Home / Nasional / Seremonia

Selasa, 16 November 2021 - 15:12 WIB

Skema EFT Dapat Dikembangkan Melalui Pendanaan Privat Sektor, Ini Penjelasan FITRA Riau

Triono Hadi saat menjadi pembicara pada Festival EFT Seri Focus Group Discussion (FGD), Senin (15/11).

Triono Hadi saat menjadi pembicara pada Festival EFT Seri Focus Group Discussion (FGD), Senin (15/11).

Jakarta, Progresnews.id – Sebagai tindak lanjut dari Festival inovasi Ecological Fiscal  Transfer (EFT) Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendanaan Lingkungan bersama The Asia Foundation (TAF) mengggelar Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk Pengembangan Skema EFT Melalui Pendekatan Privat Sektor.

FGD tersebut diadakan untuk berbagi pembelajaran penerapan atas praktek baik dari penerapan inovasi kebijakan insentif fiskal berbasis ekologi yang perlu disebarkan ke seluruh daerah di Indonesia, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, bahkan hingga ke tingkat desa.

Triyono Hadi, dari Fitra Riau yang juga sebagai perwakilan koalisi masyarakat sipil mengatakan bahwa pengembangan EFT bisa dilakukan melalui skema-skema pendanaan non APBN/APBD. “Yang istilahnya kita sebut sebagai pendanaan privat sektor,” ungkapnya saat membuka acara diskusi, Senin (15/11).

Baca Juga:  PTUN Jakarta Tolak Gugatan Eks Kepala BPPBJ DKI Terhadap Anies Baswedan

Menurut Triyono, diskusi yang dilakukan berawal dari sebuah gagasan yang selama ini diinisiasi oleh koalisi masyarakat sipil untuk pendanaan lingkungan hidup melalui berbagai skema-skema pendanaan yang dapat digunakan sebagai strategi kebijakan pendanaan lingkungan hidup.

Triyono melihat ada potensi dan peluang terkait bagaimana skema EFT bisa dikembangkan melalui pendanaan dari luar pemerintah. Karena pihaknya mendapati adanya problem fluktuatif kondisi keuangan Pemda yang tidak begitu memadai untuk membiaya program pemulihan lingkungan hidup dan pencegahan perubahan iklim secara masif.

“Ini kemudian menjadi satu catatan bagi kami, dari koalisi masyarakat sipil, untuk bagaimana EFT kemudian bisa dikembangkan melalui pelbagai skema-skema pendanaan lainnya,” tuturnya.

Baca Juga:  Jokowi Tegaskan Vaksin Booster Akan Diberikan Secara Gratis, Berikut Syarat dan Ketentuanya!

Salah satu idenya, lanjutnya, adalah bagaiman EFT bisa diimplementasikan atau bisa diintegrasikan dengan pendanaan-pendaan yang lain. “Tentu berangkat dari perspektif- perspektif yang kemudian dikembangkan di beberapa daerah. Bagaimana kolaborasi privat sektor dengan pemerintah daerah, misalnya forum CSR da lain sebagaimana,” jelas Triyono.

Meski demikian, Triyono tetap memandang perlu skema pendanaan privat sektor tersebut untuk didiskusikan. “Tentunya dengan tujuan agar kita bisa mendapatkan satu gambaran bagaimana kemudian peluang EFT ini bisa diterapkan dengan skema pendanaan non APBN/APBD,” ujarnya.

Ia berharap diskusi tersebut menghasilkan konsep-konsep baru dalam penerapan skema EFT. “Nanti kami dari masyarakat bisa meneruskan untuk kemudian membangunkan konsep yang memungkinkan untuk bisa kita terapkan,” tukas Triyono. (*)

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pesan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara Pertemuan Pasukan Operasi Lilin 2021 di Polda Metro Jaya, Kamis (23/12).

Nasional

Menjelang Nataru, Kapolri Ingatkan Ancaman Kelompok Intoleran-Radikal
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangannya di kantor presiden (4/2). Sumber Foto: BPMI Setpres.

Nasional

Imlek di Tengah Pandemi, Pemerintah Imbau Perayaan Dilakukan Dengan Sederhana dan Taat Prokes
Jokowi dalam peringatan hari ulang tahun Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jakarta, Rabu (22/12). Foto: Humas Setpres.

Nasional

Maraknya Kritikan ‘Rakyat Tidak Makan Aspal’, Jokowi: Akan Terus Dikerjakan
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pernyataan tentang Vaksinasi Dosis Ketiga di Istana Merdeka, Selasa (11/1). Foto: youtube Sekretariat presiden

COVID-19

Jokowi Tegaskan Vaksin Booster Akan Diberikan Secara Gratis, Berikut Syarat dan Ketentuanya!
Presiden RI Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amien menabuh rebana pertanda dibukanya acara Muktamar NU ke-34 yang digelar di Lampung pada 22-23 Desember 2021. Foto: Kemenag.go.id

Nasional

Gus Yaqut Tegaskan Tak Ada Intervensi Kemenag di Muktamar NU

Nasional

Ratusan Ulama NU Wafat selama Pandemi, Gus Muhaimin Ajak Jaga Para Kiai

Nasional

BMI Jatim Turut Menyambut Kedatangan AHY di Surabaya

Nasional

Muhammadiyah Desak Bentuk Tim Independen Terkait Insiden Penembakan 6 Pendukung FPI