RCTI layangkan Gugatan Live Di Medsos, Warganet Ramai Usung Tagar #BoikotRCTI

RCTI layangkan Gugatan Live Di Medsos, Warganet Ramai Usung Tagar #BoikotRCTI
Salah satu warganet mengunggah foto tayangan kurang bermoral yang menyindir gugatan UU Penyiaran yang dilayangkan RCTI adalah demi kepentingan moral. Foto: Twitter.

Progresnews.id, Teknologi – Beberapa waktu lalu, beredar kabar bahwa RCTI mengajukan gugatan uji materi Undang-Undang Penyiaran ke Mahkamah Konstitusi. Sebagai tanggapan, warganet ramai-ramai menaikkan tagar #BoikotRCTI sejak Jumat (28/8).
Salah seorang warganet bahkan ada beberapa warganet yang melaporkan akun Twitter official RCTI.

“Tanpa Doraemon dan Ninja hatori tepeeri hanyalah butiran tai,” tulis salah salah satu warganet Twitter sambil mengunggah tangkapan layar telah melaporkan akun resmi Twitter RCTI.
Beberapa hari yang lalu, pihak RCTI dan iNEWS mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi karena menilai ada perbedaan perlakuan terhadap Netflix dan YouTube dengan televisi konvensional dalam UU Penyiaran.
Dalam gugatannya, mereka meminta agar setiap penyelenggara penyiaran yang menggunakan internet, seperti Youtube hingga Netflix tetap tunduk pada UU Penyiaran.
MK sudah beberapa kali menggelar sidang uji materi ini, terakhir pada Rabu 26 Agustus lalu.
Rencananya, sidang akan kembali digelar pada Senin 14 September mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan DPR dan pihak terkait.
Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), apabila permohonan pengujian UU Penyiaran oleh RCTI dikabulkan maka masyarakat tidak lagi bebas memanfaatkan fitur siaran langsung dalam platform media sosial.
Menurt CNN, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kominfo Ahmad M Ramli mengatakan perluasan definisi penyiaran yang dilakukan akan mengklasifikasikan kegiatan seperti Instagram TV, Instagram Live, Facebook Live, Youtube Live, dan konten audio visual lainnya dalam platform medsos diharuskan menjadi lembaga penyiaran yang wajib berizin.
Pengajuan gugatan itu langsung memicu emosi masyarakat. Gugatan itu dianggap masyarakat bahwa RCTI telah merusak dan menghambat kreativitas masyarakat.
Akan tetapi, Corporate Legal Director MNC Group, Christophorus Taufik, membantah pihaknya ingin merusak kreativitas masyarakat, dan mengatakan pihaknya meminta agar ada kesetaraan perlakuan antara televisi konvensional dan media sosial oleh pemerintah.
Sementara itu, Direktur eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto menuturkan gugatan itu sejatinya tidak lebih dari upaya persaingan usaha belaka.
Dia melihat kontestasi antara industri penyiaran yang sudah lebih dulu mapan dengan industri internet yang baru tumbuh belakangan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *