Home / Lamongan / Warta

Rabu, 3 Februari 2021 - 21:23 WIB

Selain Banjir, Truk Kelebihan Muatan Disinyalir Jadi Penyebab Rusaknya Jalan Sukodadi-Pucangro

Reporter : Adyad Ammy Iffansah

Penampakan jalan rusak di ruas Sukodadi-Pucangro. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Penampakan jalan rusak di ruas Sukodadi-Pucangro. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan, Progresnews.id – Penyebab dibalik rusaknya jalan poros Kecamatan Sukodadi-Pucangro masih menjadi misteri pada benak warga Lamongan lantaran agak mencurigakan jika hanya disebabkan banjir saja.

Usut punya usut, menurut pengakuan Yoyok salah satu pengguna jalan, sebelum musim banjir tiba ia sering kali melihat banyak kendaraan bermuatan berat melintas di jalan Sukodadi-Pucangro.

“Saya pernah iseng dengan sengaja menghitung kendaraan berat yang melintas ternyata dalam waktu kurang lebih 15 menit ada 25 truk yang melintas,” ucap Yoyok salah satu mahasiswa Unisda yang tiap hari melewati jalan Sukodadi-Pucangro.

Bukan tanpa alasan, truk yang diketahui melintas itu merupakan kendaraan bermuatan berat dengan kapasitas tonase yang tidak menyesuaikan kelas jalan poros kabupaten.

Baca Juga:  Agungkan Derajat Wanita dan Humanisme, Ratna Mutia Marhaeni Cerminan Kartini Masa Kini

Patut diketahui, jalan poros kabupaten masuk dalam status kelas jalan IIIC, di mana dalam aturannya tidak boleh dilewati kendaraan dengan berat lebih dari 8 ton.

Namun, pengakuan sejumlah warga dan mahasiswa yang ditemui Progresnews.id, banyak diantaranya yang mengungkapkan jika jalan yang rusak parah sebelum diterpa banjir tersebut sebelumnya telah banyak dilalui truk besar dengan berat 7-10 ton.

“Kerusakan jalan diperparah dengan truck yang melintas” ujar Nugroho salah satu warga sekitar.

Kejanggalan tersebut direspon oleh sejumlah mahasiswa Unisda dengan mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan pada hari Rabu (3/2).

Menurut Dishub Lamongan lewat Kasi Angkutan Orang, Herwindo membenarkan jika jalan ruas Sukodadi-Pucangro banyak dilalui truk bermuatan berat melebihi tonase di kelas jalan poros kecamatan.

Baca Juga:  Sempat Surut, Lamongan Kembali Dilanda Banjir, 62 Desa dari 5 Kecamatan Jadi Korbanya
Herwindo, Kasi Angkutan Orang di Dinas Perhubungan Lamongan.
Herwindo, Kasi Angkutan Orang di Dinas Perhubungan Lamongan.

“Banyak upaya yang sudah kita lakukan termasuk memasang tiang pembatas kendaraan berat. Namun, tiang tersebut malah dicabut paksa,” ungkapnya.

Selain itu, Herwindo mengatakan Dishub sudah mulai bersikap dengan memperingati perusahaan angkutan masih yang masih nekat beroperasi.

“Sudah kita layangkan peringatan kepada perusahaan angkutan yang beroperasi di ruas Sukodadi-Pucangro,” katanya

Herwindo menambahkan untuk tindak lanjut pihak Dishub bersama Satlantas akan berkoordinasi dalam menindak tegas bagi siapa saja yang masih nekat melanggar aturan.

“Apabila jalan sudah diperbaiki Dinas PU Bina Marga Lamongan, nanti kami [Dishub] bersama Satlantas akan lakukan operasi kepada para pengendara truk yang melintas,” tambahnya.

Share :

Baca Juga

Lobi Museum Sunan Giri Gresik dilengkapi handsanitizer untuk pengunjung selama pandemi. Foto: Nufus/Progresnews.id.

Gresik

Museum Sunan Giri Gresik Semakin Sepi di Tengah Pandemi
Ketua MUI, Asrorun Niam ingatkan kembali fatwa haram aktivitas buzzer yang merugikan individu/kelompok, Jumat (12/2). Foto: nu.or.id.

Nasional

Resahkan Masyarakat, MUI Fatwakan Buzzer Haram

COVID-19

Tak Terapkan PPKM, Satgas Covid-19 Tuban Minta Masyarakat Patuhi Prokes
Para pemain Persela Lamongan yang menjalani Cooper Test di Stadiun Surajaya Lamongan. (Foto: Istimewa)

Lamongan

Khawatir Kebugaran Fisik Pemain Menurun Sejak Libur Kompetisi, Persela Gelar Cooper Test
Lokasi penambangan yang mulai melebar di Desa Penanjang Kecamatan Paciran Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Penambangan Galian C Dekat Lokasi Wisata di Lamongan Marak, Pengelola Khawatir

Pariwisata

Tempat Wisata Disarankan Tutup Jika tak Bisa Terapkan Prokes
Akhmad Roni saat dijumpai awak media usai berlangsungnya acara.

Gresik

Pengesahan Bupati-Wabup, KPU Gresik Pastikan Taat Prokes
Abu Janda usai menjalani 4 jam pemeriksaan. Foto: sindonews.

Nasional

Abu Janda Belum Ditahan, Pakar Hukum: Belum Cukup Bukti