakan

Berikut adalah kenaikan HET keempat jenis pupuk, SP-36 dari Rp2000/kg naik menjadi Rp2.400/kg, organik granul dari Rp500/kg menjadi Rp800/kg, Urea dari Rp1.800/kg menjadi Rp2.250/kg, ZA dari Rp1.400/kg menjadi Rp1.700/kg.

Kabid Tanaman dan Pertanian Dispertan Tuban, Darmadin Noor menjelaskan, kenaikan harga keempat jenis pupuk tersebut kebijakan dari pemerintah pusat untuk membuat alokasi pada setiap provinsi, dan dilanjutkan ke kabupaten/kota.

“Sampai hari ini, Provinsi belum membuat Surat Keputusan (SK) dan itu kebijakan dari pemerintah pusat. Kita hanya menerima kebijakan untuk melaksanakan,” jelasnya.

Baca Juga:  Gandeng Ikmaro, KPU Tuban Ajak Mahasiswa Jadi Pemilih Cerdas di Pilkada 2020

Saat ditanya mengenai teknis distribusi, pihaknya mengikuti arahan SK Menteri yang berlaku tertanggal 1 Januari, serta meminta untuk melakukan tindak lanjut dari produksi. Setelah ditetapkan Kepala Dinas Pertanian, maka sudah didistribusikan sesuai dengan kebutuhan dan jadwal yang sudah ada.

“Kalau yang pasti dari 100 persen yang diajukan kebutuhan petani di Tuban, dari pengalaman sebelumnya hanya 20-30% dari RDKK. Yang jelas, kalau menggunakan acuan RDKK semua kecamatan sudah kita ajukan,” pungkasnya.

Editor: Elsalim

Share :

Baca Juga

Mobil box yang mengangkut vaksin sinovac tahap pertama di Kabupaten Tuban.

COVID-19

Jatah Vaksin Covid-19 Tahap Pertama Sudah Tiba di Tuban

Nasional

Kampus Mengajar Angkatan Pertama, Empat Kampus Telah Mendaftar

Tuban

Ban Kempes, Dump Truck Terjun ke Jurang Sedalam 20 Meter
Suasana sore dan kegiatan lomba melukis di Wisata Soda, dengan menerapkan prokes ketat. Foto: Istimewa

Lamongan

Wisata Soda Lamongan, Solusi Ngabuburit Aman di Masa Pandemi

COVID-19

Vaksin Sudah Tersedia, Pemkab Tuban Bersiap Laksanakan Vaksinasi
Kondisi terkini salah satu pasar induk di Kabupaten Lamongan. Foto : Istimewa.

Lamongan

Awal Bulan Ramadan, Harga Bahan Pokok di Lamongan Masih Stabil
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat mengumumkan Surat Keputusan Bersama. Foto: Kemendikbud.

Pendidikan

SKB Tiga Menteri Kecualikan Aceh, Mendagri: Tugas Negara Menjamin dan Menjaga Kemerdekaan Beragama
Kedua koordinator perwakilan dari dinas pertanian dan kesehatan saat keluhkan rumitnya P3K. Foto: Ammy.

Lamongan

Ironis! Di Akhir Masa Jabatanya, Bupati Fadeli Diprotes Pegawainya Sendiri Terkait Rumitnya P3K di Lamongan