Home / Lamongan / Warta

Rabu, 6 Januari 2021 - 13:34 WIB

Sebagian Nelayan Tetap Berlayar meski Gelombang Tinggi Di Perairan Lamongan

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 127 kali

Kondisi terkini Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong, Lamongan. Foto : Istimewa

Kondisi terkini Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong, Lamongan. Foto : Istimewa

Lamongan, Progresnews.id — Para nelayan di pesisir Lamongan nekat berlayar meski cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan pantai utara Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Menurut laporan tertulis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Metereologi Maritim Klas II Tanjung Perak Surabaya, 4 Januari kemarin. Gelombang di perairan Lamongan diperkirakan 1.5 meter sampai 2 meter tingginya.

Gelombang tinggi di perairan pantura kota Soto ini, membuat nelayan ketar-ketir lantaran potensi kecelakaan yang bisa saja terjadi. Namun Sekertaris Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Abdullah Ubaid, mengungkapkan kegiatan nelayan masih berjalan.

Baca Juga:  Obat Alternatif Covid-19 Plasma Konvalesan Mulai Dipakai, Ini Tanggapan IDI Lamongan

“Faktor cuaca sepertinya tidak akan menghentikan kegiatan nelayan, meski sudah ada himbauan kemungkinan dari 20.000 nelayan di Lamongan masih ada 60 persennya yang nekat berlayar,” ungkapnya. Selasa, (5/12).

Gelombang tinggi itu dipicu adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian utara yang berpusar ke barat laut dan berlabu di timur laut dengan kecepatan 5-30 knot.

Ketua Pelabuhan dan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Ibrahim, membenarkan jikalau fenomena gelombang tinggi di hari Selasa, (5/12) hingga Rabu, (6/12) memeng benar adanya dan di Pelabuhan Brondong sendiri masih ada nelayan yang nekat berangkat melaut.

Baca Juga:  Anak Sungai Bengawan Solo Meluap, 10 Desa dari 3 Kecamatan Di Lamongan Terendam

“Untuk di pelabuhan Brondong, terlihat semua kapal dan perahu bersandar, namun masih ada sebagian kecil yang nekat berlayar meski sudah kami peringatkan, karena beralasan ekonomi kami tidak bisa memaksa,” paparnya.

Sebagian besar nelayan yang nekat berlayar, merupakan mereka yang mempunyai perahu kecil sedangkan untuk nelayan yang menggunakan kapal dan waktu berlayar berhari-hari tidak berangkat.

“Para nelayan yang punya perahu kecil kemungkinan masih berangkat itupun sudah diperhitungkan cuaca yang ada, Semoga tidak ada kejadian yang aneh-aneh” pungkas Ibrahim.

Editor : Kholis

Share :

Baca Juga

Kondisi terkini salah satu pasar induk di Kabupaten Lamongan. Foto : Istimewa.

Lamongan

Awal Bulan Ramadan, Harga Bahan Pokok di Lamongan Masih Stabil
Konferensi pers Polres Gresik

Gresik

Polres Gresik Ungkap Penganiayaan Anak di Bawah Umur di Alun-alun Gresik Yang Viral

Lamongan

Banjir Luapan Anak Bengawan Solo Meluas Ke Pemukiman Warga Di Lamongan

Lamongan

AUN Lamongan Klarifikasi Kemelut Program Binaan Diskopum

Bojonegoro

Melalui Sepak Bola, Perangkat Kalitidu Sambung Persahabatan Dengan Desa Pacul

Pendidikan

Keputusan Bersama Tiga Menteri Terkait Penggunaan Atribut Keagamaan di Lingkungan Sekolah
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam konferensi pers Kinerja KPK Semester I 2020, Selasa (18/8/2020). Foto: Humas KPK.

Nasional

Dituntut Menyelesaikan Kasus Korupsi Dua Eks Menteri, KPK Angkat Bicara Tanggapi
Gus Jazil Optimis Gus Yani-Bu Min Akan Jadikan Gresik Lebih Sejahtera.

Gresik

Gus Jazil Optimis Gus Yani-Bu Min Akan Jadikan Gresik Lebih Sejahtera