Home / Lamongan / Warta

Selasa, 6 April 2021 - 14:50 WIB

Perbaikan Jalan Nasional di Lamongan Tuai Kecaman Dari Pengguna Jalan

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 1.115 kali

Evakuasi kecelakaan yang terjadi di titik lokasi perbaikan jalan. Foto : Ist.

Evakuasi kecelakaan yang terjadi di titik lokasi perbaikan jalan. Foto : Ist.

Lamongan, Progresnews.id — Kecelakaan truk di titik lokasi perbaikan jalan nasional Km 36-61 di Lamongan berujung kemacet hingga belasan kilometer.

Meski upaya evakuasi telah dilakukan, namun kemacetan yang terjadi hingga Desa Tambakrejo Kecamatan Duduksampyan Gresik itu tak bisa terurai dengan cepat.

Salah seorang pengemudi truk, Jito mengungkapkan ia terjebak kemacetan sudah hampir 4 jam tepatnya sejak 07:00 WIB.

“Sejak jam 7 tadi mas, dari Sidoarjo mau ke Purwokerto muatan kopi, kalau gini ya bisa telat, proses produksi juga terhambat, pasti merugi,” ungkapnya, Selasa (6/4).

Baca Juga:  Ketahanan Menghadapi Infodemi, Elin: Media Memang Bersaing, Tapi Soal Cek Fakta Mereka Saling Mendukung

Hal yang sama juga disampaikan, pengemudi truk bermuatan bawang, Rahmat menyebut jika kemacetan yang terjadi, faktor utamanya diakibatkan adanya perbaikan jalan.

“Tadi panas dan sekarang mendung, truk terjebak macet nggak bisa meneduh, takutnya bawang yang saya muat kualitasnya turun. ya masalah utamanya memang ada di perbaikan jalan itu mas,” ucapnya.

Bukan kali ini saja, polemik perbaikan jalan tersebut sudah menuai berbagai macam masalah, bahkan sejak awal pembangunanya disebut sudah banyak membahayakan pengendara.

Tidak adanya lampu penerangan jalan, rambu pembatas yang di beberapa titik diletakan batu saja, lampu LED untuk penerangan sementara di malam hari berangsur-angsur mati, dan terbaru besi kontruksi yang menjongkat keluar membuat was-was pengendara.

Baca Juga:  Survei SMRC: Masyarakat Sering Takut Ikut Berorganisasi Meningkat

Saat dikonfirmasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Gresik-Lamongan-Babat-Tuban. I Payun Ketut enggan berkomentar bahkan malah berkesan lari dari tanggung jawabnya.

“Ada truk patah as rodanya, bukan karena paket kita,” terangnya.

Kemacetan panjang hingga daerah Gresik. Foto : Progresnews.id /Ammy.
Kemacetan panjang hingga daerah Gresik. Foto : Progresnews.id /Ammy.

Saat meminta penjelasan lebih lengkap, Ketut terus mengelak dengan mengatakan melaksanakan rapat dan sibuk.

“Saya lagi rapat, saya juga nungguin orang ini,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Suasana petugas dapur umum IPNU IPPNU Desa Medangan bersama dibantu warga pada hari Senin (28/12) bakda maghrib, di Balai Dusun Desa Medangan. Foto: mudzakir/progresnews.id.

Gresik

Peduli Korban Banjir, IPNU IPPNU Dusun Medangan Buka Dapur Umum

Ekonomi

Nenek di Widang Kesulitan Beli Beras Usai Dicoret Dari KPM BPNT
Konferensi pers penangkapan pelaku perusakan mobil patroli.

Lamongan

Bak Penjahat Kelas Kakap, Penangkapan Pelaku Perusakan Mobil Polisi di Lamongan Sempat Diwarnai Aksi Kejar-Kejaran
Perwakilan Pemerintah Desa saat menkonfirmasi terkait dampak polusi kepada PT. Jayabrix Indonesia. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Resahkan Warga, Polusi PT. Jayabrix Indonesia Dinilai Ancam Kesehatan
Paparan Suherman, Pengelola PKM pada Sosialisasi PKM 2021, Selasa (16/2).

Nasional

Sosialisasi PKM 2021, PKM Akan Dilaksanakan Tiga Hingga Empat Bulan
Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan. Foto : Progresnews.id /Ammy.

Lamongan

Pendaftaran BLT-UMKM di Lamongan Dibuka Hari ini, Begini Ketentuanya
Paparan Jubir Vaksinasi Siti Nadia, dalam Webinar Series Kedua Melawan Infodemi Covid-19 dengan tajuk "Bahaya Mis/Disinformasi Vaksin Covid-19" pada Kamis (11/2).

COVID-19

Jubir Vaksinasi Nadia Tak Menapik Vaksinasi Selesai Lebih Dari 10 Tahun
Foto: Ist.

Lamongan

Sepekan PPKM, Satpol PP Sebut 343 Warga Lamongan Tak Taat Aturan