Home / Warta

Rabu, 1 Desember 2021 - 10:15 WIB

PPTQ Al Munawwaroh Bungah, Pilot Project Eco Pesantren di Gresik

Aktivitas Santri PPTQ Al Munawaroh Bungah menjaga lingkungan pesantren. Foto : Progresnews.id

Aktivitas Santri PPTQ Al Munawaroh Bungah menjaga lingkungan pesantren. Foto : Progresnews.id

Gresik, Progresnews.id – Pondok Pesantren Tartilul Quran atau PPTQ Al Munawwaroh Bungah dikenal masyarakat tidak hanya sebagai lembaga pendidikan yang fokus pada pembinaan Alquran, namun juga pondok yang peduli dengan lingkungan.

Dalam bidang pembinaan Alquran, pondok yang beralamat di Jl. Masjid Jami’ Kyai Gede, RT 16, RW 6 No.9 Bungah Gresik ini banyak mencetak santri berprestasi dan menjuarai MTQ, baik di tingkat Jawa Timur maupun Nasional.

Selain itu, PPTQ Al Munawwaroh juga merupakan satu-satunya pondok pesantren dari Gresik yang lolos 10 besar calon penerima penghargaan Eco Pesantren Provinsi Jawa Timur tahun 2021.

“Untuk di Gresik kita memang pilot project-nya. Sebagai pilot project. Kita kemarin ada seleksi administrasi kemudian Alhamdulillah yang lolos di Kabupaten Gresik kami,” tutur Pemangku PPTQ Al Munawwaroh, Moh. Iqbal Abadi saat ditemui Progresnews.id di pondok, Selasa (23/11).

Dalam proses verifikasi dan validasi yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, Iqbal mengatakan prosesnya berjalan dengan baik dan hasilnya akan disampaikan pada minggu-minggu ini.

Bercocok Tanam

Bercocok Tanam. Kegiatan Santri PPTQ Al Munawwaroh selain mengaji antara lain bercocok tanam. Foto: Chidir/Progresnews.id

Para santri di PPTQ Al Munawwaroh, selain melakukan aktivitas mengaji, mereka juga kerap melakukan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan bercocok tanam dan pengolahan sampah.

“Diajari bercocok tanam, cara mengolah sampah agar bisa bermanfaat. Tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu kita juga belajar untuk menghafalkan Alquran,” tutur Fafa Arisandi, salah satu santri PPTQ Al Munawwaroh.

Di samping itu, dalam upaya mengurangi sampah plastik, pihak santri-santri PPTQ Al Munawwaroh juga membuat ekobrik. Ekobrik ini merupakan salah satu bentuk daur ulang sampah plastik menjadi barang-barang berguna.

“Tujuan dari pembuatan ekobrik yakni untuk mengurangi sampah plastik dan biasanya digunakan sebagai bahan untuk membuat pagar,” tutur santri Novita Aulia.

Kelola Sampah. Dua santri putri PPTQ Al Munawwaroh sedang memasukkan potongan plastik ke dalam botol bekas. Tehnik ini pengolahan dan pemanfaatan sampah seperti di atas dikenal dengan nama ekobrik. Foto: Chidir/Progresnews.id

Kemudian untuk sampah-sampah organik, santri-santri juga mengolahnya menjadi pupuk kompos yang bermanfaat. Untuk selanjutnya, pupuk itu digunakan untuk meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan tanaman.

Baca Juga:  Bakti Sejarah PCNU-MWC NU Gresik Ziarahi Makam Kiai dan Muassis NU di Hari Santri

Santri PPTQ Al Munawwaroh juga banyak menanam tanaman-tanaman. Seringnya berupa tanaman sayur. Dan ketika panen, sayur itu bisa dikonsumsi sendiri oleh para santri.

“Mengelola ini bareng-bareng. Santri-santri. Jadi ditanam santri sendiri, dikonsumsi santri sendiri,” kata Zuhal, salah satu santri senior.

Pesantren Harus Bersih

Bersih 24 Jam. Lingkungan PPTQ Al Munawwaroh sangat memperhatikan kebersihan dalam keseharian. Terlebih lagi, kini pesantren ini menjadi pilot project Eco-Pesantren. Foto: Foto: Chidir/Progresnews.id

Salah satu prinsip yang dipegang kuat oleh Iqbal Abadi dalam menahkodai PPTQ Al Munawwarah adalah bahwa pesantren harus bersih.

“Kami dari dulu memang diajarkan oleh pendiri bahwa sebuah pesantren itu harus bersih. Semua harus bersih, sehingga tidak ada mindset di luar sana, pesantren itu jorok dan sebagainya. Kemudian kami, sebagai penerus, memberikan informasi dan pendidikan itu ke semua santri-santri,” kata Iqbal. “Akhirnya Pondok ini memang ditanamkan sikap peduli lingkungan.”

Alquran Mengajarkan Peduli Lingkungan

Menghafal Alquran. Pondok Pesantren Tartilur Quran (PPTQ), Al Munawwaroh, pada dasarnya merupakan pondok pesantren mencetak generasi Penghafal Alquran. Foto: Chidir/Progresnews.id

Dikatakan oleh Iqbal, bahwa PPTQ Al Munawwarah pada dasarnya adalah pondok Alquran.

“Sebenarnya kami ini kan pondok Alquran. Dan di Alquran sudah jelas, apa yang sudah di firmankan oleh Allah, bahwa kita itu harus peduli dengan lingkungan. Itu kita kaitkan. Maka sebagai penghafal Alquran, kita harus mengamalkan ajaran Alquran tersebut dan harus. Bahkan lebih. Harus lebih dari orang yang tidak menghafalkan Alquran,” jelasnya.

