PPKM Gresik Diperpanjang, Ini Ketentuannya

Salah satu upaya dalam pemberlakuan PPKM adalah gencar lakukan operasi yustisi yang dilakukan oleh TNI-Polri serta Satpol PP.
Salah satu upaya dalam pemberlakuan PPKM adalah gencar lakukan operasi yustisi yang dilakukan oleh TNI-Polri serta Satpol PP.

Gresik, Progresnews.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Gresik resmi diperpanjang mulai dari tanggal 26 Januari 2021 sampai 8 Februari 2021 mendatang.

Menindaklanjuti hal ini, Pemerintah Kabupaten Gresik mengeluarkan surat edaran (SE) nomor 02 Tahun 2021. Hal ini sesuai keputusan Gubernur Jatim nomor 188/34/KPTS/013/2021.

Menurut Kabag Humas dan Protokol, Reza Pahlevi dalam surat edaran yang ditanda tangani oleh Wakil Bupati Moh Qosim ini berisi keterangan yang mengatur pembatasan masyarakat seperti menganjurkan untuk Work From Home (WFH) bagi pegawai perkantoran hingga 75 persen sementara 25 persen lainnya bekerja di kantor.

Selain itu, untuk sekolah dan lembaga pendidikan juga diatur meliputi kegiatan belajar mengajar dengan daring.

“Juga mengatur tentang seluruh sekolah atau lembaga pendidikan melakukan kegiatan belajar mengajar dengan daring atau pembelajaran jarak jauh,” tutur Reza pada hari Rabu (27/01).

Lalu, untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok dibolehkan namun dengan catatan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Sementara itu, untuk mal atau pasar modern ditetapkan batas operasionalnya yakni sampai pukul 20.00 WIB, serta tidak boleh adanya kegiatan yang akan menimbulkan kerumunan.

Dan untuk operasional kendaraan ditetapkan mulai dari jam 04.00 sampai jam 20.00 dengan tetap memperhatikan kapasitas sampai 50 persen.
“Dapat beroperasi mulai Pukul 04.00 hingga Pukul 20.00 WIB, dengan tetap memperhatikan kapasitas kendaraan 50 persen,” ungkapnya.

Dalam surat edaran tersebut juga dicantumkan tindakan yang wajib dilakukan oleh masyarakat maupun stakeholder lainnya yakni dengan selalu melakukan sosialisasi protokol kesehatan dengan tujuan sebagai upaya melawan Covid-19.

Selain itu, peningkatan operasi yustisi yang dilakukan TNI-Polri bersama Satpol PP terus digencarkan hingga PPKM Gresik selesai. Untuk kegiatan sosial budaya tetap diawasi, dan pemangku kecamatan diminta agar lebih mengoptimalkan pasar tangguh, kampung tangguh, serta tempat ibadah tangguh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.