Home / Gresik / Hiburan / Pariwisata / Warta

Senin, 4 Oktober 2021 - 07:34 WIB

Ratusan Layang-layang Naga Meliuk di Langit Balongpanggang

Apresiatif. Gus Yani turut mengapresiasi Festival Layang-layang Nasional di Desa Dohoagung Kecamatan Balongpanggang, Gresik (3/10). Foto : Chidir

Apresiatif. Gus Yani turut mengapresiasi Festival Layang-layang Nasional di Desa Dohoagung Kecamatan Balongpanggang, Gresik (3/10). Foto : Chidir

GRESIK, Progresnews.id.,–Setelah menghitung beramai-ramai, tali kendali yang berada di moncong kepala naga itu diseret oleh lima orang sambil berlari sekencang-kencangnya. Angin yang berlawanan arah, menerpa sekujur tubuh sang naga. Mainan berbahan plastik daur ulang, serpihan fiber, serta kain parasut itu perlahan meliuk ke udara. Semua orang tertawa lepas, melihat sang naga mengudara.

Begitulah suasana yang menandai Festival Layang-layang Nasional yang digelar di Desa Dohoagung Kecamatan Balongpanggang Gresik. Perayaan ini sekaligus menjadi rangkaian panen raya warga masyarakat di desa tersebut. Tradisi layangan setelah musim panen ini merupakan cara bagi warga untuk mengekspresikan rasa syukur atas hasil pertanian mereka.

Sekedar diketahui, Minggu (3/10) kemarin, ialah kali kelima Festival Layang-layang Nasional digelar oleh masyarakat setempat. Bagi beberapa warga Dohoagung, tradisi layangan sangat menarik. Lain itu, dibalik dolanan ini terpendam makna kehidupan yang luhur.

Tarik-ulur tali kendali dalam permainan layang-layang misalnya, dapat dimaknai pengendalian diri dan hawa nafsu. Sedangkan naga ialah hewan purba yang melambangkan kehidupan berkelimpahan, kesuburan serta kemakmuran.

Terbentang di atas ladang persawahan. Panjang Layang-layang Naga hingga 100 meter. Foto : Chidir/Progresnews.id

Pada event 2021 ini, rata-rata panjang layangan yang diterbangkan peserta sekira 80 meter hingga 100 meter. Sedangkan detail bentuk layangan nyaris menyerupai wujud naga. Maka bisa dimaklumkan jika pembuatan layangan itu tidak sebentar dan berongkos besar.

Baca Juga:  Kawal Bu Min Saat Kampanye di Desa-Desa, Garnita Gresik Ingin Perjuangkan Peran Perempuan

Salah satu pemilik layangan, Suyono, tidak menampik jika runtunan pembuatan layangan diproses cukup lama. “Pembuatannya memakan waktu hingga 4 bulan lebih,” ujar pria 46 tahun tersebut.

Menurut Suyono, kesulitan pada pembuatan layang-layang naga ini terletak pada bagian kepalanya. Dirinya dan peserta lain, membuat bagian kepala naga dari mata, sisik, sampai taring sangat teperinci hingga tampak nyata.

Biaya pembuatan layangan naga ini juga beragam. Suyono sendiri mengaku, menghabiskan ongkos lebih kurang Rp 4 juta untuk membiayai proses pembuatannya. Bahkan menurutnya, ada peserta lain yang sampai merogoh kocek Rp 15 sampa Rp 30 juta lebih.

“Mahal biayanya tapi sangat puas dengan hasilnya. Saya sendiri sempat menang lomba di tingkal lokal. Sepadan lah dengan harga pembuatannya,” terangnya.

Dalam gelaran seri ke-5 ini, Ketua Panitia Festival Adieb Hazmy mengatakan, ada 300 peserta yang mengikuti gelaran layang-layang. Pihaknya sendiri membagi festival ini dengan tiga kategori lomba. Yakni layang-layang biasa, layangan pewayangan, hingga termegah seperti naga.

