Home / Jendela / Pendidikan

Kamis, 4 Februari 2021 - 23:15 WIB

Program Sekolah Penggerak Wujud Refleksi Tiga Program Sekolah Sebelumnya

Ilustrasi Program Sekolah Penggerak dari Naskah Akademik Kemendikbud.

Ilustrasi Program Sekolah Penggerak dari Naskah Akademik Kemendikbud.

Program Sekolah Penggerak yang baru saja resmi diluncurkan oleh Kemendikbud, selain bertujuan sebagai upaya melanjutkan dan mengembangkan kebijakan peningkatan mutu pendidikan agar lebih merata kepada lebih banyak sekolah dan daerah, program ini juga memiliki visi yang disebutnya dengan Pelajar Pancasila, di antaranya Berkebhinekaan Global, Bergotong royong, Kreatif, Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, Mandiri, dan Bernalar Kritis.

Program Sekolah Penggerak ini juga memiliki lima intervensi yang saling berhubungan, yaitu: Pertama, pendampingan konsultatif dan asimetris, program ini adalah kemitraan antara Kemendikbud dan pemerintah daerah yang akan memberikan pendampingan implementasi sekolah penggerak. Kedua, penguatan SDM sekolah, ini mencakup penguatan kepada sekolah, pengawas sekolah, penilik dan guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching) one to one dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemendikbud.

Ketiga, pembelajaran dengan paradigma baru, pembelajaran ini berorientasi pada penguatan kompetisi dan pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan luar kelas. Keempat, perencanaan berbasis data adalah manajemen berbasis sekolah dengan perencanaan berdasarkan refleksi diri sekolah. Dan yang kelima, digitalisasi sekolah penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi dan pendekatan yang customized.

Visi Pendidikan Nasional. Sumber: Paparan Program Sekolah Penggerak.

Dalam Naskah Akademik yang disusun oleh Pusat Penelitian Kebijakan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020, menuliskan tentang refleksi program transformasi sekolah Kemdikbud.

Kemendikbud terus mengupayakan peningkatan kualitas pembelajaran bagi para siswa di seluruh Indonesia. Maka dari itu, Kemendikbud menelaah kembali kepada tiga program transformasi sekolah yang sudah pernah ada sebelumnya, yaitu Sekolah Bertaraf Internasional, Sekolah Model, Sekolah Rujukan.

Baca Juga:  Sambut HUT PGRI ke-75, Bupati Tuban Resmikan Gedung Graha Dwidja

Sekolah Bertaraf Internasional

Program Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) didasarkan pada UU NO 20/2003 tentang Pendidikan Nasional yang mengamanatkan pembentukan satuan Pendidikan Bertaraf Internasional untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu bersaing di kancah Internasional. Program ini dimulai pada tahun 2006 dengan nama Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). RSBI mendapat intervensi berupa dana tambahan untuk mendukung upaya pemenuhan persyaratan SBI, juga dikecualikan dari kebijakan “Sekolah Gratis” sehingga diperbolehkan meminta dana tambahan dari orang tua murid untuk pemenuhan kebutuhan program.

Namun kemudian program ini berjalan lemah. Munculnya kesenjangan dan pandangan akan sekolah RSBI dan sekolah biasa, menjadikan Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan terhadap pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas.

Sekolah Model

Sekolah Model adalah sekolah yang mampu menerapkan sistem jaminan mutu pendidikan, peningkatan mutu secara berkelanjutan dan mampu mengimbaskan penerapan sistem jaminan untuk pendidikan kepada sekolah lain. Program ini memiliki dua output, yaitu sekolah percontohan berbasis SNP melalui penjaminan mutu pendidikan secara mandiri dan pengimbasan penerapan jaminan mutu pendidikan ke sekolah lain.

Program ini juga mempunyai tiga Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), yaitu pendampingan pemetaan dan perencanaan pemenuhan mutu, pendampingan pelaksanaan pemenuhan mutu, dan pendampingan evaluasi pelaksanaan pemenuhan mutu. Hingga pada waktunya keberlanjutan program ini semakin lama semakin pasif dan tidak optimal.

