Peringati Hari Pangan Sedunia, Dekan Fakultas Pertanian UMG Tuturkan Cara Menjaga Pangan Keluarga

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik, Ir. Endah Sri Redjeki, MP., M.Phil menuturkan tiga cara menjaga pangan keluarga saat memperingati Hari Pangan Sedunia. Foto: Betty/Progresnews.id.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik, Ir. Endah Sri Redjeki, MP., M.Phil menuturkan tiga cara menjaga pangan keluarga saat memperingati Hari Pangan Sedunia. Foto: Betty/Progresnews.id.

Gresik, Progresnews.id – World Food Day atau Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Pada tahun ini Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia FAO (Food and Agriculture Organization) mengusung tema “Tanam, Pelihara, Lestarikan Bersama”. Perayaan ini dianggap sebagai cara untuk menghormati tanggal berdirinya Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ketahanan pangan merupakan topik yang tidak bisa dilepaskan jika membicarakan perayaan hari ini, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini. Pemerintah tentu bekerja keras untuk menjamin tersedianya pangan yang cukup serta aman bagi masyarakat Indonesia. Namun sebagai warga negara kita juga harus sadar bahwa kita memiliki peran untuk turut serta berpartisipasi dalam menjaga ketahanan pangan. Oleh karena itu Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik, Ir. Endah Sri Redjeki, MP., M.Phil menuturkan bahwa ada tiga cara untuk menjaga ketahanan pangan keluarga:

Pertama, mari kita memanfaatkan setiap jengkal lahan pekarangan yang kita punya untuk berbudidaya tanaman. Seperti sayuran dan umbi-umbian sebagai sumber karbohidrat dan vitamin serta perikanan (sumber protein dan lemak) dengan menggunakan metode sederhana, misalnya akuaponik, hidroponik, vertikultur, dan sebagainya;

Kedua, jangan hanya tergantung pada nasi (beras) sebagai sumber karbohidrat. Kita dikaruniai biodiversity (keanekaragaman hayati) yang luar biasa banyak dan beragam. Mari kita manfaatkan tanaman yang ada di sekitar untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kita. Ini berarti kita harus mampu melakukan diversifikasi pangan, olahan dan nilai tambah sehingga dengan mengoptimalkan kearifan lokal kita mampu memenuhi ketahanan pangan keluarga;

Ketiga, terus bergerak, bergotong-royong serta saling menghasilkan, sehingga kita bisa menjadi ’grower’ sekaligus ’buyer’ untuk menghidupkan perekonomian keluarga.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas pangan. Berkebun menjadi salah satu strategi andal yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah.

Ir. Endah Sri Redjeki, MP., M.Phil juga mengungkapkan harapannya di Hari Pangan Sedunia ini. Ia berkeinginan agar angka kelaparan dunia menurun.

“Meskipun berat karena kita sedang menghadapi era pandemi Covid-19, namun saya berharap terjadi penurunan yang sangat tajam terhadap jumlah orang kelaparan di dunia. Khusus Indonesia, saya optimis, Pemerintah mampu menekan jumlah kelaparan di Indonesia,” ungkapnya setelah dihubungi tim Progresnews.id.

Terakhir, Selamat Hari Pangan Sedunia! Bersama mari kita tingkatkan produksi pangan yang sehat dan aman. Ayo wujudkan dunia tanpa kelaparan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.