Home / Nasional / Warta

Kamis, 26 Agustus 2021 - 21:14 WIB

Saling Bergandengan Tangan, Kunci Sukses Mengembangkan Produk Papua

Penyanyi Indonesia Idol, Nowela Elizabeth Mikhelia Auparay dan Manager Program PUPUK Jawa Barat untuk Pengembangan Masyarakat Papua, Endang Sri Agustini saat menjadi pemateri dalam rangkaian acara Festival Torang Pu Para Para, Seri Podcast 2: Semangat Mengembangkan Produk Asli Papua!, Kamis (26/8).

Penyanyi Indonesia Idol, Nowela Elizabeth Mikhelia Auparay dan Manager Program PUPUK Jawa Barat untuk Pengembangan Masyarakat Papua, Endang Sri Agustini saat menjadi pemateri dalam rangkaian acara Festival Torang Pu Para Para, Seri Podcast 2: Semangat Mengembangkan Produk Asli Papua!, Kamis (26/8).

Jakarta, Progresnews.id – Nowela Elizabeth Auparay penyanyi Indonesia Idol menengarai bahwa kunci sukses agar produk lokal Papua bisa berkembang adalah saling bergandengan tangan dan bersama-sama.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) bekerja sama dengan The Asia Foundation (TAF) ini, Nowela membeberkan bergandengan tangan di sini bisa dipahami dalam beberapa hal.

Pertama, promosi melalui para influencer dari Papua via akun medsos pribadinya. “Sepertinya kita perlu menggandeng mereka, utamanya influencer dari Papua sendiri,” ungkapnya pada Kamis (26/8).

Kedua, menurut Nowela sebenarnya tidak lewat influencer pun bisa, yakni melalui akun media sosial masing-masing masyarakat Papua khususnya para pemudanya.

“Sekarang kan sudah zaman media sosial, jadi ketika masing-masing dari kita mengunggah produk Papua dan bangga menggunakannya di akun kita masing-masing, maka itu sudah lebih dari promosi,” kata Nowela dalam diskusi yang dipandu oleh Sarah Monica ini.

Ketiga, pentingnya meningkatkan kesadaran bersama tentang cinta pada Papua, pada produk Papua, dan semacamnya.

Baca Juga:  Kader PMII Harus Punya Akar Kuat Agar Tak Mudah Tumbang

“Poin ini yang paling mendasar ya. Dengan menanamkan kebanggan semacam ini, dengan tanpa digiring pun, teman-teman akan dengan senang hati ikut serta mempromosikan produk papua,” jelasnya. 

Nowela mengaku, mengapa promosi tersebut perlu karena memang produk papua adalah produk unggulan. Apa saja yang dilahirkan dari hutan Papua, tegasnya, pasti adalah yang berkualitas dan tidak kalah dengan produk luar negeri.

“Saya tumbuh dan berkembang di Papua, sering keluar masuk hutan Papua, jadi saya paham bagaimana kualitas produk yang dihasilkan darinya,” ucap Nowela dalam Podcast bertajuk Semangat Mengembangkan Produk Asli Papua ini.

Tantangan di Balik Pengembangan Produk

Di sisi lain, dalam seri ke-2 sesi Podcast Kolaborasi Pasar Produk Pangan Papua yang merupakan bagian dari Festival Torang Pu Para Para ini, Endang Sri Agustini Manager Program PUPUK untuk Pengembangan Masyarakat Papua mengulas bahwa ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam kerja di atas.

“Tantangannya lebih pada bagaimana membuat para pelaku bisnis di Papua, khususnya yang di bawah pendampingan PUPUK, bisa menyesuaikan dengan kebiasaan formal,” ujar Endang dalam Podcast yang ditayangkan langsung di kanal Youtube Asmat Papua Official, Youtube Beritabaruco, dan Facebook Beritabaru.co ini. 

Baca Juga:  Massa FPI Kendarai Motor Lewat Jalan Tol Saat Jemput Habib Rizieq, Alasan Masih Dipertanyakan

“Kebiasaan formal ini maksudnya adalah kebiasaan untuk sampai di tempat usaha pukul 8 pagi misalnya, yang sebelumnya para mama Papua terbiasa di dapur dengan aturan waktu yang relatif bebas,” imbuhnya.

Itu hal pertama yang menurut Endang adalah tantangan, sedangkan yang kedua lebih pada mengelola keuntungan bisnis.

Bicara bisnis, kata Endang, tidak saja tentang punya modal, mengulak, menjualnya, dan lantas mendapatkan untung. Namun, di dalamnya juga dibutuhkan kemampuan untuk mengelola uang agar bisnis yang dijalankan bisa berkelanjutan.

“Untuk peran kedua ini, kami komitmen untuk melakukan pendampingan intensif, seperti mendampingi teman-teman yang menjahit, membuka bisnis laundry, dan semacamnya,” kata Endang. Di Papua, berdasarkan pemaparan Endang, PUPUK lebih fokus pada pendampingan pengembangan jasa di bidang non-hutan, seperti produksi kaos, kemampuan menjahit, dan membuka laundry.

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Menyanyikan lagu Ya Lal Wathon sebagai rangkaian peluncuran Gerakan Pesantren Asuh RMI PBNU, Minggu (31/10). Foto: Tangkapan Layar YouToube TV9.

Nasional

Gerakan Pesantren Asuh, Respon Kepedulian RMI PBNU Mengasuh para Yatim-Piatu
Situasi di salah satu jalan kampung Desa Balun Kecamatan Turi. Foto : Ammy.

Lamongan

Tak Ada Peringatan Hari Lahir Pancasila di Desa Pancasila, Kok bisa?
Presiden Jokowi Jadi Orang Pertama Jalani Vaksin Pertama, Disusul Beberapa Tokoh Lain di Indonesia

Nasional

Presiden Jokowi Jadi Orang Pertama Jalani Vaksin Pertama, Disusul Beberapa Tokoh Lain di Indonesia

Warta

Pulau Bawean Dirintis Jadi Pulau Pusat Pendidikan Bahasa
Koordinator Pusat DEMA PTKIN se-Indonesia, Onky Fachrur Rozie menyampaikan pesan-pesan dan harapan saat acara Rapat Koordinasi Wilayah RAKORWIL Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia, Kamis, 29 Februari 2021.

Nasional

DEMA PTKIN Se-Indonesia Gelar Rakorwil Jawa-Nusra di UIN Mataram
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto , dalam Bimtek dan Pendampingan Penyelenggaraan Program Diploma Dua Jalur Cepat. Sumber Foto: Situs resmi Kemendikbud.

Nasional

Kemendikbud Buka Program D2 Jalur Cepat Tahun 2022/2023
SERIBU TERBANG. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Ansor Kecamatan Dukun Gresik menggelar puncak HSN 2021 di Desa Tebuwung, (26/10). Foto: Chidir/Progresnews.id

Tokoh

Puncak HSN2021, GP Ansor Dukun Gelar Parade Banjari 1000 Terbang
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif saat ditemui di kantor, Selasa (5/10). Foto: Progresnews.

Lamongan

Hari Guru Internasional, Kadisdik Lamongan Harap Literasi Digital Bisa Dorong Guru Lebih Produktif