Karena itu, di dalam PPTQ Al Munawwarah para santri ditanamkan agar santri tidak hanya membaca dan menghafal Alquran, tapi juga sangat penting untuk mengamalkannya.

Langkah-langkah Menanamkan Kepedulian Santri Kepada Lingkungan

Stasiun Sampah. Terdapat sejumlah titik tempat sampah di PPTQ Al Munawwaroh Bungah. Stasiun sampah ini sesuai dengan jenisnya. Foto: Chidir/Progresnews.id

Dalam prosesnya, Iqbal menjelaskan ada empat (4) langkah yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai kepada santri untuk peduli dengan lingkungan.

“Pertama, sosialisasi. Kita sosialisasi ke semua santri akan pentingnya menjaga kebersihan,” katanya, menambahkan bahwa ada banyak program-program di pondok yang berhubungan dengan kepedulian terhadap lingkungan selain program-program mengaji dan mendalami Alquran.

Baca Juga:  Semarak Bulan Bung Karno, GMNI Lamongan Adakan Kegiatan Monumental, Libatkan Pelajar dan Warga

Kedua, edukasi. Edukasi di dalam PPTQ Al Munawwarah dilakukan tidak hanya dari internal pondok, tetapi juga dilakukan dengan mendatangkan guru atau pakar-pakar yang sesuai dengan bidang yang diinginkan.

Ketiga, komunikasi. Komunikasi yang dilakukan pengasuh pondok dengan para santri terbilang cukup intens, setiap hari.

“Kemudian, keempat, evaluasi hampir setiap hari. Saya itu kan karena memang saya mengimami [salat] itu kan setiap subuh dan isya begitu saya selalu sampaikan setiap hari,” terangnya.

Sejuk dan Asri. Sejak 2018 silam PPTQ Al Munawaroh telah berkomitmen menjadi Eco-Pesantren. Foto: Chidir/Progresnews.id

Selain itu, sejak tahun 2018 mulai mengembangkan eco pesantren, Iqbal menuturkan bahwa ada beberapa kendala dalam menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan kepada santri.

“Kendalanya pasti di kebiasaan anak-anak, karena mereka datang dari keluarga yang berbeda dengan pendidikan yang berbeda. Maka, PR kami adalah bagaimana membuat mereka terbiasa dan betul-betul militan dalam kepeduliannya terhadap lingkungan, terutama membuang sampah pada tempatnya dan memungut sampah yang berserakan untuk dibuang ke tempatnya,” jelasnya.

Pondok Bebas Sampah

Teladan. Pemangku Pondok Pesantren Tartilur Quran (PPTQ), Al Munawwaroh, Moh Iqbal Abadi. Masyarakat Bungah akrab menyapanya dengan Mas Iqbal. Foto: Chidir/Progresnews.id

Karena itu, Iqbal menegaskan langkah dan target ke depan PPTQ Al Munawwarah adalah menciptakan pondok pesantren yang bebas dari sampah.

“Cita-cita kami zero waste. Jadi bagaimana sebuah pesantren atau kita ini bisa bebas dari sampah sama sekali, mengharamkan sampah keluar dari pondok,” tegasnya.

Bisa dikatakan, bahwa cita-cita dari usaha melalui gerakan zero waste adalah sebuah cita-cita atau solusi jangka panjang yang lebih mumpuni daripada sekedar membuang sampah ke tempatnya. Tidak hanya membuang, tapi juga mengolahnya menjadikan sesuatu yang lebih beanfaat.

“Itu PR paling besar buat kita. Dan kita ingin semua sampah, baik itu organik dan anorganik, semua bisa kita kelola dengan baik sehingga kita tidak membuang sampah keluar sama sekali,” tutupnya. [Ipk]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto , dalam Bimtek dan Pendampingan Penyelenggaraan Program Diploma Dua Jalur Cepat. Sumber Foto: Situs resmi Kemendikbud.

Nasional

Kemendikbud Buka Program D2 Jalur Cepat Tahun 2022/2023
Koperasi Syangga Mama Amina Ahek, Direktur GEMAPALA Nikholas Djemris, Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom dan moderator Al Muiz Liddinillah saat mengikuti seri 3 diskusi daring pengelolaan produk inovatif dengan tajuk Pala dan Budaya Fakfak yang menjadi bagian dari Program PAPeDA, Jumat (20/8).

Nasional

Program PAPeDA: Menjaga Budaya dan Hutan Fakfak Melalui Pelestarian Pala

Jendela

LBBM dan Yayasan Gang Sebelah Gelar Apresiasi Sastra
Ketua Lembaga Rabithah Maahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU), Abdul Ghofar Rozin saat mengikuti Webinar Internasional RMI-PBNU hari kedua, Kamis (21/10).

Nasional

Tatap Masa Depan, Gus Rozin Dorong Transformasi Digital Santri
Sejumlah tersangka kekerasan di Lamongan saat di gelandang Satreskrim Polres Lamongan. (Foto : Progresnews.id / Ammy)

Lamongan

Aksi Kekerasan Marak di Lamongan, 3 Dari 12 Tersangka Masih Bocah

COVID-19

Vaksinasi Covid-19 di Tuban Dijadwalkan Pada Februari Mendatang
Dwika Arya Poernomo yang mengikuti sesi latihan Persela Lamongan. (Foto: Istimewa)

Lamongan

Tatap Piala Menpora, Pemain Muda Potensial Asal Persija Terlihat Dalam Sesi Latihan Persela Lamongan

Nasional

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Jadi Wisudawan Terbaik Program Doktor IPDN 2021