Home / Nasional / Seremonia

Jumat, 29 Oktober 2021 - 12:15 WIB

Strategi 3 in 1 Kemendes PDTT Dukung Petani Muda

Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendesa, Harlina Sulistyorini saat mengikuti Webinar: Cipta Pertanian Berkelanjutan Bersama Pemuda, Festival Petani Milenial, Kamis (28/10).

Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendesa, Harlina Sulistyorini saat mengikuti Webinar: Cipta Pertanian Berkelanjutan Bersama Pemuda, Festival Petani Milenial, Kamis (28/10).

Jakarta, Progresnews.id – Pemerintah Indonesia telah berupaya memfasilitasi penyelenggaraan petani millenial khususnya di Papua. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Harlina Sulistyorini dalam Webinar “Cipta Pertanian Berkelanjutan bersama Pemuda”, Kamis (28/10).

Kemendes PDTT telah menyusun kerangka kebijakan yang mendukung pengembangan ekonomi dan investasi desa dalam sektor pertanian, salah satunya adalah dengan menyampaikan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke desa-desa.

Khususnya di Papua, Kemendes PDTT secara lebih spesifik mengembangkan potensi lokal di daerah tersebut. Apalagi, pertanian masih menjadi sumber pencaharian utama di Papua. Terdapat 1,2 juta penduduk di sana yang mengandalkan pertanian.

Harlina juga menjelaskan program yang tengah dijalakkan pemerintah. “Ada 74.961 desa yang menjadi locus kegiatan kami, dan kebijakan yang dikembangkan adalah 17 goals di dalam SDGs plus 1, karena 1 ini mengakomodir local wisdom yang ada di desa,” ujarnya. Dengan demikian, diharapkan potensi di daerah dapat terakomodir, mengingat setiap desa memiliki potensi masing-masing.

Program yang baru saja diadakan pada tahun ini adalah Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) sebagai langkah strategis untuk mengupayakan pemajuan ekonomi desa. TEKAD telah dilaksanakan di Papua, Papua barat, Maluku, Maluku Barat, dan Nusa Tenggara Timur. “Untuk Papua dan Papua Barat kita sudah melakukan komunikasi dengan kabupaten dan desa-desa yang ada di sana dan sudah mulai running,” tandasnya.

Baca Juga:  Erick Thohir Tegaskan Subsidi Listrik Diberikan Sampai Maret 2021

Kemendes PDTT Kenalkan 3 in 1, Apa Itu?

Khusus untuk dukungan Kemendes PDTT terhadap sektor pertanian, Harlina menjelaskan bahwa Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa telah mengadakan program untuk memfasiltasi kegiatan pertanian.

“Ketika ada yang mengawali membangun di desa [local champion], kami akan adakan pendampingan, pelatihan serta stimulan usaha. Kami menyebutnya 3 in 1,” ujarnya.

Pertama, pelaksanaan Pendampingan dilakukan oleh pemerintah dengan menggandeng stakeholder, baik itu mitra pembangunan, antar kementerian lembaga dengan kementerian pertanian, donor, maupun pihak swasta.

Kedua, pengadaan pelatihan yang diselenggarakan pemerintah, bekerja sama dengan perguruan tinggi atau swasta untuk melakukan peningkatan kapasitas bagi petani muda hingga masyarakat desa.

Terakhir adalah stimulan usaha, sebagai penyempurnaan pengembangan desa. Stimulan ini juga dioptimalkan melalui pemanfaatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Karena bagaimanapun ketika para milenial masuk sebagai petani atau memanfaatkan lahan tentu memerlukan modal usaha yang kita fasilitasi melalui kemitraaan. Bumdes menjadi salah satu tumpuan bagi masyarakat desa,” terangnya.

Baca Juga:  3 Himbauan RMI PBNU Saat Launching Gerakan Pesantren Asuh

Harlina menegaskan harapannya agar BUMDes menjadi rumah bagi petani millenial maupun pelaku usaha di desa hingga seluruh masyarakat desa. “Kalau kekurangan modal bisa komunikasi ke BUMDes, yang kita harapkan BUMDes menjadi penggerak ekonomi masyarakat, termasuk pemasaran dari hulu ke hilir. Potensi pemasaran akan lebih bernilai tawar kalau merupakan suatu kumpulan di desa. Skalanya lebih besar,” lanjutnya.

Webinar “Cipta Pertanian Berkelanjutan bersama Pemuda” merupakan bagian dari Festival Petani Millenial yang tahun ini mengambil tema “Ayo Kitorang Pulang Bangun Kampung.” Acara ini diadakan oleh The Asia Foundation dan PUPUK Surabaya bersama mitra-mitra terkait. Tujuannya adalah menjadi sarana berbagi cerita inovasi terkait pertanian berkelanjutan dan mendorong peran pemuda millenial untuk terlibat dalam sektor pertanian yang bernilai ekonomi namun tetap menjaga kelestarian hutan.(*)

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Nelayan di Tuban Terima Bantuan Konverter Kit Dari Kementerian ESDM

Ekonomi

Nelayan di Tuban Terima Bantuan Konverter Kit Dari Kementerian ESDM
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas Kuswandono dan host Arfan Adhi Kurniawan dalam Podcast seri ke-5 Sabtu (8/1).

Nasional

KLHK Dorong Inovasi Pengelolaan Hutan Berbasis Gender Melalui GLEADS dan TEACH

Nasional

Gus Jazil Ajak Para Dai Muda Ahli Alquran Manfaatkan Medsos untuk Berdakwah
Ilustrasi: Irfan Hidayat/Progresnews.id

Nasional

Sempat Berpindah-pindah Lokasi, Tersangka Investasi Palsu Alkes Rp1,3 Triliun Diringkus Polisi
Analis Kebijakan Pertama Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Paradhika Galih Satria saat menjadi pembicara pada Festival EFT, Senin (15/11).

Nasional

BKF Kemenkesu Sebut Kerjasama Pemerintah dan Swasta Jadi Kunci Keberhasilan Atasi Perubahan Iklim
Revisi RUU MK Menuai Banyak Kritik Hingga Pengesahannya

Hukum dan Kebijakan

Revisi RUU MK Menuai Banyak Kritik Hingga Pengesahannya
Foto: GTK Dikdas .

Jendela

Sepak Terjang Kurikulum Pendidikan Indonesia
Menteri Kesehatan Budi Gunadi dalam Webinar Vaksinasi Covid-19 yang bertajuk 'Peran Wanita Dalam Sukseskan Vaksinasi Covid-19 Mendukung Terwujudnya Ketahanan Keluarga' pada Senin (1/2).

Nasional

Sampaikan Dua Langkah Penting, Menkes Minta Bantuan Ibu-Ibu