Home / Jendela / Pendidikan

Kamis, 4 Februari 2021 - 23:15 WIB

Program Sekolah Penggerak Wujud Refleksi Tiga Program Sekolah Sebelumnya

Reporter : Alfa Kamila - Telah dibaca 162 kali

Ilustrasi Program Sekolah Penggerak dari Naskah Akademik Kemendikbud.

Ilustrasi Program Sekolah Penggerak dari Naskah Akademik Kemendikbud.

Program Sekolah Penggerak yang baru saja resmi diluncurkan oleh Kemendikbud, selain bertujuan sebagai upaya melanjutkan dan mengembangkan kebijakan peningkatan mutu pendidikan agar lebih merata kepada lebih banyak sekolah dan daerah, program ini juga memiliki visi yang disebutnya dengan Pelajar Pancasila, di antaranya Berkebhinekaan Global, Bergotong royong, Kreatif, Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, Mandiri, dan Bernalar Kritis.

Program Sekolah Penggerak ini juga memiliki lima intervensi yang saling berhubungan, yaitu: Pertama, pendampingan konsultatif dan asimetris, program ini adalah kemitraan antara Kemendikbud dan pemerintah daerah yang akan memberikan pendampingan implementasi sekolah penggerak. Kedua, penguatan SDM sekolah, ini mencakup penguatan kepada sekolah, pengawas sekolah, penilik dan guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching) one to one dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemendikbud.

Ketiga, pembelajaran dengan paradigma baru, pembelajaran ini berorientasi pada penguatan kompetisi dan pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan luar kelas. Keempat, perencanaan berbasis data adalah manajemen berbasis sekolah dengan perencanaan berdasarkan refleksi diri sekolah. Dan yang kelima, digitalisasi sekolah penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi dan pendekatan yang customized.

Visi Pendidikan Nasional. Sumber: Paparan Program Sekolah Penggerak.

Dalam Naskah Akademik yang disusun oleh Pusat Penelitian Kebijakan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020, menuliskan tentang refleksi program transformasi sekolah Kemdikbud.

Kemendikbud terus mengupayakan peningkatan kualitas pembelajaran bagi para siswa di seluruh Indonesia. Maka dari itu, Kemendikbud menelaah kembali kepada tiga program transformasi sekolah yang sudah pernah ada sebelumnya, yaitu Sekolah Bertaraf Internasional, Sekolah Model, Sekolah Rujukan.

Baca Juga:  Harumkan Nama Lamongan, Unisla Kembali Torehkan Prestasi

Sekolah Bertaraf Internasional

Program Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) didasarkan pada UU NO 20/2003 tentang Pendidikan Nasional yang mengamanatkan pembentukan satuan Pendidikan Bertaraf Internasional untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu bersaing di kancah Internasional. Program ini dimulai pada tahun 2006 dengan nama Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). RSBI mendapat intervensi berupa dana tambahan untuk mendukung upaya pemenuhan persyaratan SBI, juga dikecualikan dari kebijakan “Sekolah Gratis” sehingga diperbolehkan meminta dana tambahan dari orang tua murid untuk pemenuhan kebutuhan program.

Namun kemudian program ini berjalan lemah. Munculnya kesenjangan dan pandangan akan sekolah RSBI dan sekolah biasa, menjadikan Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan terhadap pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas.

Sekolah Model

Sekolah Model adalah sekolah yang mampu menerapkan sistem jaminan mutu pendidikan, peningkatan mutu secara berkelanjutan dan mampu mengimbaskan penerapan sistem jaminan untuk pendidikan kepada sekolah lain. Program ini memiliki dua output, yaitu sekolah percontohan berbasis SNP melalui penjaminan mutu pendidikan secara mandiri dan pengimbasan penerapan jaminan mutu pendidikan ke sekolah lain.

Program ini juga mempunyai tiga Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), yaitu pendampingan pemetaan dan perencanaan pemenuhan mutu, pendampingan pelaksanaan pemenuhan mutu, dan pendampingan evaluasi pelaksanaan pemenuhan mutu. Hingga pada waktunya keberlanjutan program ini semakin lama semakin pasif dan tidak optimal.

