Home / Nasional / Warta

Sabtu, 1 Januari 2022 - 19:54 WIB

Rapor Merah dari ICW, KPK: Pemberantasan Korupsi Bukan Hanya Soal OTT

Ketua KPK Firli Bahuri (kedua kiri) bersama Wakil Ketua Alexander Marwata (kedua kanan) dan Nurul Ghufron (kiri), dan juru bicara KPK Ali Fikri (kanan) menyampaikan laporan Kinerja Tahun 2021 KPK di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Rabu, 29 Desember 2021. Foto: Youtube KPK RI

Ketua KPK Firli Bahuri (kedua kiri) bersama Wakil Ketua Alexander Marwata (kedua kanan) dan Nurul Ghufron (kiri), dan juru bicara KPK Ali Fikri (kanan) menyampaikan laporan Kinerja Tahun 2021 KPK di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Rabu, 29 Desember 2021. Foto: Youtube KPK RI

Jakarta, Progresnews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan bahwa pencapaian pemberantasan korupsi bukan anya dinilai dari jumlah Operasi Tangkap Tangan (OTT) saja.

Hal itu disampaikan KPK sebagai jawaban atas kritik Indonesia Corruption Watch (ICW) yang memberikan penilaian rapor merah atas kinerja KPK sepanjang tahun 2021.

“Pencapaian pemberantasan korupsi bukan sebatas penindakan saja, apalagi hanya dinilai dari jumlah OTT,” kata Ali Fikri selaku pelaksana tugas (Plt)juru bicara KPK dalam Konferensi Pers Kinerja KPK 2021 yang disiarkan oleh channel youtube KPK RI, Jum’at (31/12).

Baca Juga:  Terapkan TAKE, Kubu Raya Siap Menjaga Kawasan Hutan

Ali mengungkapkan, OTT ialah hanya salah satu metode penindakan saja. Menurutnya, KPK telah menerbitkan 105 surat perintah penyidikan dengan jumlah 123 tersangka selama tahun 2021.

Artinya, Ali menegaskan, penetapan tersangka KPK tetap banyak. Walaupun OTT hanya dilakukan sebanyak 6 kali pada tahun 2021.

“Penetapan tersangka melalui OTT tidak lebih dari 5 persen saja,” kata Ali.

Ali menyampaikan, di luar penindakan, pemberantasan korupsi tidak hanya masalah penindakan. Menurutnya, KPK juga sering melakukan pencegahan dan pendidikan antikorupsi.

Baca Juga:  Tak Kunjung Usai, Kini Novel Baswedan Dilaporkan ke Dewan KPK

Ali kemudian menjelaskan, dalam hal pencegahan, KPK telah berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara dan daerah yang hampir mencapai Rp 35 triliun melalui penagihan hutang serta penyelamatan aset.

Sedangkan, lanjut Ali, melalui pendidikan, KPK telah mendorong implementasi pendidikan antikorupsi terhadap lebih dari 24 ribu orang di pendidikan dasar, 3.400 orang di pendidikan menengah, dan 6.200 lebih di perguruan tinggi.

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Acara Rilis Hasil Survei. Foto: Ist.

Warta

Survei: Thoriqul Haq Jadi Kepala Daerah Paling Berpengaruh di Jatim
Gus Yani dan Bu Min saat di temui media usai ditetapkan oleh KPU.

Gresik

HPN ke-75, Gus Yani-Bu Min Ungkap Harapan Agar Pers Indonesia Anti Hoaks
Peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lamongan. (Foto: Ig. Dinkes Lamongan)

Lamongan

Kabupaten Lamongan Tetapkan 49 RT Laksanakan PPKM Mikro
Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyatno saat merilis soal kasus yang melibatkan ormas. Foto : Humas Polri.

Nasional

Negosiasi buntu, Kantor FBR dan PP Disegel Polres Jakarta Pusat
Menteri Kominfo Johnny G Plate dalam Konvensi Nasional Media Masa "Pers Nasional Bangkit dari Krisis Akibat Pandemi Covid-19 dan Tekanan Disrupsi Digital", Senin (8/2).

Warta

Konvensi Nasional Media Massa, Menkominfo Beri Dorongan Kepada Insan Pers

Nasional

Targetkan 100 Kursi DPR, PKB Terus Gerilya Cari Caleg Potensial
Gus Yani saat memberikan sambutan dalam acara Perilisan Museum Masmundari di Aula Mijil Pendopo Kabupaten Gresik, Sabtu (27/11).

Gresik

Perilisan Museum Masmundari, Gus Yani Dorong Generasi Muda Terus Berinovasi
Foto: Kemenhan.

Nasional

Kemenhan Gandeng Teknolog Perguruan Tinggi Untuk Pertahanan Negara