Home / Nasional / Warta

Selasa, 16 Februari 2021 - 18:29 WIB

Surati Jaksa, Kuasa Hukum HRS Minta Berkas Perkara Digabung

Reporter : Alfan Niam Sofi - Telah dibaca 11 kali

Kuasa hukum HRS, Aziz Yanuar melayangkan surat ke Kejaksaan untuk meminta persidangan keenam kliennya digabung dalam satu persidangan, Senin (15/2). Foto: sindonews.com.

Kuasa hukum HRS, Aziz Yanuar melayangkan surat ke Kejaksaan untuk meminta persidangan keenam kliennya digabung dalam satu persidangan, Senin (15/2). Foto: sindonews.com.

Jakarta, Progresnews.id – Tim pengacara HRS, Aziz Yanuar memohon kepada Kejaksaan untuk menggabungkan berkas perkara dari tiga kasus yang menjerat HRS.

Dalam surat tersebut, Aziz meminta enam tersangka yang terdiri dari Ahmad Sabri Lubis, Haris Ubaidilah, Ali Alwi Alattas, Maman Suryadi, Habib Muhammad Hanif Alattas, dan Idrus bisa dijadwalkan menjalani sidang secara bersamaan atas kasus pelanggaran protokol kesehatan.

Baca Juga:  Televisi Analog Akan Berakhir, Kominfo Dorong Digitalisasi Penyiaran

“Kami meminta kepada penuntun umum untuk menggabungkan seluruh berkas perkara klien kami dalam satu persidangan,” tulis Aziz pada keterangan tertulisnya, Senin (15/2).

Ia beralasan, penggabungan persidangan keenam kliennya dengan alasan cepat, dan biaya ringan.

“Hal demikian berdasarkan pada Asas Peradilan Sederhana, cepat dan biaya ringan,” tambahnya.

HRS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian serta kerumunan di Petamburan, dan kasus kerumunan di Megamendung, Bogor.

Baca Juga:  Peringati Hari Pahlawan, BUMN dan PT SIG Berikan Beasiswa Pada Putra Putri TNI-Polri

Lebih lanjut, Aziz Yanuar juga meminta berkas perkara HRS dipisahkan dari berkas perkara lima klien lainnya.

“Kami meminta kepada penuntut umum untuk memisahkan (split) seluruh berkas perkara klien kami ini dengan perkara klien kami Muhammad Rizieq alias Habib Muhammad Rizieq Shihab,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Gus Yani dan Bu Min saat di temui media usai ditetapkan oleh KPU.

Gresik

HPN ke-75, Gus Yani-Bu Min Ungkap Harapan Agar Pers Indonesia Anti Hoaks
Ilustrasi foto: finance.detik.com

Ekonomi

Bea Materai Rp10.000 Bakal Resmi Berlaku di Tahun 2021

Bojonegoro

Gus Jazil: Demokrasi Harus Jadi Alat Mensejahterakan Rakyat
Gus Jazil Optimis Gus Yani-Bu Min Akan Jadikan Gresik Lebih Sejahtera.

Nasional

Tolak Perpres Miras, Gus Jazil: Kita Bukan Bangsa Pemabuk, Kita Berketuhanan
Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umun Satpol PP Lamongan, Sutrisno saat mengarahkan belasan gepeng di Mapol PP Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Belasan Gepeng Diamankan Satpol PP Lamongan, Himpitan Ekonomi Jadi Alasan

Tuban

Molor Sebulan, Jembatan Cincin Lama Kembali Dibuka

Nasional

Batasi Kerja Jurnalis, KKJ Layangkan Sikap Ke MA
Andriani Salman Wally dan Yessi dalam Podcast Perspektif Beritabaru.co "Keadilan Akses Perempuan Terhadap Informasi SDA", pada Rabu (24/3).

Nasional

KIP Papua Ajak Perempuan untuk Berani Bertanya