Home / Nasional / Warta

Kamis, 4 Februari 2021 - 14:59 WIB

Program Sekolah Penggerak Kemendikbud, Sekjen Mendagri Tekankan Merujuk PP 12 Tahun 2017

Reporter : Alfa Kamila

Sekjend Kemendagri Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si. Foto: Kemendagri.

Sekjend Kemendagri Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si. Foto: Kemendagri.

Jakarta, Progresnews.id – Kemendikbud telah merilis Merdeka Belajar Episode Ketujuh dengan bentuk Program Sekolah Penggerak, pada Senin (1/2). Program ini diinisiasi sebagai upaya melanjutkan dan mengembangkan kebikakan peningkatan mutu pendidikan agar lebih merata kepada lebih banyak sekolah dan daerah.

Sekolah Penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencangkup Kompetisi dan Karakter yang diawali dengan SDM yang unggul.

Mengenai segala hal terkait Program Sekolah Penggerak ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1177/M/2020 tentang Program Sekolah Penggerak. Di dalamnya menyebutkan bahwa Program Sekolah Penggerak akan diselenggarakan kepada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) usia 5-6 tahun, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Baca Juga:  Gus AMI Ungkap Tiga Alasan Elektabilitas PKB Kian Meroket

Kemendikbud bersama Program Sekolah Penggerak ini akan bekerja sama dengan pemerintah daerah hingga kemudian satuan pendidikan yang ada di provinsi maupun Kabupaten/Kota, yang telah menyanggupi untuk menjalankan program ini.

Dalam paparan Program Sekolah Penggerak oleh Mendikbud Nadiem Makarim, akan ada Pendampingan Konsultatif dan Asimetris, yang mana dalam program kemitraan antara Kemendikbud dan pemerintah daerah akan memberikan pendampingan implementasi sekolah penggerak.

Kemudian melalui UPT di masing-masing provinsi akan memberikan pendampingan bagi pemda provinsi dan Kabupaten/kota dalam perencanaan program sekolah penggerak, selain itu juga pemenuhan fasilitas dalam proses sosialisasi terhadap pihak-pihak yang dibutuhkan.

“Keterlibatan UPT akan sangat intensif dan asimetris, artinya tidak one size fit for all, tidak seragam jenis dukungan pada masing-masing daerah,” tutur Mendikbud.

Baca Juga:  China Bangun Pangkalan Militer di Laut Natuna, BMI Minta Pemerintah Waspada

Artinya setiap daerah, setiap satuan pendidikan akan mendapat bantuan dan pendampingan yang berbeda-beda, menyesuaikan dengan kebutuhan daripada daerah atau satuan pendidikan tersebut.

Menanggapi Program Sekolah Penggerak dari Kemendikbud, Sekjen Mendagri, Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si. memberikan dukungan dan beberapa poin penekanan terhadapnya. Salah satunya, Sekjen Mendagri meminta Kemendikbud untuk pelaksanaan program ini merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan penyelenggara Pemerintah Daerah.

Kemendikbud juga diharapkan untuk segera memastikan penyusunan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) dalam pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di daerah, sehingga daerah tersebut segera dapat merumuskan kebinakan daerah sebagai tindak lanjut penetapan NSPK terkait.

Share :

Baca Juga

Menko Polhukam Pemerintah Pentingkan Penanganan COVID-19 Daripada Pilkada

Nasional

Menko Polhukam: Pemerintah Pentingkan Penanganan COVID-19 Daripada Pilkada
Belasan wartawan saat berorasi di depan Mapolres Lamongan. (Foto: Istimewa)

Lamongan

Kecam Tindak Kekerasan pada Wartawan di Surabaya, Wartawan di Lamongan Kepung Markas Polisi

Nasional

Lebaran di Depan Mata, Gus AMI: Jangan Ada Perusahaan Tak Bayar THR Pegawai

Tuban

Upgrade Kualitas Kader, Kartar Tuban Gelar Pelatihan Kepemimpinan
Warga Desa Pomahanjanggan Kecamatan Turi Lamongan saat memperbaiki pipa penyalur air yang rusak. Foto : Istimewa

Lamongan

Ramai Didatangi Pemudik, Desa Pomahanjanggan Kewalahan Penuhi Kebutuhan Air Selama Libur Lebaran
Video Conference (Vidcon) Seminar Pembangunan dan Call For Paper yang digelar Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI), Minggu 18 Oktober 2020.

Nasional

Capai Pembangunan Maritim, ISRI Gelar Seminar Pembangunan

Lamongan

Banjir Luapan Anak Bengawan Solo Meluas Ke Pemukiman Warga Di Lamongan

Ekonomi

Siap-siap, Belanja 50 Ribu di Primkoppol Mart Bisa Dapat Hadiah