Home / Internasional / Warta

Sabtu, 6 Februari 2021 - 23:00 WIB

Sempat Dikecam, Mia Khalifa Berikan Dukungan Bagi Petani India

Reporter : Alfan Niam Sofi - Telah dibaca 28 kali

Mia Khalifa kritisi kebijakan reformasi agraria di India yang dinilai merugikan petani India. Foto: hero-magazine.com.

Mia Khalifa kritisi kebijakan reformasi agraria di India yang dinilai merugikan petani India. Foto: hero-magazine.com.

Internasional, Progresnews.id – Pekan ini, selebritis internasional Rihanna, Greta Thunberg, dan Mia Khalifa mencuitkan dukungan protes yang dilakukan oleh petani di India. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India telah memperingatkan orang asing untuk ikut campur dalam urusan internal negara.

Menanggapi reaksi kebencian dari pendukung Pemerintah India, eks bintang film dewasa, Mia Khalifa telah tegas dalam memberikan dukungan bagi Petani di India yang telah melakukan unjuk rasa sejak akhir November 2020 imbas diterapkannya perundang-undangan yang memicu kontroversi.

Dalam sebuah tweet, Khalifa membagikan dua foto pria yang menggunakan syal berwarna oranye berdiri dengan foto-foto dirinya, Rihanna, dan Greta Thunberg dengan caption yang meminta mereka untuk berhenti mengomentari masalah pribadi India.

Baca Juga:  Agungkan Derajat Wanita dan Humanisme, Ratna Mutia Marhaeni Cerminan Kartini Masa Kini

Cuitan dari mantan film dewasa berusia 27 tahun itu menjadi viral di media sosial di India, yang telah menghasilkan lebih dari 43.000 like dan 10.000 retweet.

Baca Juga:  Promosikan Pernikahan Anak, KPAI Laporkan Aisha Weddings

Pada 4 Februari, Kementerian Luar Negeri India mengeluarkan pernyataan yang mengecam individu dan dan pihak asing, termasuk Khalifa, atas komentar mereka tentang protes petani yang sedang berlangsung tanpa mengetahui “seluruh kebenaran” yang menyebabkan kemarahan media sosial di negara ini.

Para petani khawatir bahwa dengan undang-undang baru yang disahkan selama sesi musim hujan parlemen pada bulan September, pemerintah mundur dari perannya sebagai penjamin harga untuk hasil bumi mereka sambil meninggalkan penghasilan mereka untuk dipengaruhi oleh kekuatan pasar.

Pemerintah, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi, namun pihaknya telah menepis kekhawatiran ini, menyebut undang-undang itu “progresif”, sementara Presiden India, Ram Nath Kovind, mengatakan bahwa reformasi agraria akan bermanfaat bagi petani.

Share :

Baca Juga

Sejumlah Mahasiswa yang melakukan audiensi dengan Kabid Lalu Lintas Dishub Lamkongan. Foto: Progresnews.id/ Ammy.

Lamongan

Dishub Lamongan Dinilai Jadi Biang Keladi Kerusakan Jalan, Mahasiswa Unisda Layangkan Aksi Protes

Tuban

Peras Kepala Desa di Jenu, Oknum LSM Diringkus Polisi
Rektor Unisla, Bambang Eko Mulyono saat menerima vaksin. (Foto: Istimewa)

Lamongan

Ratusan Dosen Divaksin, Unisla Siap Laksanakan Perkulihan Tatap Muka

Ekonomi

Siap-siap, Belanja 50 Ribu di Primkoppol Mart Bisa Dapat Hadiah
Habib Rizieq saat mendatangi Mabes Polri. Foto: ANTARA.

Hukum dan Kebijakan

3 Kasus Hukum HRS Memasuki Babak Baru
Komisi IV DPRD Tuban saat mengunjungi Dispendik Tuban. Foto: ist.

Tuban

Tahun 2021, Honorarium PTT di Tuban Mengalami Kenaikan
Forkopimda Jawa Timur bersama Forkopimda Pemkot Surabaya, didampingi Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya

Nasional

Hari Pertama Pemberlakuan PPKM di Surabaya Petugas Lakukan Sidak
Penjual pakaian bekas di sepanjang jalan pantura Kabupaten Lamongan. Foto : Progresmews.id/Ammy.

Lamongan

Bekas Berkualitas, Fenomena Pakaian Bekas Jadi Ajang Adu Gengsi di Lamongan