Home / Seremonia

Senin, 31 Mei 2021 - 22:41 WIB

Respon Perkembangan Trend Desain, Sarung Kanjeng Pekalongan Suguhkan Inovasi Sarung Batik Unik

Batik motif Transenden dari Sarung Kanjeng Pekalongan.

Batik motif Transenden dari Sarung Kanjeng Pekalongan.

Pekalongan, Progresnews.id — Brand sarung batik dari Kota Pekalongan bernama Sarung Kanjeng muncul ke pasar perbatikan Indonesia dengan semangat melawan ‘pakem’. Istilah yang selama ini berkaitan dengan standar motif batik yang terus diwariskan sepanjang generasi.

Sarung batik merupakan salah satu bentuk olahan kain batik yang dibuat dengan teknik cap. Selama ini motif pakem menjadikan kain atau sarung batik identik sebagai produk tradisi. Akan tetapi, demi mengangkat keistimewaannya sarung batik harus mampu merespons perkembangan tren desain.

Sarung Kanjeng berangkat dengan gagasan tersebut. Brand sarung yang dikelola oleh anak-anak muda ini berupaya menampilkan desain-desain unik. Tidak hanya itu, sebuah desain pun harus mampu menyajikan nilai tertentu.

Baca Juga:  Karsa Dapat Nomor Urut 3 di Pilbub Lamongan, Kartika: Salam Tiga Jari

Dalam rangka menciptakan desain yang non-konvensional serta mengandung nilai, Sarung Kanjeng yang telah berdiri dari tahun 2019 awal menggandeng kreator-kreator untuk kolaborasi desain. Salah satunya adalah Sarah Monica.
Melalui wawacara telepon, Sarah Monica yang sedang menempuh studi di Pascasarjana Antropologi Universitas Indonesia menceritakan filosofi dari salah satu desain hasil kolaborasinya.

“Desain pertama hasil kolaborasi saya dengan Sarung Kanjeng adalah ‘Transenden’. Saya buat di pertengahan 2020 sebagai respons saya terhadap situasi pandemi Corona yang meluluhlantakan semua segi kehidupan kita,” ungkap Sarah (24/04/21).

Sebagaimana karya seni, sebuah desain atau motif batik merupakan hasil kontemplasi dari penciptanya dalam memaknai suatu pengalaman hidup tertentu.

Baca Juga:  Hari Ini, Wakapolda dan Bhayangkari Berangkatkan 25.165 Ribu Paket Sembako untuk Korban Banjir dan Gempa Bumi
Batik motif Transenden dari Sarung Kanjeng Pekalongan.

Sarah Monica menuliskan renungannya yang menjadi kandungan filosofis dari karya ‘Transenden’:

“Dibandingkan makhluk Tuhan lainnya
manusia dianugerahi karunia akal, rasa, dan kehendak
ketiganya harus berjalin dalam keseimbangan
demi mencapai hakikat tertinggi sebagai manusia.

Transenden,
adalah kondisi seimbang antara akal-rasa-kehendak
level ketenangan melalui penyerahan diri
berupaya melampaui batasan-batasan manusiawi
karena nafsu keinginan tak terkendali.

Berniatlah dengan kemurnian
melangkahlah dengan penuh kesadaran
dan biarkan semesta mengajarkanmu ketundukan
itulah dirimu yang bertransenden.”

“Melalui motif Transenden, saya ingin menyampaikan bahwa apapun rencana manusia pada akhirnya semua akan tunduk pada rencana Tuhan. Ya contohnya wabah Corona ini,” tegas Sarah.

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya dan Forkopimda Jatim saat meninjau penerapan PPKM di Pasar Grosir Surabaya, Senin (1/2).

Seremonia

Tinjau Penerapan PPKM di Pasar PGS, Forkopimda Jatim Bagikan 25 Ribu Masker

Gresik

Petani Gresik Bakal Dibantu Robot Usir Hama Tikus
Rina Sa'adah dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam Festival Petani Milenial dengan tajuk “Optimalisasi Peran Petani Milenial”, Senin (25/10).

Nasional

Optimisme Sektor Pertanian Sebagai Masa Depan Ekonomi Nasional
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sigi Afif Lamakarate

Nasional

Insentif Fiskal Berbasis Ekologi Mendukung Sigi Hijau

Ekonomi

Cek Kualitas Komoditi, Tim Koordinasi BPNT/BSP Tuban Lakukan Sidak
Dwi Astuti Nurhaeni saat mengikuti podcast seri ke-3 yang diselenggarakan oleh The Asia Foundation (TAF), Kelompok Kerja (Pokja) PUG KLHK, dan Beritabaru.co dengan tajuk Implementasi Gender dalam Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jumat (24/12).

Nasional

Pemerhati Gender Senior Ini Apresiasi Implementasi PUG di KLHK
Suasana deklarasi dan pelantikan organisasi sayap Partai Demokrat Bintang Muda Indonesia (BMI) Jawa Tengah. Foto: adv.

Nasional

Terus Perlebar Sayap Di Jawa Tengah, BMI Resmi Deklarasikan Tiga Cabang Sekaligus
Staf Data dan Riset FITRA Riau, Aksiza Utami Putri saat memaparkan konsep penilaian kinerja Riau Hijau berbasis Kabupaten dalam acara Mini Workshop Pengembangan TAPE/TAKE di Riau, Senin (4/10).

Seremonia

FITRA Mendorong Penerapan TAPE Untuk Akselerasi Riau Hijau