Sekolah Rujukan

Program Sekolah Rujukan adalah sekolah yang telah memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan mengembangkan keunggulan-keunggulan dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. Keunggulan dari pada Sekolah Rujukan ini ditampilkan dengan nilai akreditasi A, ekosistem pendidikan yang kondusif, mengembangkan budaya mutu, melaksanakan program penguatan pendidikan karakter, dan lokasi strategis.

Baca Juga:  Keputusan Bersama Tiga Menteri Terkait Penggunaan Atribut Keagamaan di Lingkungan Sekolah

Namun kemudian, laporan supervisi hasil monitoring dan evaluasi selama itu pada Sekolah Rujukan, sayangnya tidak memberi petunjuk tentang dampak dari praktik pengimbasan yang telah dilakukan.

Intervensi Program Sekolah Penggerak. Sumber: Paparan Program Sekolah Penggerak

Dari tiga program pendidikan tersebut, Kemendikbud menilai masih banyak hal yang harus diperbaiki mutu pendidikannya. Tiga program itu cenderung hanya menjangkau sekolah-sekolah yang kualitasnya bagus, dan aeolah menciptakan kesenjangan antara sekolah lain dengan label “keunggulan”-nya. Seharusnya satuan pendidikan memahami tentang dirinya dan sekolah lain bahwa mereka sedang dalam proses menuju mutu yang lebih baik, jadi tidak akan ada yang unggul atau rendah.

Maka dengan Program Sekolah Penggerak ini, merentangkan waktu yang tidak bisa ditentukan untuk bisa meratakan dan mencapai target 100% mutu pendidikan dengan Program Sekolah Penggerak di seluruh Indonesia yang sempurma.

Kemendikbud mencanangkan mulai dari TA 2021-2022 di 34 Provinsi, 111 kab/kota, dan 2500 Sekolah Penggerak. TA 2022-2023 di 34 provinsi, 250 kab/kota, dan 10.000 Sekolah Penggerak. TA 2023-2024 di 34 provinsi, 514 kab/kota, dan 20.000 Sekolah Penggerak. TA 2024-2025 di 34 Provinsi, 514 kab/kota, dan 40.000 Sekolah Penggerak. TA 20XX-20XX di 34 provinsi, 514 kab/kota dan penambahan jumlah Sekolah Penggerak. TA 20XX-20XX di 34 provinsi, 514 kab/kota, dan 100% sekolah menjadi Sekolah Penggerak.

Share :

Editor : Alfa Kamila

Baca Juga

Siswa-Siwi MA Al-Karimi pada kegiatan GPP VIII tahun lalu (sebelum pandemi).

Gresik

Bangun Jiwa Kompetisi Saat Pandemi, Siswa-Siswi MA Al-Karimi Gresik Bakal Gelar GPP IX dan EMAS ITF Secara Virtual
Tangkapan layar Kepala LTMPT, Prof Mohammad Nasih, dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (1/10). Foto: Progresnews/Ipung.

Pendidikan

4 Sekolah di Gresik Masuk TOP 1000 Peringkat Sekolah Terbaik Versi LTMPT
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat mengumumkan Surat Keputusan Bersama. Foto: Kemendikbud.

Pendidikan

SKB Tiga Menteri Kecualikan Aceh, Mendagri: Tugas Negara Menjamin dan Menjaga Kemerdekaan Beragama
Tingkatkan Perlindungan Keselamatan Guru, BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerjasama dengan LP Ma'arif NU Gresik

Daerah

Tingkatkan Perlindungan Keselamatan Guru, BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerjasama dengan LP Ma’arif NU Gresik
8 Program Kegiatan Pembelajaran Kampus Merdeka.

Jendela

8 Program Kampus Mengajar Kemendikbud
Ekspresif. Salsabila dan Dewi saat memerankan naskah Senja Putih, (15/10). Foto: Dokumentasi Teater NUSA/Progresnews.id

Hiburan

Tebus Rindu, Teater NUSA Gelar Pertunjukan Senja Putih
Ratusan Mahasiswa Staida Gresik Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Daerah

Ratusan Mahasiswa Staida Gresik Ikuti Pelatihan Jurnalistik
BKN Rilis Jadwal Lanjutan Seleksi CPNS dan P3K 2021. Foto: BKN.

Nasional

BKN Rilis Jadwal Lanjutan Seleksi CPNS dan PPPK 2021