Home / Jendela

Jumat, 24 Desember 2021 - 20:02 WIB

Serba-serbi Muktamar NU ke-34: Dari yang Lucu Sampai yang Trenyuh

Jendela, Progresnews.id – Telah purna gelaran Muktamar NU ke-34 di Lampung. KH Miftahul Akhyar ditetapkan sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2021-2026.

Sepanjang gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama pada 22-24 Desember 2021, banyak kisah menarik yang dapat kita simak mulai dari yang lucu-lucu dan membuat kita tersenyum hingga yang membuat hati kita trenyuh.

Kisah-kisah tersebut, selain mempunyai makna yang mendalam, juga menunjukkan bagaimana kekhasan warga Nahdliyin — yang notabene para santri — dengan kultur pesantren.

Dikumpulkan dari berbagai sumber, berikut sederet cerita dan dokumentasi Muktamar NU ke-34 yang unik dan khas pesantren.

Guyonan Kategori Peserta

Foto: Instagram AlifId

Ada dua kategori peserta Muktamar NU ke 34 yang dihelat di penghujung tahun 2021.

Peserta Muktamar yang memiliki keabasahan dan mewakili PWNU, PCNU, PCINU dan yang secara administratif organisasi memenuhi syarat selanjutnya disebut Muktamirin.

Nah, ada juga peserta Muktamirout. Yang tentu saja berangkat dari inisiatif sendiri. Inisiatif cinta, ingin bersilaturrahim, hingga ngalap barokah dari gelaran yang penuh berkah ini.

Kendati sama-sama memiliki komitmen dan andil besar dalam mensukseskan gelaran Muktamar, namun Muktmirout lah yang dirasa banyak menyumbangkan donasi untuk para Pedagang kaki lima, warung kopi, toko yang berada di area gelaran Muktamar ke-34.

Sandal Tertukar

Foto : Ilustrasi

Sandal tertukar ini menjadi guyonan yang serius. Serius, karena bisa jadi sandal itu milik Kiai sepuh, atau milik Gus yang punya jutaan follower di media sosialnya.

Baca Juga:  Program Sekolah Penggerak Wujud Refleksi Tiga Program Sekolah Sebelumnya

Maka itu, kabar sandal tertukar pun segera mendesak disampaikan di tengah rasa tegang pemungutan suara bakal calon.

“Izin para kiai, yang tadi salah subuh sebelah kiri. Sendalnya yang merasa tertukar.. mohon.. sandalnya tertukar mungkin sebelah,” kata pembawa acara, dalam video yang diunggah NUgaris lucu.

Nggak Boleh Ngudud

Betapa pusingnya kepala Mustamirin yang mayoritas merupakan penikmat udud. Fungsi menopang rasa tenang dan menangkis kantuk dengan bermain-main asap rupanya harus diabaikan sementara waktu.

Salah satu kegelisahan peserta forum yang tidak bisa menahan untuk ngudud seperti unggahan twitter Pengurus Lesbumi NU @candramalik dalam unggahannya, ia memberikan komentar “Hemmm,”.

Naik Sepeda Motor

Mbah Sifak, Banser Senior asal Pacitan Jawa Timur. Kendati usianya tidak muda lagi, yakni 57 tahun semangatnya bulat menghadiri Muktamar NU ke-34. Foto: Instagram GP Ansor

Banyak sekali warga Nahdliyin yang ingin hadir pada gelaran Muktamar NU ke-34 ini. Baik dari tingkat ranting hingga Pusat. Semua ingin melihat Muktamar dari dekat.

Yang mujur mungkin akan dapat barengan serombongan dengan pengurus. Ada pula yang berangkat sendiri.

Nah salah satunya Mbah Sifak, Banser Senior asal Pacitan Jawa Timur. Kendati usianya tidak muda lagi, yakni 57 tahun, namun semangatnya tidak terpatahkan perjalanan kurang lebih 946 kilometer.

Kisah Mbah Sifak dengan motor perjuangannya diabadikan dalam akun instagram @gp.ansor.

PAM Ribuan Banser

Kekuatan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) juga mengisi lini masa Muktamar NU 34.

