Home / COVID-19 / Tuban / Warta

Selasa, 29 Desember 2020 - 21:48 WIB

PMI Tuban Siap Terima Donor Plasma Konvalesen dari Penyintas Covid-19

Reporter : Alfan Niam Sofi

PMI Tuban Siap Terima Donor Plasma Konvalesen dari Penyintas Covid-19. Foto: Progresnews.id/Ans

PMI Tuban Siap Terima Donor Plasma Konvalesen dari Penyintas Covid-19. Foto: Progresnews.id/Ans

Tuban, Progresnews.id – Angka positif Covid-19 di Tuban yang semakin meningkat membuat Pemkab Tuban bekerja keras untuk menekan angka penyebarannya.

Kabar baiknya, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tuban kedatangan mesin Donor Plasma Konvalesen yang nantinya akan menampung plasma darah penyintas Covid-19.

Ketua PMI Kabupaten Tuban, Budi Wiyana, langsung melakukan kunjungan saat mesin donor Plasma Konvalesen tiba di Tuban, Selasa (29/12).

Kedatangan Ketua PMI Tuban tersebut sekaligus memastikan bahwa alat yang berasal dari dana hibah Pemkab Tuban Tahun 2020 sudah siap beroperasi.

“Alhamdulillah mesin donor Plasma Konvalesen ini telah dapat dipergunakan, semalam sudah ada satu orang yang dinyatakan memenuhi syarat telah melakukan donor,” terang Budi Wiyana.

Baca Juga:  Kasus Berita Hoax Kasdim 0817 Meninggal Usai Divaksin, Polres Gresik Segera Usut Dalangnya

Pihaknya menambahkan, selagi menunggu kedatangan vaksin Covid-19, donor plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 juga menjadi alternatif untuk memangkas waktu penyembuhan pasien.

“Harapannya, banyak penyintas Covid-19 dengan suka rela demi kemanusiaan menjadi pendonor, sehingga dapat membantu pasien yang saat ini masih harus berjuang melawan penyakit akibat dari Covid-19 ini,” imbuhnya.

Sementara itu terkait dengan status Kabupaten Tuban yang masih termasuk dalam zona merah, pihaknya berharap ini menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Karenanya, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban berharap, masyarakat untuk tetap patuh dalam menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga:  Komitmen Atasi Krisis Ekonomi, Disperindag Lamongan Beberkan Solusinya

Humas PMI Kabupaten Tuban, Sarju Efendi mengatakan, dalam proses pengambilan plasma konvalesen menggunakan sistem Apheresis dengan mesin yang bernama Mesin Haemonetic, yang nantinya akan mengambil darah dari lengan pendonor. Kemudian setelah masuk, akan dilakukan pemisahan komponen darah dengan sistem sentrifugasi.

“Untuk semua proses tersebut membutuhkan waktu sekitar kurang lebih satu jam, dengan standar pengambilan Plasma Konvalesen maksimal 15% dari total berat badan si pendonor,” pungkasnya.

Sampai saat ini, Selasa (29/12), sudah ada tujuh orang calon pendonor penyintas Covid-19 dan dua orang diantaranya tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh PMI Tuban sebelumnya.

Editor: Elsalim

Share :

Baca Juga

Nasional

Gus Jazil Usulkan UU ITE Dirombak Total, Transaksi dan Informasi Elektronik Dipisah
Nampak warga yang membersikan sisa banjir di depan masjid yang berada di tengah pemukiman warga. (Foto: Tangkapan Layar Vidio, Warga Desa Weduni)

Lamongan

Penantian Warga Terdampak Banjir di Lamongan, Ini Yang Mereka Lakukan
Seorang Peziarah Meninggal Di Makam Sunan Giri, Diduga Sakit Jantung Bukan Covid-19

COVID-19

Seorang Peziarah Meninggal Di Makam Sunan Giri, Diduga Sakit Jantung Bukan Covid-19
Gedung RS Citra Medika yang diduga berdiri tanpa Izin. Foto : Progresnews.id/Ammy.

Lamongan

RS Citra Medika Lamongan Diduga Berdiri Tanpa Izin
Momentum saat kemenag bersama unsur organisasi maupun lembaga islam menantikan Rukyatul hilal di Pantai Tanjung Kodok Lamongan. Foto : Progresnews.id/ Ammy.

Lamongan

Detik-detik Munculnya Hilal di Tanjung Kodok Lamongan
Perhelatan Kompetesi Bulu Tangkis Bergengsi Dunia, Thomas & Uber Cup 2020 Resmi Ditunda

Badminton

Perhelatan Kompetesi Bulu Tangkis Bergengsi Dunia, Thomas & Uber Cup 2020 Resmi Ditunda

Gresik

Langkah Inovatif Ciptakan Kebun Durian, Pemdes Petiyintunggal Diapresiasi Gus Bupati
Pemkab Tuban Kembali Perpanjang Jam Malam

COVID-19

Pemkab Tuban Kembali Perpanjang Jam Malam