Home / Lamongan / Warta

Senin, 15 Maret 2021 - 16:46 WIB

Resahkan Warga, Polusi PT. Jayabrix Indonesia Dinilai Ancam Kesehatan

Reporter : Adyad Ammy Iffansah

Perwakilan Pemerintah Desa saat menkonfirmasi terkait dampak polusi kepada PT. Jayabrix Indonesia. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Perwakilan Pemerintah Desa saat menkonfirmasi terkait dampak polusi kepada PT. Jayabrix Indonesia. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan, Progresnews.id — Hubungan warga Desa Kemantren Kecamatan Paciran Lamongan Jawa Timur dengan PT. Jayabrix Indonesia tampaknya semakin pelik.

Hal itu disebabkan, kegiatan industri pabrik yang bergerak pada bidang pembuatan batu ringan (Batako) tersebut dinilai membawa dampak negatif pada kesehatan warga.

Salah seorang warga, M. Khusno menuturkan jika dampak polusi yang ditimbulkan semakin hari semakin masif, dia mengkhawatirkan kesehatan keluarganya bahkan beberapa warga banyak merasakan sesak napas.

“Debunya parah, Mas. Asap hingga bau yang entah dari mana tapi sangat menganggu, suaranya juga sangat keras. Takutnya malah berimbas ke kesehatan,” tuturnya kepada Progresnews.id, Senin (15/3).

Baca Juga:  Polemik Dampak Lingkungan PT. Jaya Brix, Pemdes Kemantren Lapor ke Camat hingga Kirim Surat ke Bupati

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Desa Kemantren, Suaji juga membenarkan hal itu. Bahkan, dia mengaku tak hanya manusia, hewan ternak juga banyak yang mati karena bau yang ditumbulkan PT. Jayabrix Indonesia.

“Saya kasihan dengan warga yang dekat dengan pabrik itu, bahkan hewan ternak pernah ada yang mati diduga karena polusi, dan dampak lainya juga banyak dirasakan warga saya, Mas,” akunya.

Masih Suaji, dia menjabarkan jika kekhawatiran bukan hanya ada pada kesehatan warganya. Namun, juga pada sumber air di wilayahnya.

Baca Juga:  Politikus PKS Soroti Anggaran APBN Untuk Influencer
Kepala Desa Kemantren, Suaji saat dikonfirmasi terkait dampak polusi yang dialami warganya. Foto: Progresnews.id/Ammy.
Kepala Desa Kemantren, Suaji saat dikonfirmasi terkait dampak polusi yang dialami warganya. Foto: Progresnews.id/Ammy.

“Entah dibuang ke mana, saya takut limbah cairnya bisa berimbas ke sumber air yang dibutuhkan warga Kemantren, masalahnya sangat kompleks memang,” ungkapnya.

Sedangkan, pihak PT. Jayabrix Indonesia, Ayak saat dikonfirmasi terus mengelak saat ditanya menganai limbah industri yang ditumbulkan.

“Saya nggak mau berbicara, Pak. Tolong jangan di lanjutkan akan kami selesaikan dengan Pemdes Kemantren,” tuturnya.

Semakin tertekan Ayak selaku perwakilan PT. Jayabrix Indonesia pun tak kuasa dan memilih menghindari sejumlah awak media dan sejumlah perwakilan Pemdes Kemantren.

Share :

Baca Juga

Lamongan

Wow, Polres Lamongan Amankan 281 Pelaku Kejahatan hanya dalam 12 hari Operasi
Kaver hasil temuan survei SMRC.

Nasional

Survei SMRC: Masyarakat Sering Takut Ikut Berorganisasi Meningkat
Mantan Ketua PP. Muhammadiyah, Din Syamsuddin dilaporkan GAR-ITB ke Komisi Aparatur Sipil Negara atas dugaan radikalisme. Foto: Kumparan.

Nasional

Dituduh Radikal, Sejumlah Tokoh Bela Din Syamsuddin
Kapolres Lamongan, AKBP Miko bersama wartawan sernior Surya.co Hanif Mahsuri, saat prosesi potong kue di halaman Mapolres Lamongan.

Lamongan

Peringati HPN, Kapolres Lamongan: Beritamu Adalah Sumber Inspirasiku
IPNU Canggan menggelar Diskusi Teoritis & Skill di musala TP. Ihyaul Ulum pada Jumat (26/2).

Gresik

Dorong Kemandirian Ekonomi, IPNU Cangaan Gelar Diskusi Teoritis & Skill

Sepak Bola

Kompetisi Belum Jelas, Mantan Pemain ‘Persatu’ Ini Jadi Pedagang Sayur
Terkait mafia tanah, Dino Patti Djalal telah melaporkan kasus mafia tanah yang dialaminya sebanyak tiga kali, Rabu, (17/2). Foto: Kompas.

Nasional

Babak Baru Kasus Mafia Tanah, Polisi Tetapkan 11 Tersangka
Jajaran perwakilan Komis D saat sesi pertemuan dengan Dinkes dan UPT Kesehatan Kalitengah. Foto: Progresnews.id/Ammy.

Lamongan

Panggil UPT Puskesmas Kalitengah, Komisi D DPRD Lamongan Tekankan Pelayanan Kesehatan Lebih Humanis