Home / Nasional / Warta

Jumat, 20 Agustus 2021 - 18:14 WIB

Program PAPeDA: Menjaga Budaya dan Hutan Fakfak Melalui Pelestarian Pala

Reporter : Progresnews

Koperasi Syangga Mama Amina Ahek, Direktur GEMAPALA Nikholas Djemris, Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom dan moderator Al Muiz Liddinillah saat mengikuti seri 3 diskusi daring pengelolaan produk inovatif dengan tajuk Pala dan Budaya Fakfak yang menjadi bagian dari Program PAPeDA, Jumat (20/8).

Koperasi Syangga Mama Amina Ahek, Direktur GEMAPALA Nikholas Djemris, Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom dan moderator Al Muiz Liddinillah saat mengikuti seri 3 diskusi daring pengelolaan produk inovatif dengan tajuk Pala dan Budaya Fakfak yang menjadi bagian dari Program PAPeDA, Jumat (20/8).

Jakarta, Progresnews.id – Program Pertanian Berkelanjutan di Tanah Papua (PAPeDA) yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) dan didukung oleh The Asia Foundation (TAF) berupaya melestarikan hutan dan budaya dengan menanam pohon pala di Fakfak, Papua Barat.

Hal itu disampaikan oleh para pemateri serial diskusi Festival Torang Pu Para Para Seri III bertajuk Pala dan Budaya Fakfak yang menjadi bagian dari Program PAPeDA, Jumat (20/8).

“Menanam pala itu untuk menjaga hutan agar tidak rusak. Kita berkebun, kita menanam sayur, kita juga harus menanam pala lagi. Jadi saat musim panen, kita bisa memanfaatkan pala tapi hutan tidak rusak,” kata Mama Amina Ahek dari Koperasi Syangga, sebagai salah satu pemateri.

Baca Juga:  Pilkada Usai, Formagam Gresik Apresiasi KPU dan Beri Pesan Kepada Pimpinan Baru

Di samping itu, Mama Amina juga menjelaskan adanya keterkaitan antara menanam pala dan budaya di Fakfak.

“Budaya Fakfak dan pala itu terkait, karena semboyannya kita itu satu tungku tiga batu, walaupun berbeda kita tetap satu. Jadi dengan menanam pala, kita membawa semangat budaya itu,” tuturnya.

Baca Juga:  Ramadan Berlalu, Gus AMI: Gerakan Sosial PKB Terus Berlanjut

Mama Aminah juga mengatakan sejak 2014 ia mulai mengolah manisan pala, sirup pala, selai pala, fermentas pala, sama sari buah dari daging pala.

“Bagian yang lain juga bisa digunakan untuk bahan masakan. Untuk bumbu-bumbu,” terangnya, dalam acara yang juga ditayangkan melalui Youtube Asmat Papua Official, Youtube Beritabaruco, dan Facebook Beritabaru.co ini.

Sementara itu, Direktur GEMAPALA, Nikholas Djemris yang juga terjun mendampingi masyarakat untuk melakukan budidaya buah pala mengatakan pala merupakan komoditas utama di Fakfak.

Share :

Baca Juga

Tuban

Peras Kepala Desa di Jenu, Oknum LSM Diringkus Polisi

Nasional

Resmi Deklarasi, Serikat Rakyat Gotong Royong Kobarkan Semangat Bandung Lautan Api
Lobi Museum Sunan Giri Gresik dilengkapi handsanitizer untuk pengunjung selama pandemi. Foto: Nufus/Progresnews.id.

Gresik

Museum Sunan Giri Gresik Semakin Sepi di Tengah Pandemi

Warta

Usai Dikukuhkan, Aliansi BEM Kediri Raya Siap Menjadi Mitra Kritis Pemerintah
Ketua Umum BMI Farkhan Evendi melantik dan mendeklarasikan kepengurusan DPC Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, Selasa (2/3).

Nasional

Deklarasi DPC BMI Kota Surabaya dan Sidoarjo, Syahroni: BMI Adalah Rumah Kita Bersama
Ketua Komisi IX, Felly Estelita Runtuwene menilai sanksi bagi masyarakat yang menolak vaksinasi tak sesuai dengan WHO, Minggu (14/2). Foto: dpr.go.id.

Nasional

DPR Sebut Sanksi Bagi Penolak Vaksinasi tak Sesuai dengan WHO

Nasional

Perubahan Iklim Kian Serius, Gus Muhaimin Kampanyekan Politik Hijau

Lamongan

Gubernur Jatim Minta Bupati Yuhronur Maksimalkan Tenun Ikat Lamongan.