Home / Lamongan / Warta

Senin, 15 Maret 2021 - 16:46 WIB

Resahkan Warga, Polusi PT. Jayabrix Indonesia Dinilai Ancam Kesehatan

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 633 kali

Perwakilan Pemerintah Desa saat menkonfirmasi terkait dampak polusi kepada PT. Jayabrix Indonesia. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Perwakilan Pemerintah Desa saat menkonfirmasi terkait dampak polusi kepada PT. Jayabrix Indonesia. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan, Progresnews.id — Hubungan warga Desa Kemantren Kecamatan Paciran Lamongan Jawa Timur dengan PT. Jayabrix Indonesia tampaknya semakin pelik.

Hal itu disebabkan, kegiatan industri pabrik yang bergerak pada bidang pembuatan batu ringan (Batako) tersebut dinilai membawa dampak negatif pada kesehatan warga.

Salah seorang warga, M. Khusno menuturkan jika dampak polusi yang ditimbulkan semakin hari semakin masif, dia mengkhawatirkan kesehatan keluarganya bahkan beberapa warga banyak merasakan sesak napas.

“Debunya parah, Mas. Asap hingga bau yang entah dari mana tapi sangat menganggu, suaranya juga sangat keras. Takutnya malah berimbas ke kesehatan,” tuturnya kepada Progresnews.id, Senin (15/3).

Baca Juga:  Gubernur Jatim Minta Bupati Yuhronur Maksimalkan Tenun Ikat Lamongan.

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Desa Kemantren, Suaji juga membenarkan hal itu. Bahkan, dia mengaku tak hanya manusia, hewan ternak juga banyak yang mati karena bau yang ditumbulkan PT. Jayabrix Indonesia.

“Saya kasihan dengan warga yang dekat dengan pabrik itu, bahkan hewan ternak pernah ada yang mati diduga karena polusi, dan dampak lainya juga banyak dirasakan warga saya, Mas,” akunya.

Masih Suaji, dia menjabarkan jika kekhawatiran bukan hanya ada pada kesehatan warganya. Namun, juga pada sumber air di wilayahnya.

Baca Juga:  Pemanfaatan Bengawan Mati Jadi Keramba Ikan di Lamongan Berpotensi Timbulkan Polemik
Kepala Desa Kemantren, Suaji saat dikonfirmasi terkait dampak polusi yang dialami warganya. Foto: Progresnews.id/Ammy.
Kepala Desa Kemantren, Suaji saat dikonfirmasi terkait dampak polusi yang dialami warganya. Foto: Progresnews.id/Ammy.

“Entah dibuang ke mana, saya takut limbah cairnya bisa berimbas ke sumber air yang dibutuhkan warga Kemantren, masalahnya sangat kompleks memang,” ungkapnya.

Sedangkan, pihak PT. Jayabrix Indonesia, Ayak saat dikonfirmasi terus mengelak saat ditanya menganai limbah industri yang ditumbulkan.

“Saya nggak mau berbicara, Pak. Tolong jangan di lanjutkan akan kami selesaikan dengan Pemdes Kemantren,” tuturnya.

Semakin tertekan Ayak selaku perwakilan PT. Jayabrix Indonesia pun tak kuasa dan memilih menghindari sejumlah awak media dan sejumlah perwakilan Pemdes Kemantren.

Share :

Baca Juga

Lamongan

Sebagian Nelayan Tetap Berlayar meski Gelombang Tinggi Di Perairan Lamongan
Kepala Dinas Sosial Lamongan, Mohammad Kamil. (Foto: Ig. Dinsoslamongan)

Lamongan

Kemensos RI Hentikan Santunan Bagi Korban Covid-19, Jatah 54 Pengaju Asal Lamongan Belum Cair
Ilustrasi Vaksin. Foto: Freepik.

Nasional

SE Muhammadiyah: Vaksinasi Tidak Batalkan Puasa
IPNU IPPNU Desa Jono melakukan Bersih-bersih mushola, Minggu (11/4).

Bojonegoro

Sambut Ramadan, PR IPNU IPPNU Jono Adakan Kegiatan Bersih-bersih Musala
Jajaran Formagam Gresik.

Gresik

Pilkada Usai, Formagam Gresik Apresiasi KPU dan Beri Pesan Kepada Pimpinan Baru
Ratusan massa aksi yang memadati halaman DPRD Lamongan. (Foto: Ammy)

Lamongan

Ratusan Massa Tuntut Banjir Segera Diatasi, DPRD: Dinas Terkait Tidak Punya Rencana Matang
Gus Yaqut mengharap masyarakat tak mudah melabeli seseorang radikal, Minggu (14/2). Foto: instagram.com/@gusyaqut.

Nasional

Komentari Pelaporan Din Syamsuddin, Gus Yaqut: Jangan Gegabah Menilai Seseorang
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi seusai melawat ke rumah duka. Foto: Ammy.

Lamongan

Wafat Susul Sang Ibunda, Kisah Awak KRI Nanggala 402 Asal Lamongan Ini Bikin Terenyuh