Home / Jendela / Sejarah

Sabtu, 6 Februari 2021 - 22:56 WIB

Sekelumit Cerita Para Kepala Desa Bungah

Reporter : Ahmad Maghfur

Gapura masuk Desa Bungah. Foto: Ipunk/Progresnews.id.

Gapura masuk Desa Bungah. Foto: Ipunk/Progresnews.id.

Desa Bungah merupakan desa dengan sejuta kisah dan cinta. Beberapa catatan sejarah mengatakan bahwa Desa Bungah sudah ada sejak tahun 1400-an, dimulai sejak kedatangan Kiai Gede Bungah. Kemudian dilanjutkan dengan masa kolonial Belanda yang diperkirakan berlangsung 350 tahun. Hingga pada masa Indonesia merdeka. Namun, tahukah Anda siapa saja yang pernah menjadi kepala desa di Bungah?

Untuk mengawali sekelumit cerita para Kepala Desa Bungah, perlu digaris bawahi bahwa jabatan atau istilah ‘kepala desa’ sendiri baru muncul ‘mungkin’ pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Sehingga kepala desa di sini juga dimaksudkan sebagai orang yang memimpin Desa Bungah.

1. Mbah Hasyim Simorejo

Mbah Hasyim Simorejo diceritakan merupakan warga asli dari Bungah. Menurut Kepala Desa Bungah M. Nasihin, Mbah Hasyim Simorejo menjadi pemimpin Desa Bungah sejak masa pendudukan Belanda sampai tahun 1958.

“Setahu saya, untuk pemimpin desa [kepala desa], yang pertama menjabat itu Mbah Hasyim Simorejo. Mulainya tahun berapa kurang tahu, tapi sebelum merdeka [Indonesia], sampai kira-kira tahun 1958,” terang M. Nasihin, Senin (18/1)..

2. M. Ridlwan

Setelah Desa Bungah dipimpin oleh Mbah Hasyim Simorejo, Desa Bungah dipimpin oleh M. Ridlwan dari Nongkokerep. Dalam masa pemerintahan M. Ridlwan, beberapa kebijakan penting diambil dalam pengembangan desa, terutama pemindahan Pasar Legi Kaliwot ke utara.

Baca Juga:  Latih Diri Dengan Berbagi, Bagaimana Sih Caranya?

Pemangku Pondok Pesanteren Qomaruddin, KH Iklil sempat menjadi saksi pemindahan pusat perekonomian desa Bungah tersebut.

“Pindah ke utara itu zaman, Pak Ridlwan Nongkokerep, Bapaknya Topa. Itu yang mindah [Pasar Legi Kaliwot],” terang KH Iklil.

KH Iklil juga menceritakan bahwa rumah atau kediaman dari M. Ridlwan itu berada di RT.12 RW.04. KH Iklil juga sempat mengatakan, di pinggiran rumah M. Ridlwan itu ada bangunan yang biasanya dibuat untuk kumpul-kumpul warga desa, semacam balai desa.

Namun, Nasikhin mengatakan bahwa Balai Desa di masa kepemimpinan M. Ridlwan berada di sebelah rumah Pak Anas (Alm), RT 15 A.

“Dulu di situ, tapi sisa bangunannya sudah hilang, tidak ada,” terangnya.

Untuk masa pemerintahannya, M. Ridlwan menjabat sebagai pemimpin Desa Bungah kurang lebih selama 30 tahun.

“Kuran lebih 30 atau 30 tahun. Kira-kira dari 1958 sampai 1991. Yang pasti tahun 1991 sudah ganti,” terang Nasikhin.

Kantor Kepala Desa Bungah. Foto: Ipunk/Progresnews.id.

3. Hariyadi Syahri

Setelah masa kepemimpinan M. Ridlwan, pemerintahan Desa Bungah dipimpin oleh Hariadi Syahri atau biasa dikenal dengan Pak Hariyadi. Rumahnya di dusun Bungah. Menurut Nasikhin, Pak Hariyadi sebenarnya bukan asli Bungah, tapi asli Malang.

Baca Juga:  Dijual Sepihak, Warga Petisbenem Duduksampeyan Tuntut Kepala Desa Kembalikan Tanah Negara

“Di masa Pak Hariyadi ini, [Desa Bungah] sudah 5 dukuh,” kata Nasikhin.

Kelima dukuh/dusun tersebut adalah Nongkokerep, Bungah, Kaliwot, Dukuh, dan Karangpoh.

Pak Hariyadi memimpin Desa Bungah dari tahun 1991 sampai dengan tahun 2007.

4. Sulaiman

Setelah Pak Hariadi, pemerintahan Desa Bungah dipimpin oleh Sulaiman atau biasa dikenal dengan Pak Sulem. Rumahnya berada di Nongkokerep. Sulaiman memimpin Bungah dari tahun 2007-2013.

5. M. Nasikhin

Setelah Pak Hariadi, pemerintahan Desa Bungah dipimpin oleh M. Nasikhin atau biasa dikenal dengan Pak Sikhin. Rumahnya berada di Dukuh. Pak Sikhin memimpin Bungah dari tahun 2013 sampai sekarang.

Di samping itu, terdapat cerita masyhur di masyarakat bahwa dulu Bungah pernah dipimpin oleh Singorono, yang merupakan menantu dari Kiai Qomaruddin. Jika ditarik tahun, maka Singorono kemungkinan memimpin Desa Bungah sekitar tahun 1757-an, terhitung dari tahun meninggalnya Kiai Qomaruddin wafat (menurut buku Sedjarah Bungah dan Bergeloranja Pesantren Sampurnan). Wallahua’lam,~

Share :

Baca Juga

Ilustrasi Program Sekolah Penggerak dari Naskah Akademik Kemendikbud.

Jendela

Program Sekolah Penggerak Wujud Refleksi Tiga Program Sekolah Sebelumnya
8 Program Kegiatan Pembelajaran Kampus Merdeka.

Jendela

8 Program Kampus Mengajar Kemendikbud
Forum webinar dengan pembahasan Seni Thak-Thakan dari Desa Kenanti yang diikuti oleh Dosen Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang, Dr. Robby Hidajat, M.Sn.

Hiburan

Seni Thak-Thakan dari Tambakboyo yang Menyita Perhatian Budayawan Malang

Bojonegoro

“Lali Dalan” Lagu Baru Bupati Bojonegoro di Tahun 2021

Daerah

Junjung Keberagaman Para Pahlawan, Universitas Qomaruddin, Polres Gresik, Formagam dan Gresmall Adakan Talkshow Bertajuk ‘Diverse Heroes in Unity’
Ilustrasi Ujian Nasional. Sumber: Freepik.

Jendela

UN 2021 Resmi Dihapus, Ini Pengganti Syarat Kelulusan
Sisa-sisa pohon kelapa di sekitar bekas Pasar Legi Kaliwot Bungah. Foto: Ipunk/Progresnews.id.

Gresik

Sejarah Desa Bungah yang Bergelimang Pohon Kelapa
Lestarikan Budaya, Desa Petiyintunggal Gelar Sedekah Bumi dan Tasyakuran

Daerah

Lestarikan Budaya, Desa Petiyintunggal Gelar Sedekah Bumi dan Tasyakuran