Home / Lamongan / Warta

Senin, 4 Januari 2021 - 17:45 WIB

Pengusaha Tempe di Lamongan Nekat Jalankan Produksi Meski Harga Kedelai Kian Meroket

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 172 kali

Proses produksi tempe, terlihat pengusaha tempe di Lamongan ini jalankan usaha meski harga bahan baku melonjak naik. Foto : Ammy

Proses produksi tempe, terlihat pengusaha tempe di Lamongan ini jalankan usaha meski harga bahan baku melonjak naik. Foto : Ammy

Lamongan, Progresnews.id — Meski harga kedelai dipasaran melambung tinggi, pengusaha tempe di Lamongan putar otak jalankan usahanya.

Pengusaha tempe yang berlokasi di Desa Sukomulyo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Abdul Rohim, mengakui kondisi seperti ini ia rasakan sejak Februari awal-awal Covid-19 merebak, kedelai mulai naik turun harganya, hingga libur Natal Tahun Baru (Nataru) harga kedelai melonjak tinggi.

“Harga normal kedelai perkilo berkisar Rp. 7.000 saat ini naik hingga Rp. 9.100 jelas hal itu mepengaruhi produksi kami,” tuturnya. Pada Progresnews.id, Senin (04/12) Pagi.

Baca Juga:  Ciptakan Sitkamtipmas Jelang Pilkada, Polsek Glagah Gelar Patroli Rutin

Meski begitu, permintaan tempe di pasaran tidak menurun, lantaran tempe menjadi makanan pokok yang dibutuhkan warga setiap harinya.

“Permintaan pasar meningkat dan kami tak bisa menutup usaha ini, ikuti permainan harga pasar saja sambil menunggu harga kedelai kembali stabil,” pungkasnya

Untuk mensiasati agar tetap berjalan, kata Rohim, pihaknya tidak bisa menaikan harga tempe seperti harga bahan baku kedelai, untuk memenuhi permintaan pasar ia memasok 2 kwintal kedelai perharinya.

Baca Juga:  Dihadiri Forkopimda, Simulasi Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Berjalan Penuh Drama
Proses penjamuran, tempe dengan ukuran normal sebelum di potong dan dipasarkan.

“Pasrah saja dengan keadaan ini, kami tidak bisa apa apa, untuk bertahan terpaksa tempe harus dipotong dengan ukuran yang lebih kecil, dari ukuran bisanya dipotong 1cm,” katanya.

Imbas dari kenaikan kedelai ini menjadikan pengusaha tempe di berbagai daerah meradang hingga nekat menutup sementara usaha tempenya.

“Di daerah lain sudah tidak memproduksi tempe, sepertinya hanya di Lamongan saja yang masih berjalan untuk produksi tempe ini,” tambahnya, Seraya menyebut beberapa daerah yang sudah tidak memproduksi tempe.

Editor : Kholis

Share :

Baca Juga

IPNU Canggan menggelar Diskusi Teoritis & Skill di musala TP. Ihyaul Ulum pada Jumat (26/2).

Gresik

Dorong Kemandirian Ekonomi, IPNU Cangaan Gelar Diskusi Teoritis & Skill

Nasional

Uni Eropa Umumkan Pemenang EU Social DigiThon
Hj Aminatun Habibah (Bu Min) saat mengunjungi keluarga keluarga korban, Sabtu (30/1).

Gresik

Kunjungi Keluarga 3 Bocah SMP Tenggelam di Waduk Cerme, Bu Min Janjikan Bangun Rumah
Kondisi jalan rusak di jalan nasional ruas Deket-Babat. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Sering Terjadi Kecelakaan, DPU Bina Marga Lamongan Akui Tak Berwenang Perbaiki Jalan Nasional

Tuban

Molor Sebulan, Jembatan Cincin Lama Kembali Dibuka
Surat penundaan PTM dengan Nomor: 360/987/437.96/2020 tertanggal 30 Desember 2020 yang ditandatangani oleh Wakil Bupati Gresik, Dr. H. Moh Qosim, M.Si.

COVID-19

Kasus Covid-19 di Gresik Kembali Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka Ditunda
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Minggu (14/2). Foto: tangkapan layar kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Nasional

Hari Ini, Presiden Resmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan
Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket bersama Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D dan Dekan FISIP UI Dr Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., dalam kuliah umum ”The EU Strategy in Coping with Multidimensional Impacts and Challenges of COVID-19 Pandemic” pada Jumat (26/2).

Nasional

Tekankan Bidang Penelitian, Uni Eropa Eratkan Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Indonesia