Baca Juga:  Penutupan Muktamar NU ke-34, Wapres: Akhir yang Menyenangkan

Banser telah menjadi kekuatan besar Nadhlatul Ulama. Ribuan banser nampak berderet. Lain itu, Banser juga turut andil dalam menjaga kondusifitas forum Muktamar NU ke 34.

Qasidah Muktamar NU

Qasidah Muktamar NU ke 34, menyambut gelaran dengan penuh citarasa kekhidmatan dan cinta kepada Nahdlatul Ulama. Foto: Tangkapan layar Youtube TVNU

Alunan Qasidah Muktamar NU yang diciptakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ma’had Aly, KH Afifuddin Muhajir dengan aransemen oleh Musisi Sastro Adi yang juga Pengurus Pusar Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim (LESBUMI PBNU).

Notasi Kang Sastro Adi serta gubahan syair Qasidah Muktamar Kiai Afif ini juga menghantarkan rasa cinta, kedamaian serta makna kekhidmatan menuju ke Gelaran Muktamar NU ke 34.

Foto Presiden Soekarno dan Gus Dur

Energi. Foto Presiden RI Soekarno mendorong warga Nahdliyin untuk hadir di Muktamar NU ke 34 di Lampung. Foto : Instagram NU Online Jatim.

Bagi yang berhalangan hadir, pasti akan merasa teriris. Terlebih membaca kutipan Presiden Soekarno yang muncul beberapa saat sebelum gelaran Muktamar NU 34 di buka.

Juga foto KH Abdurrahman Wahid, yang Muktamar NU ke 34 bertepatan dengan Bulan Gus Dur. Dalam foto tersebut, yang melihat akan seolah-olah merasakan Gus Dur turut menghadiri gelaran Muktamar NU ke 34.

Adab Luhur Gus Yahya kepada KH Said Aqil

Takdzim. Gus Yahya mencium tangan KH Said Aqil Siradj usai pemungutan suara. Foto : Istimewa

Di akhir Muktamar, Gus Yahya yang unggul melalui pemungutan suara tetap takdzim, dan memuliakan KH Said Aqil Siradj.

Di hadapan awak media Gus Yahya bahkan menyebut jika Kiai Said adalah guru sekaligus yang membukakan jalan dirinya. Ketakdziman Gus Yahya saat mencium tangan Kiai Said beredar luas. [dir]

Share :

Editor : Admin 2

Baca Juga

Picture by Getty Images.

Jendela

Kenali 3 Tipe Gaya Belajar Berikut, Simak dan Identifikasi Tipe Seperti Apa Kamu?
Eko Jarwanto, guru sejarah inspiratif penuh prestasi, sedang menunjukkan salah satu buku sejarah karangannya, Ngandjoek. Foto: Progresnews.id.

Jendela

Eko Jarwanto, Guru Sejarah Inspiratif Penuh Prestasi
Forum webinar dengan pembahasan Seni Thak-Thakan dari Desa Kenanti yang diikuti oleh Dosen Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang, Dr. Robby Hidajat, M.Sn.

Hiburan

Seni Thak-Thakan dari Tambakboyo yang Menyita Perhatian Budayawan Malang
Gambar: Twitter Resmi World Diabetes Day @WDD

Jendela

Dua Fokus Penting dalam Memperingati Hari Diabetes Sedunia 2021
Asyik. Anak-anak UPT SDN 13 Tlogopatut saat Jam Kunjung Perpustakaan. Foto: Dokumentasi/Progresnews.id

Jendela

Kisah Bu Fina, Guru Sekolah Inklusi Ajarkan Semangat Literasi
Foto: GTK Dikdas .

Jendela

Sepak Terjang Kurikulum Pendidikan Indonesia
3 Jenis Memori Pada Manusia. Picture by gettyimages

Jendela

3 Jenis Memori Pada Manusia yang Harus Kalian Tahu!
Ilustrasi Program Sekolah Penggerak dari Naskah Akademik Kemendikbud.

Jendela

Program Sekolah Penggerak Wujud Refleksi Tiga Program Sekolah Sebelumnya