Sego Muduk, Kuliner Khas Lamongan Pantura

Sego Muduk, Kuliner Khas Lamongan Pantura
Sego Muduk, Kuliner Khas Lamongan Pantura. Foto: Progresnews.id/Nasih

LAMONGAN – Jika sedang menelusuri jalanan sepanjang pantai utara (pantura) yang meliputi Kabupaten Gresik, Lamongan, Tuban hingga Bojonegoro, tentu tidak afdhol jika tidak mencicipi kulinernya.

Nah, Kabupaten Lamongan ternyata juga menyimpan banyak sekali kuliner. Tak hanya Soto Lamongan dan nasi boranan, kota yang terkenal dengan sebutan Kota Laskar Jaka Tingkir juga punya menu kuliner yang khas dan nikmat dengan lauk seafood khas pantura, yaitu Sego Muduk.

Sego Muduk merupakan surga kuliner tersembunyi yang jarang didengar di telinga penikmat kuliner, padahal Sego Muduk adalah makanan legenda, dan hanya bisa ditemukan di kawasan pantura tepatnya berada di Sendhangdhuwur, Kecamatan Paciran, Lamongan.

Sego yang artinya nasi. Ya, nasinya diolah dengan berbagai macam rempah sehingga rasanya menjadi gurih, ditambah lauknya yang sangat khas pantura, yakni perpaduan berbagai olahan produk laut atau seafood, mulai dari iwil tongkol, oseng pedas, pepes pindang, cumi hitam, udang, hingga kerang.

“Lauknya ada berbagai macam, mulai dari ikan tongkol, urap-urap rumput laut, sea food, kerang, udang, dan lain-lain,” terang Kholik, seorang pedagang Sego Muduk, saat ditemui di kawasan desa Sendhangdhuwur.

Kholik menjelaskan, Nasi Muduk ini hanya bisa di jumpai di kawasan Sendhangdhuwur, Kecamatan Paciran, Lamongan.

“Ya, memang hanya ada di sini. Tidak ada didaerah lain. Karena resepnya ini memang rahasia,” ujarnya.

Pelengkap Nasi muduk lainnya adalah Urap Latoh yang berbahan dasar rumput laut dan Oseng Peda. Oseng-oseng berbahan dasar ikan klotok atau ikan asin dengan perpaduan daun gondo rasih yang cuma ada di Sendhangdhuwur .

“Untuk satu porsi Nasi Muduk kalau di warung saya ini harganya 6 ribu saja. Sudah dapat nasi lengkap dengan sambal muduk, oseng peda dan urap latoh. Dan boleh pilih lauk cumi, udang, kerang, iwil-iwil tongkol, dan lain-lain” terangnya.

Sego Muduk ini dijual di beberapa warung yang ada di daerah Sendhangdhuwur. Dari pagi hari sampai malam hari warung Cak Kholik dan Mbak Tun yang merupakan pasangan suami istri tersebut selalu melayani pengunjung yang ingin menyantap lezatnya Sego Muduk.

“Alhamdulillah selalu ramai. Untuk omset ya kira-kira dalam sehari bisa tembus 2-3 juta. Karena selain murah dan kuliner khas yang melegenda juga memang Sego Muduk ini hanya ada disini, di daerah lain tidak akan bisa dijumpai,” terangnya

Nasi muduk ini rasanya legit, gurih dan pedas yang pastinya bisa memanjakan lidah penikmat kuliner.

“Sego Muduk ini juga dapat juara pada saat tampil dalam Festival Makanan Khas Daerah di acara Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-73,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.