Home / Lamongan / Warta

Rabu, 6 Januari 2021 - 13:34 WIB

Sebagian Nelayan Tetap Berlayar meski Gelombang Tinggi Di Perairan Lamongan

Reporter : Adyad Ammy Iffansah

Kondisi terkini Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong, Lamongan. Foto : Istimewa

Kondisi terkini Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong, Lamongan. Foto : Istimewa

Lamongan, Progresnews.id — Para nelayan di pesisir Lamongan nekat berlayar meski cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan pantai utara Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Menurut laporan tertulis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Metereologi Maritim Klas II Tanjung Perak Surabaya, 4 Januari kemarin. Gelombang di perairan Lamongan diperkirakan 1.5 meter sampai 2 meter tingginya.

Gelombang tinggi di perairan pantura kota Soto ini, membuat nelayan ketar-ketir lantaran potensi kecelakaan yang bisa saja terjadi. Namun Sekertaris Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Abdullah Ubaid, mengungkapkan kegiatan nelayan masih berjalan.

Baca Juga:  Marak Premanisme di Lamomgan, 12 hari Terakhir Petugas amankan 79 Tersangka

“Faktor cuaca sepertinya tidak akan menghentikan kegiatan nelayan, meski sudah ada himbauan kemungkinan dari 20.000 nelayan di Lamongan masih ada 60 persennya yang nekat berlayar,” ungkapnya. Selasa, (5/12).

Gelombang tinggi itu dipicu adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian utara yang berpusar ke barat laut dan berlabu di timur laut dengan kecepatan 5-30 knot.

Ketua Pelabuhan dan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Ibrahim, membenarkan jikalau fenomena gelombang tinggi di hari Selasa, (5/12) hingga Rabu, (6/12) memeng benar adanya dan di Pelabuhan Brondong sendiri masih ada nelayan yang nekat berangkat melaut.

Baca Juga:  Obati Rasa Rindu, Pemudik Asal Lamongan Buru Nasi Boranan

“Untuk di pelabuhan Brondong, terlihat semua kapal dan perahu bersandar, namun masih ada sebagian kecil yang nekat berlayar meski sudah kami peringatkan, karena beralasan ekonomi kami tidak bisa memaksa,” paparnya.

Sebagian besar nelayan yang nekat berlayar, merupakan mereka yang mempunyai perahu kecil sedangkan untuk nelayan yang menggunakan kapal dan waktu berlayar berhari-hari tidak berangkat.

“Para nelayan yang punya perahu kecil kemungkinan masih berangkat itupun sudah diperhitungkan cuaca yang ada, Semoga tidak ada kejadian yang aneh-aneh” pungkas Ibrahim.

Editor : Kholis

Share :

Baca Juga

Ketua MUI, Asrorun Niam ingatkan kembali fatwa haram aktivitas buzzer yang merugikan individu/kelompok, Jumat (12/2). Foto: nu.or.id.

Nasional

Resahkan Masyarakat, MUI Fatwakan Buzzer Haram
Sumber Foto: Polibatam.ac.id.

Nasional

Kemendikbud Tingkatkan Diploma Tiga (D3) Menjadi Sarjana Terapan (D4)
Salah satu lokasi banjir di Lamongan, terlihat Kasi Tanggap Bencana BPBD sedang membangu warga yang motornya mogok. (Foto: Ammy)

Lamongan

Sempat Surut, Lamongan Kembali Dilanda Banjir, 62 Desa dari 5 Kecamatan Jadi Korbanya

Gresik

Langkah Inovatif Ciptakan Kebun Durian, Pemdes Petiyintunggal Diapresiasi Gus Bupati

Sepak Bola

Respon UEFA Terhadap European Super League
Direktur PT Progres Muda Nusantara, Muhammad Muslih Muanddar.

Gresik

Hikmah Isra Mikraj 2021, Muslih Muandar: Salat Sejatinya Adalah Karunia, Bukan Beban
Konferensi Pers Polda Jatim, Senin (1/2).

Warta

Polda Jatim Bongkar Prostitusi Online Libatkan Anak Di Bawah Umur

Lamongan

Torehkan Prestasi Gemilang, Pemkab Lamongan Kembali Terima Reward