Home / Nasional / Warta

Minggu, 31 Oktober 2021 - 12:26 WIB

Sebut Tiga Kendala Pemulihan Ekonomi, G20 Sepakati Program Pandemi Preparedness

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dalam keterangan persnya di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (30/10).

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dalam keterangan persnya di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (30/10).

Jakarta, Progresnews.id – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dalam keterangan persnya di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (30/10) menjelaskan setidaknya tiga hal yang menjadi tantangan dunia dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Pandemi Covid-19 yang hampir menginjak dua tahun ini, dikatakan masih akan sulit dalam pemulihan ekonomi, jika vaksinasi belum merata. Menkeu menjelaskan bahwa program vaksinasi yang belum merata di seluruh dunia, menjadi salah satu penyebab terkendalanya pemulihan ekonomi secara global.

Ia menyebut, bahwa masih banyak negara-negara yang tingkat vaksinasinya baru mencapai 3% sampai 6%. Sementara sederet negara maju, telah mampu mencapai presentase 70%, bahkan ada pula yang hampir menyentuh 100%.

Baca Juga:  Eksplorasi Bangkai Kapal Van Der Wijck Dihentikan Sementara

Dua faktor lain yang menjadi bagian dari kendala pemulihan ekonomi adalah terjadinya inflasi kenaikan energi dan disrupsi dari suplai. Ia menilai, hal ini dirasakan oleh hampir seluruh negara yang pemulihan ekonominya sangat cepat, namun mengalami komplikasi dalam bentuk kenaikan harga energi dan disrupsi suplai.

“Ini menjadi ancaman pemulihan ekonomi global. Indonesia perlu juga tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya rembesan hal tersebut,” Kata Menkeu, dikutip pada Minggu (31/10).

Untuk menindaklanjuti hal ini, Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan di berbagai negara yang tergabung dalam G20, akhirnya menyepakati untuk membentuk suatu program bernama pencegahan pandemi atau pandemic preparedness.

Baca Juga:  Jatah Vaksin Covid-19 Tahap Pertama Sudah Tiba di Tuban

“Hari ini dunia tidak siap menghadapi pandemi. Nyatanya telah menyebabkan biaya sampai USD12 triliun, 5 juta orang meninggal, dan lebih dari 250 juta orang yang terkena pandemi ini, maka dunia harus menyiapkan lebih baik,” Tuturnya.

Selain itu, dikatakan pula bahwa mereka telah menyetujui adanya  joint finance health task force atau satuan kerja antara Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan di bawah G20, dengan tujuannya adalah untuk menyiapkan Prevention, Preparedness, dan Response (PPR) dari pandemi.

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Foto: IG Sri Mulyani.

Ekonomi

Menkeu Ajukan Perpanjangan Dana Otsus Hingga 20 Tahun
Kepala Dinas Sosial Lamongan, Mohammad Kamil. (Foto: Ig. Dinsoslamongan)

Lamongan

Kemensos RI Hentikan Santunan Bagi Korban Covid-19, Jatah 54 Pengaju Asal Lamongan Belum Cair

Nasional

Lonjakan Kasus Covid-19 Kian Mengkhawatirkan, Ini Maklumat Gus Muhaimin
Gus Jazil

Nasional

Ajak Masyarakat Doakan Korban KRI Nanggala-402, Gus Jazil Minta 53 Prajurit Awak Kapal Diberi Kenaikan Pangkat
Presiden Jokowi Jadi Orang Pertama Jalani Vaksin Pertama, Disusul Beberapa Tokoh Lain di Indonesia

Nasional

Presiden Jokowi Jadi Orang Pertama Jalani Vaksin Pertama, Disusul Beberapa Tokoh Lain di Indonesia

Tuban

Eks Pengurus Klenteng Tuban Jadi Tersangka Dugaan Pidana KK Ganda
Nureza Dwi Anggraeni sebagai host bersama ratusan partisipan dalam webinar bertajuk Memperkuat Kolaborasi Pasar untuk Pengembangan UMKM di Tanah Papua, Jumat (27/8).

Nasional

Festival Torang Pu Para-Para: Kembangkan UMKM di Papua, Butuh Kolaborasi Lintas Pihak
Na'im, Wakil Ketua Komisi A DPRD Lamongan saat mengomentari IMB RS Citra Medika. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Kisruh Izin RS Citra Medika, DPRD Lamongan Berencana Panggil Instansi Terkait