Home / Nasional / Warta

Selasa, 9 Februari 2021 - 22:07 WIB

Rekap Berita Hukum: Sidang Vonis Jaksa Pinangki sampai Meninggalnya Ustaz Maaher

Brigjen Pol. Rusdi Hartono. Foto: Humas Polri.

Brigjen Pol. Rusdi Hartono. Foto: Humas Polri.

Jakarta, Progresnews.id – Senin, (8/2/2021) ada beberapa berita hukum yang menjadi sorotan masyarakat. Mulai sidang Jaksa Pinangki yang divonis 10 tahun penjara, dan meninggalnya Ustaz Maaher saat berada di rumah tahanan.

Ustaz Maaher meninggal di Rutan

Kabar duka pertama kali diumumkan oleh pengacara almarhum, Aziz Yanuar. Ia mejelaskan, kliennya meninggal dunia saat masih dalam masa tahanan di Bareskrim Polri.

“Betul, beliau meninggal sekira jam 7 malam di Rutan Mabes Polri,” ungkap pengacara Ustaz Maaher, Djudju Purwantoro, dikutip dari detikcom, Senin (8/2).

Jaksa Pinangki divonis 10 tahun penjara

Dalam persidangan, Jaksa Pinangki telah terbukti menerima suap, melakukan tidak pidana pencucian uang, dan permufakatan jahat dalam perkara Djoko Tjandra.

Baca Juga:  Aturan Baru Kemenag, Mempunyai Wawasan Keberagamaan Moderat Jadi Syarat Baru Guru Madrasah Swasta

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 600 juta dengan ketentuan bila denda tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 6 bulan,” tegas Ketua Majelis Hakim Ignatius Eko Purwanto.

Dugaan penjualan Gili Tangkong

Muncul kabar adanya dugaan penjualan Gili (Pulau) Tangkong yang terletak di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok, NTB.

Dalam keterangannya, Kapolres LombokBarat, AKBP Bagus Satriyo mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman informasi dugaan penjualan Gili Tangkong tersebut.

“Kami masih melakukan pemantauan dan pendalaman terhadap masalah ini, seperti apa sesungguhnya yang terjadi di lapangan, sehingga kami mendapat gambaran secara utuh,” terang AKBP Bagus Satriyo sebagaimana dikutiip dari Suara.com.

Baca Juga:  Temukan Tes PCR Palsu, Satgas Covid-19 Perketat Pintu Masuk Batam

Dugaan aliran dana terorisme dari 92 rekening FPI

Dari hasil evaluasi terhadap 92 rekening FPI yang diblokir PPATK terkait aliran dana kegiatan terorisme masih diselidiki pihak kepolisian.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, penyidik masih mempelajari adanya dugaan tindak pidana di dalam transaksi rekening milik FPI. Termasuk adanya dugaan aliran dana ke terorisme.

“Itu ada 92 rekening. Seluruhnya sekarang dipelajari oleh Bareskrim Polri terhadap transaksi melibatkan 92 rekening tersebut,” papar Brigjen Pol. Rusdi Hartono, Minggu (7/2).

Jika nantinya penyidik menemukan unsur pidana, maka Polri akan melakukan penindakan terkait dengan transaksi 92 rekening FPI.

Share :

Editor : Alfan Niam Sofi

Baca Juga

Director of Environmental Governance The Asia Foundation, Lili Hasanuddin.

Nasional

Kontribusi Petani Millenial Dibutuhkan Pertanian Indonesia

Warta

Usai Dikukuhkan, Aliansi BEM Kediri Raya Siap Menjadi Mitra Kritis Pemerintah
Situasi di salah satu jalan kampung Desa Balun Kecamatan Turi. Foto : Ammy.

Lamongan

Tak Ada Peringatan Hari Lahir Pancasila di Desa Pancasila, Kok bisa?
Dr. Taufik Hidayat, Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan . (Foto: Istimewa)

COVID-19

Dinilai Berhasil Tekan Penyebaran Covid-19, PPKM di Lamongan Tidak Diperpanjang
Mantan Ketua PP. Muhammadiyah, Din Syamsuddin dilaporkan GAR-ITB ke Komisi Aparatur Sipil Negara atas dugaan radikalisme. Foto: Kumparan.

Nasional

Dituduh Radikal, Sejumlah Tokoh Bela Din Syamsuddin
Ilustrasi: Irfan Hidayat/Progresnews.id

Nasional

Maraknya Forex Ilegal, Rachmat Gobel: Aparat Harus Berantas
Bantuan-Operasional Pesantren dan Pendidikan Agama Islam

Nasional

Kemenag Siapkan Bantuan Operasional untuk Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam

Nasional

Dewan Pers Keluarkan Pernyataan Awal Tahun 2021