Ponpes Modern Al-Azhar Gresik Didapuk Gelar Pondok Mandiri

Para tamu berfoto di depan Ponpes Modern Al-Azhar Menganti Gresik, Jumat (13/11). Foto: Nadia/Progresnews.id.
Para tamu berfoto di depan Ponpes Modern Al-Azhar Menganti Gresik, Jumat (13/11). Foto: Nadia/Progresnews.id.

Gresik, Progresnews.id – Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al-Azhar Menganti Gresik mendapat gelar pondok mandiri dari Komisi Koperasi dan UMK atas keberhasilannya dalam usaha produksi air siap minum.

Melalui hasil usaha tersebut, santriwan-santriwati Ponpes Modern Al-Azhar yang terdiri dari Pondok Pesantren Putra dan Pondok Pesantren Putri digratiskan tanpa dipungut biaya sedikit pun.

Selain sebagai Ponpes modern, Ponpes Al-Azhar juga merupakan pondok tahfiz. KH. Imam Bukhori Al-Habsy Al-Ayyuby selaku pengasuh menciptakan metode menghafal Alquran 30 Juz selama 40 hari. Metode itu ia ciptakan bukan atas dasar suka atau tidak suka, tapi justru atas dasar duka.

Metode tersebut diilhami dari gurunya di Kairo, yang menciptakan metode 120 hari menghafal Alquran. Ia melihat fakta bahwa keberhasilan menjadi tahfiz Alquran tidak sampai 1 persen, hanya satu sampai tiga orang dari sekitar lima ribu orang yang berhasil. Dalam praktiknya, pengasuh hanya memberikan kisi-kisi bagi santri. Salah satu di antaranya adalah menetapkan waktu belajar 14 jam per hari.

Saat awal berdirinya Ponpes Modern Al-Azhar hanya memiliki lima lantai saja: lantai satu berfungsi sebagai ruang tamu dan tempat santai tamu; lantai dua digunakan sebagai kantor sekretariat; lantai tiga digunakan untuk kamar ndalem atau tempat tinggal KH. Imam Bukhori; lantai empat berfungsi sebagai dapur dan kamar santri; dan lantai lima digunakan sebagai musala.

“Di tahun berikutnya, yakni tahun 2012, Ponpes Modern Al-Azhar mengalami penambahan bangunan, yang awalnya lima lantai sekarang menjadi tujuh lantai,” kata Aisyah selaku sekretariat PPI Al-Azhar.

Dalam penambahan bangunan itu, Aisyah juga menjelaskan bahwa beberapa fasilitas pun mulai ikut ditambahkan.

Pada lantai satu, kini tidak hanya digunakan sebagai ruang tamu dan ruang santai untuk tamu, tapi ada penambahan koperasi, tempat produksi air dan garasi mobil.

Pada lantai dua yang dulunya hanya digunakan sebagai kantor sekretariat, tapi kini juga memiliki beberapa penambahan ruang yang digunakan sebagai kantor Abah Yai (tempat Abah Yai menggobati pasien), kamar tamu, ruang tunggu, dan kamar pasien yang rawat inap.

Lalu pada lantai tiga juga memiliki penambahan ruang, yakni disediakannya kamar untuk santri ndalem.

Di lantai empat ada penambahan beberapa ruangan untuk kamar santri. Sementara di lantai lima dirubah menjadi masjid.

Kemudian, untuk lantai enam digunakan juga untuk kamar santri, tempat wudhu, tempat mencuci dan menjemur. Dan terakhir, di lantai tujuh dipakai untuk tandon air dan ruang terbuka.

Pada perkembangannya, bangunan pondok pesantren yang paling menonjol adalah dengan adanya koperasi PPM Al-Azhar. Berawal dari modal yang sangat minim, namun kini koperasi itu sudah maju dan berkembang.

Para Santri Menunjukkan Produk Unggulan PPI Al-Azhar.

Koperasi itu pun tidak hanya menyediakan kebutuhan untuk para santri, tetapi juga tersedia untuk masyarakat. Koperasi PPM Al-Azhar juga menyediakan air mineral yang diproduksi sendiri.

“Biasanya, produk air mineral inilah yang paling ramai dibeli karena memiliki beberapa manfaat untuk menyebuhkan penyakit. Biasanya, pasien yang berobat di KH. Imam Bukhori dianjurkan untuk meminum air tersebut sebagai bentuk salah satu terapi,” terang Aisyah.

Persiapan untuk menyambut kedatangan para pejabat ke PPI Al-Azhar.

Pondok dengan sistem modern dan mandiri ini menarik semua kalangan pejabat untuk berkunjung. Salah satunya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Effendy. 

“Adanya pondok mandiri ini diharapkan dapat membuat siswa bisa lebih memantapkan arah masa depannya,” ujar Muhadjir Effendy dalam lawatannya ke Ponpes Modern Al-Azhar pada hari Jumat (13/11).

Muhadjir merasa kagum dengan adanya pondok pesantren yang juga menyediakan produk air mineral yang memiliki berbagai manfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti diabetes, kolestreol, ambeien, kamker, kista, darah tinggi, patah tulang, kencing batu, kanker payudara, prostat, stroke, ginjal, pengapuran.

Tidak hanya itu, air mineral ini juga bisa bermanfaat untuk perisai diri dan pelindung rumah. Saat penulis datang ke lokasi, sering terlihat para pasien yang datang tidak luput untuk membeli produk air mineral Al-Azhar.

“Tidak banyak pondok pesantren yang seperti Al-Azhar. Saya berharap yang lain juga bisa mengikuti jejak pondok pesantren ini,” pungkas Muhadjir.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki (tengah) saat di Ponpes Modern Al-Azhar. Foto: Nadia/Progresnews.id.

Pada lawatan tersebut, tampak sejumlah pejabat datang yang turut mendampingi Muhadjir, di antaranya yaitu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki, Gurbernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.

“Kunjungan saja, tanpa diundang. Kita tertarik dengan prestasi santri dan percontohan UKM produksi air,” pungkas Muhadjir mengakhiri pernyataannya.

Pondok Pesantren Modern Al- Azhar Putra berlokasi di Jalan Syaikh Al-Ayyuby Nomor.10 Dusun Kecipik, Desa Boteng, Kecamatan Menganti Gresik, sedangkan Pondok Pesantren Modern Al-Azhar Putri berlokasi di Jalan PJKA Nomor 09 Desa Suci Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.