Daerah  

Puskesmas Alun-alun Gresik Kembali Luncurkan Produk Jamu Hasil Binaan

Puskesmas Alun-alun Gresik Kembali Luncurkan Produk Jamu Hasil Binaan
Puskesmas Alun-alun Gresik Kembali Luncurkan Produk Jamu Hasil Binaan. Foto: Progresnews.id/Betty

Gresik, Progresnews.id – Puskesmas Alun-Alun Gresik luncurkan produk baru untuk kafe jamu tradisional yang diberi nama “Jampi”. Sebelumnya program kesehatan tradisional ini telah diresmikan pada Jum’at (23/10) dan kini terus berkembang hingga menghasilkan produk-produk baru.

Berikut produk jamu tradisional hasil binaan Pukesmas Alun-Alun Gresik yang diluncurkan:

  1. Pokak Awan

Pokak Awan merupakan produk binaan dari Desa Sidorukun. Komposisi dari pokak awan di antaranya adalah serai dan kayu manis. Jamu tradisional ini digunakan untuk menghangatkan badan, panas dalam serta sariawan. Harga yang dipatok untuk satu botolnya adalah Rp. 8000.

  1. Markisa

Markisa merupakan produk binaan dari RT. 13 Desa Kramatinggil. Produk ini selain cocok diminum saat cuaca panas karena rasanya yang segar, Neneng Rahayu sebagai penanggung jawab program juga menyebut bahwa jamu tradisional ini memiliki khasiat dapat menstabilkan kadar gula untuk penderita diabet. Selain itu, produk markisa ini juga bisa untuk pencernaan dan panas dalam. Harga yang dipatok untuk satu botolnya adalah Rp 12.000.

Puskesmas Alun-alun Gresik Kembali Luncurkan Produk Jamu Hasil Binaan. Foto: Progresnews.id/Betty
  1. Sirup Belimbing Wuluh

Sirup belimbing wuluh merupakan produk binaan dari RT. 11 Desa Kramatinggil. Produk jamu tradisional ini dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Untuk mendapatkan sirup belimbing wuluh, pembeli hanya perlu mengeluarkan biaya Rp. 8000.

  1. Sirup Lidah Buaya

Sirup lidah buaya merupakan produk jamu tradisional yang terbaru dari RT. 11 Desa Kramatinggil. Minuman yang mempunyai jargon ready to drink atau siap diminum ini memiliki manfaat pada pencernaan, dapat mengatasi panas dalam serta sariawan. Pembeli hanya perlu menyiapkan uang Rp.8000 untuk bisa mencobanya.

  1. Jamu Proses Fermentasi dari Berbagai Macam Empon-Empon

Produk binaan selanjutnya merupakan jamu hasil proses fermentasi dari berbagai empon-empon. Produk ini merupakan hasil binaan dari Desa Sidorukun. Neneng Rahayu menyebut bahwa jamu tradisional ini bisa digunakan untuk penderita diabetes, asam urat, kolesterol, hipertensi, obesitas serta dapat meningkatkan stamina. Untuk satu botolnya bisa diperoleh dengan harga Rp. 11.000.

  1. Jesareh

Jesareh merupakan produk hasil binaan dari Desa Kramatinggil. Jesareh biasanya terdiri dari serai dan gula aren. Namun untuk Jesareh yang satu ini dikombinasikan dengan jeruk lemon dan daun salam. Jamu tradisional ini bisa digunakan oleh penderita hipertensi, diabetes, dan penyakit lainnya. Harga untuk satu botolnya adalah Rp. 9000.

  1. Soroh

Produk hasil binaan yang satu ini dibuat khususnya bagi para wanita. Jamu tradisional ini dapat membuat daerah kewanitaan menjadi keset serta dapat mengatasi bau badan. Satu botolnya bisa diperoleh dengan harga Rp. 10.000.

Salah satu pembeli produk jamu tradisional hasil binaan Pukesmas Alun-Alun Gresik, Made (42) mengatakan bahwa program ini bagus karena tidak harus berobat dengan bahan kimia dan berharap ke depannya tetap berlanjut jadi lebih baik lagi.

“Rasanya enak, senang karena untuk badan efeknya bagus. Jadi ya ditelateni. Kalau jamu kan enggak langsung, ada prosesnya. Ini soroh nya itu kerasa banget. Kunir asemnya juga gitu,” paparnya.

Sementara itu, Neneng Rahayu selaku penanggung jawab program kesehatan tradisional Puskesmas Alun-Alun Gresik menerangkan bahwa ada batas waktu maksimal keamanan produk untuk dikonsumsi. Oleh karenanya pihaknya akan semaksimal mungkin menyeleksi produk hasil binaan.

“Ada masanya, sekitar 5 sampai 7 hari, kita ambil, kemudian ganti yang baru. Ada masa expirednya, mereka (warga binaan) juga ikut pelatihan seperti BPOM jadi sudah mengerti bagaimana” jelasnya.

Selain produk hasil binaan, Puskesmas Alun-Alun Gresik juga mengadakan program seperti pengobatan dengan teknik kesehatan akupuntur. Akupuntur merupakan pengobatan yang dilakukan oleh ahli tusuk jarum dengan merangsang titik-titik tertentu. Program ini berkolaborasi dengan pengobat tradisional alumni Universitas Airlangga, Yuninda.

“Kan ini masih baru, jadi lebih banyak memberikan motivasi sama inovasi biar kedepannya lebih mudah lagi,” terang Yuninda.

Selain itu, ruangan untuk pengobatan juga sangat diperhatikan, sehingga pasien bisa merasakan kenyamanan. Neneng Rahayu mengatakan pihaknya akan selalu memberi yang terbaik untuk pasien seperti mendesain tempat dengan aromaterapi.

“Aromaterapi merupakan bagian dari terapi saat kita menghirup baunya, selain itu ada musiknya juga. Terkadang pasien juga saya tanya, minta lagu apa,” ungkapnya.

Editor: Rifqi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.