Home / Pendidikan

Senin, 26 Oktober 2020 - 22:26 WIB

SMK Muhammadiyah 1 Gresik Eksiskan Kembali Teknologi Pertanian Lewat Perlombaan Pemuda Pelopor dan Sosialisai Masyarakat

Reporter : Ayu Fatmatuz Zahroh

Para siswa sedang memamerkan dua karya nya yakni alat penyemprot tanaman dengan sistem tata surya berbasis Solar Charge, dan alat penyemprot tanaman Smart Filed berbasis control Google Assistent.Foto: Ayu/Progresnews.id.

Para siswa sedang memamerkan dua karya nya yakni alat penyemprot tanaman dengan sistem tata surya berbasis Solar Charge, dan alat penyemprot tanaman Smart Filed berbasis control Google Assistent.Foto: Ayu/Progresnews.id.

Gresik, Progresnews.id- SMK Muhammadiyah 1 Gresik kenalkan kembali alat penyemprot tanaman berbasis panel surya hasil karya anak bangsa.

Setelah berhasil menyabet juara 3 dalam Surya Palo Awards 2019 lalu di Jakarta, SMK Muhammadiyah 1 Gresik (SMK MUTU) kembali kenalkan alat penyemprot tanaman berbasis panel surya yang sempat mereka pamerkan disana kepada masyarakat.

4 November 2019 lalu, di Jieexpo Kemayoran Jakarta, SMK MUTU menjadi salah satu SMK di Jawa Timur yang berhasil memamerkan dua karya nya yakni alat penyemprot tanaman dengan sistem tata surya berbasis Solar Charge, dan alat penyemprot tanaman Smart Filed berbasis control Google Assistent. Tak hanya memamerkan namun juga berhasil membawa predikat juara 3. Yakni dengan alat penyemprot Smart Field yang terpilih.

Maka dari itu, Mohammad Afrizal Fariz, sang pembina berinisiatif memperkenalkan kepada masyarakat terkai alat penyemprot tanaman dengan menggunakan sistem panel surya ini. Serta mengikuti Perlombaan Pemuda Pelopor Gresik yang mewakili Bungah. “Saat ini masih dalam tahap penjurian” ujar Afrizal.

Baca Juga:  Kapolres Gresik Launching Sekolah Tangguh Semeru di SMK Muhammadiyah 1 Bungah

“Karena persyaratannya dalam perlombaan ini adalah pribadi, tidak boleh menyangkut instansi manapun jadi saya pribadi mendaftarkan diri. Namun, saat penyuluhan kepada Masyarakat tetap melibatkan anak-anak karena bagaimanapun saya hanya membimbing” Jelas Afrizal.

Afrizal sendiri bersama tim risetnya yang terdiri dari Halwi Yudiat Pratama, ST., dan Maimun Mahadinuk Khuluq, ST., Yang tergabung dalam ‘Sangar Team’ serta 6 anak didiknya sekarang terfokus untuk memperkenalkan Desa Masangan, Kecamatan Bungah, Gresik sebagai Desa Teknologi Pertanian karena di Desa terdebut lahan pertanian yang luas serta terdapat agrowisata sayur yang menarik untuk dikembangkan.

Alat penyemprot tanaman dengan sistem tata surya berbasis Solar Charge, dan alat penyemprot tanaman Smart Filed berbasis control Google Assistent.Foto: Ayu/Progresnews.id.
Alat penyemprot tanaman dengan sistem tata surya berbasis Solar Charge, dan alat penyemprot tanaman Smart Filed berbasis control Google Assistent.Foto: Ayu/Progresnews.id.

Disana, Afrizal serta tim dan anak didiknya mulai memperkenalkan hasil karyanya sejak 2019 lalu.

“Tujuan saya mengikuti lomba ini untuk memperkenalkan masyarakat agar mampu membuat sendiri alat penyemprotan tanaman dengan sistem tata surya ini.” Imbuh pembina sekaligus peserta dalam Perlombaan Pemuda Pelopor.

Afrizal beroptimis jika nantinya, masyarakat akan mampu menciptakan alat ini secara mandiri karena selain bahan yang digunakan mudah ditemui, juga tak memakan banyak biaya dalam menciptakannya.

Baca Juga:  Pemkab Gresik Tetapkan Sekolah Tatap Muka Januari 2021

Anak didiknya sendiri dalam risetnya memakan waktu satu bulan secara terus menerus. Ia mengatakan bahwa dalam riset nya tidak mengalami kesulitan karena anak didiknya ini sudah mahir.

Dan untuk sosialisasi kepada masyarakat, Afrizal mengerahkan anak didiknya untuk mendampingi masyarakat dalam merakit alat penyemprot ini. “Sekitar antara 10-20 menit sudah bisa merakitnya.” Ungkap Afrizal mengapresiasi masyarakat yang antusias.

Untuk selanjutnya, Afrizal dan timnya akan kembali melakukan riset tentang penambahan frekuensi gelombang sekitar 1 Km untuk mengusik hama tikus yang akhir-akhir ini meresahkan petani.
“Di alat ini sudah kita tambahi alat pengusik hama tikus, tapi kemarin ada msukan dari masyarakat supsya bisa menyebar lebih luas. Jadi rencananya kita akan menambah freskuensi gelombang sekitar 1 km. Mudah-mudahan berhasil.” Harapnya saat menunjukkan langsung alat penyemprot tanaman hasil anak didiknya di Lab.

Editor: Rifqi.

Share :

Baca Juga

Daerah

Manfaatkan Ketenaran TikTok, Himafada Semarakkan Hari Bahasa Arab Internasional

Nasional

Kampus Mengajar Angkatan Pertama, Empat Kampus Telah Mendaftar
Rencana Pembelajaran Tatap Muka di Gresik, Ini yang Harus Dipersiapkan Pihak Sekolah

Daerah

Rencana Pembelajaran Tatap Muka di Gresik, Ini yang Harus Dipersiapkan Pihak Sekolah
Komunitas Lapak Baca Lentera dalam menggalakkan literasi di masyarakat luas, Rabu (21/10). Foto: ans/Progresnews.id.

Pendidikan

Terangi Semangat Literasi, Komunitas Lapak Buku Lentera Rutin Gelar Lapak Baca Buku Gratis
8 Program Kegiatan Pembelajaran Kampus Merdeka.

Jendela

8 Program Kampus Mengajar Kemendikbud
Foto: Twitter Sekretaris Kabinet.

Nasional

Mendikbud Pastikan Dana BOS Papua Barat Meningkat 30 Persen di Tahun 2021
Kemendikbud Buka Kembali Layanan ULT Tatap Muka

Nasional

Dengan Protokol Kesehatan Ketat, Kemendikbud Buka Kembali Layanan ULT Tatap Muka
Ratusan Mahasiswa Staida Gresik Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Daerah

Ratusan Mahasiswa Staida Gresik Ikuti Pelatihan Jurnalistik