Home / Lamongan / Warta

Rabu, 10 Februari 2021 - 13:08 WIB

Seorang Guru di Lamongan Diduga Perkosa Muridnya Lebih dari 10 Kali

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 327 kali

Suasana berlangsungnya konferensi pers di ruang tunggu satreskrim Polres Lamongan. (Foto: Ammy)

Suasana berlangsungnya konferensi pers di ruang tunggu satreskrim Polres Lamongan. (Foto: Ammy)

Lamongan, Progresnews.id — Aksi biadab dilakukan guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di Lamongan. Pasalnya, guru yang harusnya mendidik malah menyetubuhi anak didiknya sendiri.

Perbuatan keji tersebut dilakukan guru berinisial F (26) yang mengajar sebagai pembina Bola Volly di salah satu sekolah strata SMA yang berada di Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan Jawa Timur.

Peristiwa yang menimpa siswi yang berinisial DIF (17) itu berhasil diungkap Satreskrim Polres Lamongan setelah menerima laporan dari warga sekitar.

“Kamis (28/1) tepatnya kami menangkap terduga tersangka pencabulan di rumah pelaku,” ungkap AKBP Miko Indrayana saat konferensi pers di ruang tunggu Satreskrim, Rabu (10/12).

Setelah di lakukan penyelidikan mendalam, Miko berkata perbuatan bejat ini dilakukan lebih dari 10 kali di rumah pelaku.

Baca Juga:  Zona Orange, Pemkab Bojonegoro Terbitkan Surat Resmi PPKM

“Dari kurun waktu Maret 2019 sampai Oktober 2020 pelaku melancarkan aksinya kurang lebih 10 kali,” katanya.

Sedangkan, menurut pengakuan korban dirinya tak kuasa menolak permintaan sang guru. Lantaran, setiap dirinya menolak melayani nafsu bejat sang guru ia selalu diancam.

“Pelaku mengancam akan menyebar luaskan video serta foto syur korban apabila tidak dituruti untuk melakukan hubungan intim,” imbuh Miko seraya mengutarakan kesaksian korban yang masih di bawah umur tersebut.

Modus operasi yang dilakulan pelaku cukup licik, dengan mengundang korban kerumahnya serta mengajak korban makan-makan dan dijanjikan ice cream.

“Di hari pertama kejadian, korban tak sadar jika pelaku merekam aksi pemerkosaan kepadanya. Selama melakukan perbuatan itu korban selalu mendapat tekanan dari pelaku,” tutur Miko.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 di Gresik Kembali Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka Ditunda
Suasana berlangsungnya konferensi pers di ruang tunggu satreskrim Polres Lamongan. (Foto: Ammy)

Dari peristiwa tersebut, miko mengutarakan jika korban saat ini sedang melaksanakan pendampingan dari unit perlindungan anak Satreskrim Polres Lamongan bersama Psikiater.

“Yang jelas korban trauma dan akan kami rangkul sebagai upaya pemulihan kondisi kesehatan jiwa korban, terlebih tekanan yang diterima korban sangat lama,” ucap Miko.

Atas perbuatanya, Tersangka dijerat Pasal 81 (1) dan (2) atau pasal 28 (1) nomor 35 Tahun 2014. Tentang perubahan atas UU RI nomor 23 Tahun 2012 tentang perlindungan anak.

Dan Pasal 45 (1) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Elektronik. Ditambah Pasal 29 nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi dengan ancaman 5 tahun hingga 15 tahun.

Share :

Baca Juga

COVID-19

Zona Orange, Pemkab Bojonegoro Terbitkan Surat Resmi PPKM

Nasional

Angka Kemiskinan Bertambah, Gus AMI: Persoalan Ekonomi Jadi PR Serius
Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono saat jumpa pers penyelidikan dugaan aliran dana terorisme dari rekening FPI. Foto: Humas Polri

Nasional

Polri Masih Selidiki 92 Rekening FPI yang Diblokir PPATK
Ucapan selamat kepada bupati terpilih, karangan bunga berjejer memadati Alun-Alun Lamongan. (Foto: Ammy)

Lamongan

Ucapan Selamat ke Bupati Terpilih, Perajin Karangan Bunga di Lamongan Raup Omset Jutaan Rupiah
Operasi Yustisi di Bundaran GKB. Foto: Nufus/Progresnews.id.

COVID-19

Operasi Yustisi Gresik Gencar Dilakukan, Satpol PP Sebut Sudah Jarang Ditemukan Pelanggar Prokes

Sepak Bola

Atalanta Imbang, Inter Milan Raih Scudetto

Lamongan

AUN Lamongan Klarifikasi Kemelut Program Binaan Diskopum

Lamongan

Pemanfaatan Bengawan Mati Jadi Keramba Ikan di Lamongan Berpotensi Timbulkan Polemik