Baca Juga:  Usung Tema Kepemimpinan Perempuan, TAF Hadirkan Kolaborasi Peringatan IWD 2021
Detail. Kepala Layang-layang Naga Merupakan Bagian paling Rumit. Foto : Chidir/Progresnews.id

“Banyak kriterianya untuk pemenang lomba. Antara lain, penilaian 40 persen meliputi desain dan keindahan model layangan, sedangan penilaian 60 persen meliputi kestabilan saat mengudara,” jelasnya.

Sementara itu, kehadiran Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani (Gus Yani) pada acara tersebut, semakin menambah spirit peserta dan penonton. Gus Yani mengapresiasi langkah positif penyelenggara menggelar acara ini. Gus Yani berpendapat bila festival layangan merupakan kearifan lokal yang perlu dijaga.

“Alhamdulilah festival luar biasa menjadi hiburan tidak hanya di desa atau kecamatan, namun jadi hiburan nasional. Ini semangat kita keluar pandemi covid-19 karena festival, layang-layang menjadi kearifan lokal benar benar kita jaga. Target kita ekonomi kerakyatan bangkit di pandemi covid-19,” kata Bupati 36 tahun tersebut.

Tak hanya itu, Gus Yani juga mengusulkan agar ke depan gelaran seperti ini diharapkan mampu mendorong ekonomi kreatif serta memberdayakan masyarakat sekitar, misalnya dimanfaatkan untuk mengekspos produk pertanian di desa setempat dan di wilayah sekitarnya.

Share :

Editor : Achmad Chidir Amirullah

Baca Juga

Suasana penjual ikan air tawar di Pasar Ikan Lamongan.

Lamongan

Diakibatkan Banjir, Ketersediaan Ikan Air Tawar di Pasar Ikan Lamongan Menurun

Lamongan

Perihatin Nasib Warga Terdampak, Begini Aksi Kapolres Lamongan Tangani Banjir Bengawan Jero
Menteri Kesehatan Budi Gunadi dalam Webinar Vaksinasi Covid-19 yang bertajuk 'Peran Wanita Dalam Sukseskan Vaksinasi Covid-19 Mendukung Terwujudnya Ketahanan Keluarga' pada Senin (1/2).

Nasional

Sampaikan Dua Langkah Penting, Menkes Minta Bantuan Ibu-Ibu
Potret Lamongan Mart, Rabu (21/4). Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Program Andalan Pemkab Lamongan Rezim H. Fadeli Mangkrak, Bangunanya Kosong dan Terbengkalai
Bappeda Litbang Provinsi Kaltara Ahmad Iqbal, Bappeda Litbang Kabupaten Tana Tidung Siti Aisyah dan pembawa acara Novita Kristiani dalam Podcast “Kepala daerah Penggagas Insentif Fiskal Berbasis Ekologi” seri ke-2 Transfer Anggaran Provinsi berbasis Ekologi (TAPE) Provinsi Kaltara, Selasa (28/9)

Warta

Belajar Inovasi Kebijakan TAPE dari Kalimantan Utara
Ketua DPRD Abdul Qodir saat Jumpa Pers di Gedung DPRD

Gresik

Dukung Visi-Misi, DPRD Gresik Minta Gus Yani-Bu Min Segera Usung RPMJD
Al Muiz Liddinillah dari Beritabaru.co, Rini Kurnia Solihat Kepala Bidang Bina Keuangan dan Aset Desa DPMD Kab. Kubu Raya, dan Firdaus Direktur Juang Laut Lestari (JARI) Borneo Barat dalam acara Podcast ke-4 Festival Inovasi Ecological Fiscal Transfer (EFT), Selasa (12/10).

Nasional

Keselarasan Kebijakan Dalam Penerapan TAKE Kubu Raya
Konferensi Pers Polda Jatim, Senin (1/2).

Warta

Polda Jatim Bongkar Prostitusi Online Libatkan Anak Di Bawah Umur