Home / Lamongan / Warta

Rabu, 3 Februari 2021 - 21:23 WIB

Selain Banjir, Truk Kelebihan Muatan Disinyalir Jadi Penyebab Rusaknya Jalan Sukodadi-Pucangro

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 258 kali

Penampakan jalan rusak di ruas Sukodadi-Pucangro. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Penampakan jalan rusak di ruas Sukodadi-Pucangro. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan, Progresnews.id – Penyebab dibalik rusaknya jalan poros Kecamatan Sukodadi-Pucangro masih menjadi misteri pada benak warga Lamongan lantaran agak mencurigakan jika hanya disebabkan banjir saja.

Usut punya usut, menurut pengakuan Yoyok salah satu pengguna jalan, sebelum musim banjir tiba ia sering kali melihat banyak kendaraan bermuatan berat melintas di jalan Sukodadi-Pucangro.

“Saya pernah iseng dengan sengaja menghitung kendaraan berat yang melintas ternyata dalam waktu kurang lebih 15 menit ada 25 truk yang melintas,” ucap Yoyok salah satu mahasiswa Unisda yang tiap hari melewati jalan Sukodadi-Pucangro.

Bukan tanpa alasan, truk yang diketahui melintas itu merupakan kendaraan bermuatan berat dengan kapasitas tonase yang tidak menyesuaikan kelas jalan poros kabupaten.

Baca Juga:  Tewaskan Warga Lamongan, Sopir Truk Trailer Jalani Tes Urine dan Uji Kalayakan Kendaraan

Patut diketahui, jalan poros kabupaten masuk dalam status kelas jalan IIIC, di mana dalam aturannya tidak boleh dilewati kendaraan dengan berat lebih dari 8 ton.

Namun, pengakuan sejumlah warga dan mahasiswa yang ditemui Progresnews.id, banyak diantaranya yang mengungkapkan jika jalan yang rusak parah sebelum diterpa banjir tersebut sebelumnya telah banyak dilalui truk besar dengan berat 7-10 ton.

“Kerusakan jalan diperparah dengan truck yang melintas” ujar Nugroho salah satu warga sekitar.

Kejanggalan tersebut direspon oleh sejumlah mahasiswa Unisda dengan mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan pada hari Rabu (3/2).

Menurut Dishub Lamongan lewat Kasi Angkutan Orang, Herwindo membenarkan jika jalan ruas Sukodadi-Pucangro banyak dilalui truk bermuatan berat melebihi tonase di kelas jalan poros kecamatan.

Baca Juga:  Angka Kemiskinan Bertambah, Gus AMI: Persoalan Ekonomi Jadi PR Serius
Herwindo, Kasi Angkutan Orang di Dinas Perhubungan Lamongan.
Herwindo, Kasi Angkutan Orang di Dinas Perhubungan Lamongan.

“Banyak upaya yang sudah kita lakukan termasuk memasang tiang pembatas kendaraan berat. Namun, tiang tersebut malah dicabut paksa,” ungkapnya.

Selain itu, Herwindo mengatakan Dishub sudah mulai bersikap dengan memperingati perusahaan angkutan masih yang masih nekat beroperasi.

“Sudah kita layangkan peringatan kepada perusahaan angkutan yang beroperasi di ruas Sukodadi-Pucangro,” katanya

Herwindo menambahkan untuk tindak lanjut pihak Dishub bersama Satlantas akan berkoordinasi dalam menindak tegas bagi siapa saja yang masih nekat melanggar aturan.

“Apabila jalan sudah diperbaiki Dinas PU Bina Marga Lamongan, nanti kami [Dishub] bersama Satlantas akan lakukan operasi kepada para pengendara truk yang melintas,” tambahnya.

Share :

Baca Juga

Gus Jazil Optimis Gus Yani-Bu Min Akan Jadikan Gresik Lebih Sejahtera.

Nasional

Tolak Perpres Miras, Gus Jazil: Kita Bukan Bangsa Pemabuk, Kita Berketuhanan

Lamongan

Banjir Luapan Anak Bengawan Solo Meluas Ke Pemukiman Warga Di Lamongan
Ketua MUI, Asrorun Niam ingatkan kembali fatwa haram aktivitas buzzer yang merugikan individu/kelompok, Jumat (12/2). Foto: nu.or.id.

Nasional

Resahkan Masyarakat, MUI Fatwakan Buzzer Haram
Potret Lamongan Mart, Rabu (21/4). Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Program Andalan Pemkab Lamongan Rezim H. Fadeli Mangkrak, Bangunanya Kosong dan Terbengkalai

COVID-19

Muncul Isu Penerapan PSBB, Endah: Tidak Ada PSBB di Tuban

Lamongan

Baru Satu Bulan Dibangun, Atap Galvalum Bantuan Pemprov di PAUD Aisyiyah Weru Ambruk
Forum webinar dengan pembahasan Seni Thak-Thakan dari Desa Kenanti yang diikuti oleh Dosen Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang, Dr. Robby Hidajat, M.Sn.

Hiburan

Seni Thak-Thakan dari Tambakboyo yang Menyita Perhatian Budayawan Malang
Calon jamaah haji. Foto: Kemenag.

Lamongan

Berangkat 15 Juni 2021, Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Bakal Divaksin