Home / Opini

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 18:15 WIB

Sidang Tahunan MPR Momentum Tumbuhkan Pesan Optimisme Kebangsaan

Reporter : Progresnews

Dr. H. Jazilul Fawaid SQ., MA. 
Wakil Ketua MPR RI

Dr. H. Jazilul Fawaid SQ., MA. Wakil Ketua MPR RI

Oleh: Dr. H. Jazilul Fawaid SQ., MA.
Wakil Ketua MPR RI

Opini, Progresnews.id – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI akan menggelar Sidang Tahunan pada Senin (16/8/2021) besok. Presiden Joko Widodo dijadwalkan menyampaikan pidato laporan kinerja lembaga-lembaga negara dalam menjalankan tugas dan kewenangannya selama setahun terakhir. Melalui pidato Presiden, rakyat bisa mendengarkan sekaligus mengevaluasi kinerja kelembagaan pemerintahan atau lembaga negara.

Sidang Tahunan MPR menjadi momentum untuk menumbuhkan pesan optimisme kebangsaan. Indonesia harus segera bangkit dari keterpurukan. Pembangunan bangsa ini harus dilanjutkan. Kita tahu bersama bahwa Indonesia adalah bangsa yang tangguh dan kuat. Rakyat harus memiliki semangat dan optimisme bahwa bangsa ini bisa segera bangkit kembali dari keterpurukan yang terjadi selama lebih dari setahun terakhir.

Seperti kita ketahui bersama, sudah lebih dari setahun, bangsa Indonesia dirundung duka akibat pandemi Covid-19. Sejak kasus pertama ditemukan di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu, per Jumat (13/8/2021) kemarin, tercatat total ada 3.804.943 kasus Covid-19. Sedikitnya sebanyak 115.096 warga meninggal dunia. Dan hingga saat ini kasus aktif masih mencapai 400.129 orang yang terjangkit Covid-19. Tidak hanya Indonesia, hal yang sama juga terjadi di seluruh penjuru dunia.

Tidak hanya dampak kesehatan, pandemi Covid-19 nyatanya telah memporak-porandakan perekonomian kita. Indonesia bahkan masuk ke jurang resesi. Berbagai usaha masyarakat ambruk, maskapai penerbangan dan berbagai bisnis transportasi lainnya ”megap-megap”. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) banyak yang gulung tikar. Pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi dimana-mana bahkan sejak masa awal-awal pandemi terjadi.

Apalagi ketika pemerintah dengan sangat terpaksa memberlakukan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa-Bali, kehidupan masyarakat bak mati suri. Pergerakan aktivitas masyarakat terpaksa harus berhenti atau sangat terbatas. Bekerja, belajar dan berbagai aktivitas lain harus dilakukan di rumah saja. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya berhenti total.

Baca Juga:  PPnBM Dihapus, Beli Mobil Baru Dapat Banyak Diskon

Proses belajar mengajar baik di sekolah maupun perguruan tinggi sudah sejak awal pandemi dilakukan secara virtual. Tentu hal ini bakal berdampak sangat serius terhadap masa depan generasi bangsa ini. APBN kita tersedot cukup banyak untuk penanganan Covid-19 dan berbagai dampak turunannya. Pemerintah terpaksa melakukan refocusing anggaran di seluruh kementerian dan lembaga untuk penanganan Covid-19. Secara umum, perekonomian kita babak belur.

Namun, belakangan ada secercah harapan ketika Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporannya terbarunya awal bulan ini menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia triwulan II-2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,31% (q-to-q). Dari sisi produksi, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,93%. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 29,07%.

Ekonomi Indonesia triwulan II-2021 terhadap triwulan II-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 7,07% (y-on-y). Dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,10%. Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 31,78%.

Ekonomi Indonesia semester I-2021 terhadap semester I-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 3,10% (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 7,78%. Sementara dari sisi pengeluaran semua komponen tumbuh, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 18,51%.

Pertumbuhan (y-on-y) triwulan II-2021 terjadi di semua kelompok pulau. Hal ini terutama terlihat pada kelompok provinsi di Pulau Jawa, dengan kontribusi sebesar 57,92%, dan pertumbuhan (y-on-y) sebesar 7,88%.

Dari sisi kesehatan, mengacu pada data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 12 Agustus 2021, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) untuk ruang isolasi di rumah sakit di seluruh provinsi, tidak ada yang mencapai 80%. Pelaksanaan PPKM level 4 di Jawa-Bali berhasil menurunkan kasus Covid-19 sehingga status level wilayah mengalami perubahan. Meskipun, untuk ruang Intensive Care Unit (ICU), masih terdapat beberapa provinsi dengan BOR di atas 80 persen, di antaranya adalah Bali, Kalimantan Timur, Bangka Belitung, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Riau.

Baca Juga:  Final Copa Italia, Kemenangan Adalah Harga Diri Juventus dan Pirlo Wajib Meraihnya

Jika kita melihat angka-angka diatas, sudah sewajarnya dan menjadi keharusan bersama bahwa kita harus punya optimisme untuk segera bangkit kembali. Tidak boleh masyarakat kita patah semangat dan patah harapan. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk saling menyalahkan. Kita semua, bangsa ini harus bersatu padu, merapatkan barisan untuk bersama-sama bangkit dari kondisi sulit ini.

Dan bila melihat sejarah bangsa ini, kita punya sejarah sebagai bangsa yang sangat kuat dan tangguh. 350 tahun dijajah bukan waktu yang singkat dan akhirnya bangsa ini bisa bangkit dan merdeka. Ini adalah bukti bahwa bangsa kita bukan bangsa yang lemah. Kini, sudah genap 76 tahun bangsa ini merdeka dan membangun. Bila saat ini di usianya yang mencapai 76 tahun bangsa ini diuji dengan pandemi yang mengakibatkan krisis multidimensi, tentu kita harus bangkit bersama, menguatkan soliditas agar segera keluar dari kesulitan ini. Dan karena lawan yang kita hadapi saat ini adalah lawan yang tidak terlihat, virus yang tidak tampak dan nyata maka pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kesehatan.

Mari kita sama-sama terus menjaga protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Itu kunci. Lakukan apa yang diarahkan oleh pemegang kebijakan dalam ranah kesehatan. Kita harus yakin bahwa para ahli kita telah dan terus melakukan yang terbaik dalam upaya merdeka dari kondisi sulit saat ini. Mari kita sama-sama mendukung kebijakan pemerintah, dengan tetap memberikan masukan-masukan dan kritik yang konstruktif agar penanganan pandemi ini berjalan pada rel yang benar. (*)

Share :

Baca Juga

Jangan Lupa Mendongeng

Opini

Jangan Lupa Mendongeng
Bendera NU di tengah para jamaah.

Opini

Pandji, NU dan Kita
Farkhan Evendi, Ketua Umum Bintang Muda Indonesia.

Opini

Spartanitas BMI
Ilustrasi @visual dari Unplash yang menunjukkan bahwa virus corona merubah segalanya tanpa mengenal ras.

Opini

Pandemi Benar-Benar Merubah Pola Kebiasaan Masyarakat

Opini

Andai European Super League Benar Terjadi, Inilah Potret Liga Champions Eropa

Opini

Fase ‘Mondok’ Sebenarnya Sudah Ada Sejak Zaman Mahabarata
Pentingnya Perubahan Perilaku Dalam Belajar

Opini

Pentingnya Perubahan Perilaku Dalam Belajar

Opini

Eksploitasi dan Humiliasi Tiada Henti Promotor HP, Imbas Sempitnya Lapangan Kerja di Indonesia