Sekolah Rujukan

Program Sekolah Rujukan adalah sekolah yang telah memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan mengembangkan keunggulan-keunggulan dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. Keunggulan dari pada Sekolah Rujukan ini ditampilkan dengan nilai akreditasi A, ekosistem pendidikan yang kondusif, mengembangkan budaya mutu, melaksanakan program penguatan pendidikan karakter, dan lokasi strategis.

Baca Juga:  Keputusan Bersama Tiga Menteri Terkait Penggunaan Atribut Keagamaan di Lingkungan Sekolah

Namun kemudian, laporan supervisi hasil monitoring dan evaluasi selama itu pada Sekolah Rujukan, sayangnya tidak memberi petunjuk tentang dampak dari praktik pengimbasan yang telah dilakukan.

Intervensi Program Sekolah Penggerak. Sumber: Paparan Program Sekolah Penggerak

Dari tiga program pendidikan tersebut, Kemendikbud menilai masih banyak hal yang harus diperbaiki mutu pendidikannya. Tiga program itu cenderung hanya menjangkau sekolah-sekolah yang kualitasnya bagus, dan aeolah menciptakan kesenjangan antara sekolah lain dengan label “keunggulan”-nya. Seharusnya satuan pendidikan memahami tentang dirinya dan sekolah lain bahwa mereka sedang dalam proses menuju mutu yang lebih baik, jadi tidak akan ada yang unggul atau rendah.

Maka dengan Program Sekolah Penggerak ini, merentangkan waktu yang tidak bisa ditentukan untuk bisa meratakan dan mencapai target 100% mutu pendidikan dengan Program Sekolah Penggerak di seluruh Indonesia yang sempurma.

Kemendikbud mencanangkan mulai dari TA 2021-2022 di 34 Provinsi, 111 kab/kota, dan 2500 Sekolah Penggerak. TA 2022-2023 di 34 provinsi, 250 kab/kota, dan 10.000 Sekolah Penggerak. TA 2023-2024 di 34 provinsi, 514 kab/kota, dan 20.000 Sekolah Penggerak. TA 2024-2025 di 34 Provinsi, 514 kab/kota, dan 40.000 Sekolah Penggerak. TA 20XX-20XX di 34 provinsi, 514 kab/kota dan penambahan jumlah Sekolah Penggerak. TA 20XX-20XX di 34 provinsi, 514 kab/kota, dan 100% sekolah menjadi Sekolah Penggerak.

Share :

Baca Juga

Serah terima penghargaan yang di berikan kepada Unisla, Foto: Istimewa.

Pendidikan

Harumkan Nama Lamongan, Unisla Kembali Torehkan Prestasi
Para tamu berfoto di depan Ponpes Modern Al-Azhar Menganti Gresik, Jumat (13/11). Foto: Nadia/Progresnews.id.

Pendidikan

Ponpes Modern Al-Azhar Gresik Didapuk Gelar Pondok Mandiri
Yenni Wahid saat mengisi acara di Stadium General sebagai Narasumber. Foto: Dela/Progresnews.id.

Daerah

Bersama Tokoh Ternama, IAI Sunan Giri Bojonegoro Adakan Stadium General Dalam Pembukaan PBAK 2020
Komisariat Persiapan Mapena gelar Mapaba ke-2 di Al Ihsan, Bangilan, Jumat (16/10). Foto: ans/Progresnews.id.

COVID-19

Pandemi Covid-19, Kaderisasi Komisariat Persiapan Mapena Terus Berlanjut

Nasional

Pemerintah Umumkan Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19
Kemenkeu Tempatkan 1.014 Mahasiswa Lulusan PKN STAN di Kementrian, Lembaga dan Pemda

Nasional

Kemenkeu Tempatkan 1.014 Mahasiswa Lulusan PKN STAN di Kementrian, Lembaga dan Pemda

Pendidikan

Keputusan Bersama Tiga Menteri Terkait Penggunaan Atribut Keagamaan di Lingkungan Sekolah
Manfaatkan Buah Kecubung, Siswa-Siswi MAN 1 Gresik Berhasil Raih Juara Internasional

Internasional

Manfaatkan Buah Kecubung, Siswa-Siswi MAN 1 Gresik Berhasil Raih Juara Internasional